Sekilas Tentang Kiai Sulaiman, Pendiri PP Thariqah Sulaiman Madiun

September 20, 2023
Sekilas Tentang Kiai Sulaiman, Pendiri PP Thariqah Sulaiman Madiun

Kiai Muhammad Sulaiman lahir dan besar di Jogomerto Nganjuk. Setelah selesai tarbiyah suluk dan mendapatkan ijazah kemursyidan dari Syekh Umar Klaling Kudus, pada tahun 1902 ia diambil mantu oleh Kiai Hasanawi bin Kiai Hanifa bin Kiai Ilyas cucu Panembahan Batoro Katong Ponorogo yang kemudian menetap di Desa Lebak Ayu, Kec. Sawahan, Kabupaten Madiun.

Kiai Muhammad Sulaiman selanjutnya membuka dan mengasuh Pondok Pesulukan Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah di Lebak Ayu sampai wafat pada tanggal 18 Ramadhan 1934 dan dimakamkan di Sitihinggil kompleks pemakaman umum Desa Lebak Ayu.

Selama mengasuh pondok pesulukannya, Kiai Sulaiman membimbingg ratusan santri thariqah dari berbagai daerah utamanya Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selama masa itu, Kiai telah mengangkat mursyid dan khalifah sejumlah 33 orang kiai. Melalui kiai-kiai tersebut kemudian ajaran Thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah Lebak Ayu menyebar dan meluas ke berbagai daerah melintasi Pulau Jawa.

Verifikasi data dan informasi yang masih digali sampai saat ini menyebutkan jumlah murid thariqah punjer Lebak Ayu mencapai puluhan ribu orang, dan Zawiyah Khususiyah atau tempat kegiatan kethariqahannya banyak tersebar di berbagai daerah mulai Aceh, Sulawesi, Bali hingga Papua.

Adapun nama daftar mursyid yang menjaga pondok pesulukan setelah Kiai Sulaiman mangkat antara lain:

  1. Kiai Muhammad Sulaiman 1902 – 1934
  2. Kiai Muhammad Adnan 1934 – 1940
  3. Kiai Imam Muhyiddin 1940 – 1983
  4. Kiai Ngadiyin Anwar 1983 – sekarang