Kiai Mujib Hidayat dan Kiai Abdul Hadi Resmi Pimpin Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan Masa Khidmat 2026-2030

Mei 9, 2026 - 18:39
Mei 9, 2026 - 18:42
Kiai Mujib Hidayat dan Kiai Abdul Hadi Resmi Pimpin Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan Masa Khidmat 2026-2030
Pelantikan Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan Masa Khidmat 2026-2030 | Foto: LTN NU Kota Pekalongan

Kota Pekalongan, JATMAN Online

Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan resmi dikukuhkan oleh Idarah Aliyyah JATMAN di Gedung Aswaja, PCNU Kota Pekalongan, pada Sabtu siang, (9/5/2026).

Pembacaan baiat pelantikan dipimpin langsung oleh Katib 'Ali KH. Zainal Arifin Ma'shum, didampingi oleh Sekretaris Umum Dr. KH. Ali Abdillah.

Mudir 'Ali Idarah Aliyyah JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa memberi pesan kepada para undangan, tentang empat amanah yang harus terus dilestarikan bagi warga NU.

"Yang pertama jaga terus Amanah Diniyyah, karena hanya warga NU yang bisa menjaga amanah ini. Yang kedua Amanah Wathaniyah, dalam sejarah, tidak ada satu pun kekuatan yang paling terdepan untuk memperjuangkan NKRI (baik sebelum kemerdekaan sampai deadlock sidang konstituante) tiada lain ialah NU. Karena itulah menjadi amanat suci. Yang ketiga Amanah Ummah. Umat sekarang mencari pemimpin dan pembimbing, maka kita semua harus hadir membimbing. Jangan umat ini dibiarkan hingga dipimpin oleh yang manhaj-nya berbeda. Dan yang keempat Amanah Thariqiyyah, thariqah adalah pengamalan Islam itu sendiri, karena itu wahyu dan akhirnya menjadi cara tazkiyah al-nafs wa tashfiyah al-qalb orang NU, yang tiada lain yakni dengan bertarekat", ungkap Mudir 'Ali.

Dalam kesempatan sambutan, Rais JATMAN Kota Pekalongan, Kiai M. Mujib Hidayat menyampaikan rasa syukur atas pelantikan Syu'biyyah Kota Pekalongan, ia juga berharap semua pengurus JATMAN Kota Pekalongan melaksanakan khidmat untuk kemaslahatan umat.

"Alhamdulillah, Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan telah ber-SK dan resmi dilantik. Mudah-mudahan semua pengurus benar-benar melaksanakan tugas-tugas. Bukan hanya tugas untuk kewajiban, melainkan juga tugas berbentuk "khidmah" kita." ujar Kiai Mujib.

Ia menjelaskan khidmat yang dimaksud dengan melampaui makna taat secara khusus.

"Khidmah itu di atas taat. Kalau taat cukup muwaffaqat al-amri thaw'an. Tetapi khidmat itu tidak bernilai wajib, sampai mana kala harus jika dihadapkan dengan nilai manfaat untuk umat, maka wajib dilaksanakan meski bukan bentuk perintah", ungkapnya di hadapan hadirin.

Sambutan lainnya, mewakili Idarah Wustha JATMAN Jateng, Prof. Dr. Mahmutarom, SH, MH. menyampaikan bahwa dahulu, orang Barat sangat takut dengan Islam ala Indonesia.

"Dahulu orang Barat takut dengan orang Islam Indonesia. Kenapa? karena yang ditakutkan adalah mereka yang mengamalkan ilmu hikmah. Dan itu hanya orang-orang tarekat mu'tabarah", jelas Mudir Idarah Wustha JATMAN Jateng tersebut.

Prof. Mahmutarom juga memperkuat dengan sejarah ulama-ulama Nusantara seperti Syekh Abdul Ghani al-Bimawi menjadi barometer di Haramain, kemudian Syaikhona Kholil Bangkalan lanjut Hadratussyekh Hasyim Asy'ari. Semua itu ada karena kuat ilmu syari'at dan ilmu hikmahnya.

Berikut susunan Idarah Syu'biyyah JATMAN Kota Pekalongan Masa Khidmat 2026-2030:

MUSTAFAḌ

Rais: K.H. Zaenuri Zainal Mustofa
Katib: K.H. Fakhruddin
Anggota: Drs. K.H. Abdul Mu’in, M.A.
Anggota: K.H. Nasrurrohman
Anggota: K.H. Amin Ghozali
Anggota: K.H. Kafrawi Umar
Anggota: K.H. Rodli
Anggota: Kiai Ali Maksum

IFAḌIYYAH

Rais: Kiai M. Mujib Hidayat
Anggota: K.H. Munashir Rowin
Anggota: Prof. Dr. Maghfur, M.Ag.
Anggota: Kiai Nuruddin
Anggota: Kiai M. Masykur A. Karim

Katib: Prof. Dr. K.H. Imam Khanafi, M.Ag.
Anggota: Kiai Imam Miunir
Anggota: Kiai Mahfud Basari, M.Pd.I.
Anggota: Kiai Maskuri, S.Pd.I.
Anggota: Kiai Sobihin

IMḌAIYYAH

Mudir: Kiai Abdul Hadi
Anggota: K.H. Moh. Taufiq ZA.
Anggota: Dr. K.H. Kasim Mahmud Desky, M.Ag.
Anggota: K.H. Fathurrohim
Anggota: Kiai Shohibul Ulum

Sekretaris: Kiai M. Nihajatuzaen, S.Ag.
Anggota: Ustadz Slamet Edi, M.Pd.I.
Anggota: Ustadz Ismail, M.Pd.
Anggota: Ustadz Zahidin Husain
Anggota: Ustadz Syuaib Junaidi

Amīnuṣ Ṣundūq: Ustadz H. Abdul Aziz
Anggota: Ustadz H. Mustaqim
Anggota: Ustadz Muhammad Abidin
Anggota: Ustadz Sofyan Atssauri