Tanda-Tanda Wali Ada Pada Diri Buya Syafii

September 24, 2023 - 12:41
Tanda-Tanda Wali Ada Pada Diri Buya Syafii

Jakarta, JATMAN Online – Buya Ahmad Syafii Ma’arif (ASM) telah mangkat pada jumat 27 Mei 2022. Ia adalah sosok yang istiqomah menjadi guru bangsa. Istiqomah menjadi teladan umat. Istiqomah di dalam akhlakul karimah. Hal ini disampaikan oleh KH. Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil dengan Gus Mus, Jumat (27/05).

Berperilaku sederhana itu mudah. Berperilaku jujur itu mudah. Memiliki tekad perjuangan untuk bangsa dan agama itu mudah. Yang sulit adalah terus bersikap dan berperilaku seperti itu. Dalam Islam dikenal dengan istiqomah.

“Dengan sikap istiqomah ini, saya yakin bahwa Buya Syafii adalah waliyyun min auliyaillah (wali Allah),” kata Gus Mus seperti yang dikutip Ibtimesid, Jumat (29/05).

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin Rembang ini menyebutkan bahwa Buya Syafii tidak pernah ditundukkan oleh rasa takut dan tidak pernah ditundukkan oleh kesedihan. Hal ini dikarenakan Buya adalah wali Allah.

“Beliau tidak takut melarat. Tidak takut dihinakan orang. Yang terpenting bagi beliau adalah Robbuna Allah. Beliau tidak takut dinilai orang. Banyak sekali orang-orang hebat yang dihantui rasa takut,” imbuhnya.

Dalam Surat Yunus ayat 62, Allah berfirman yang artinya:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Orang-orang hebat itu ada yang takut melarat, lalu korupsi. Ada yang takut dianggap bodoh, lalu sombong. Takut dianggap tidak mampu, lalu keminter. Sementara, Buya Syafii tidak memiliki ketakutan apapun.

Menurut Musytasyar PBNU ini, tanda-tanda wali ada pada diri Buya Syafii. Misalnya, Buya Syafii dicintai oleh banyak orang. Buya dicintai orang bukan karena kepribadiannya yang hebat. Tetapi karena Allah memberi tahu Malaikat Jibril bahwa Allah mencintainya.

Kemudian Malaikat Jibril mengatakan kepada malaikat-malaikat yang lain bahwa Allah mencintai buya. Kemudian malaikat-malaikat lain ikut mencintai Buya. Kemudian Buya menjadi dicintai oleh semua orang yang mengenalnya.

“Saya tidak mendoakan beliau tapi mendoakan kita semua. Mudah-mudahan kita keluberan sedikit banyak yang dimiliki oleh beliau. Kalau kita percaya kepada berkah, mudah-mudahan kita keberkahan pribadi indahnya,” imbuh Gus Mus.

Gus Mus menyatakan bahwa Indonesia menangis kehilangan Buya. Sementara Buya tersenyum diterima di haribaan Allah dengan segala rahmat-Nya.