Dakwah Tasawuf JATMAN di TVRI Nasional Menegaskan Pentingnya Mursyid Kamil dalam Bimbingan Ruhani Umat

Januari 26, 2026 - 11:49
Dakwah Tasawuf JATMAN di TVRI Nasional Menegaskan Pentingnya Mursyid Kamil dalam Bimbingan Ruhani Umat

Jakarta, JATMAN Online

Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) kembali menghadirkan dakwah tasawuf yang mendalam melalui program Serambi Islami TVRI Nasional (21/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di Studio 7 TVRI Nasional ini menempatkan Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag sebagai narasumber utama, dengan Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum selaku guest star yang melengkapi dan memperkaya pembahasan bertema Kualifikasi Mursyid.

Dalam pemaparannya, Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, M.Ag, selaku Mursyid Tarekat Idrisiyyah, menegaskan bahwa mursyid bukan sekadar figur transfer ilmu keagamaan, melainkan murabbi ruh, pembimbing ruhani yang berperan langsung dalam membina, membersihkan dan mengarahkan perjalanan spiritual murid menuju Allah SWT. Di titik inilah, menurut beliau, letak perbedaan mendasar antara mursyid dengan ulama fiqih atau pendidik keilmuan Islam lainnya. Mursyid tidak hanya membimbing aspek lahiriah ibadah, tetapi juga bertanggung jawab atas tazkiyatun nafs dan keselamatan ruhani murid.

Syekh Akbar juga menegaskan bahwa mencari sosok mursyid yang kamil (sempurna dalam bimbingan ruhani) memiliki konsekuensi hukum wajib, bahkan bagi seseorang yang telah mencapai derajat ulama besar sekalipun. Sebab, ilmu tanpa bimbingan ruhani berisiko melahirkan kesombongan spiritual dan ketimpangan antara pengetahuan dan akhlak.

Sebagai guest star, Prof. KH. Ali Masykur Musa, selaku Mudir ‘Ali Idaroh ‘Aliyah JATMAN dan juga Mursyid Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah menambahkan penekanan penting agar umat Islam sangat selektif dalam memilih mursyid dan jalan tarekat. Beliau menegaskan bahwa tarekat yang diikuti harus benar-benar mu’tabarah, dengan memenuhi tiga syarat utama.
Pertama, adanya Mursyid yang kamil, karena tidak mungkin bimbingan ruhani lahir dari sosok yang belum sampai secara spiritual.
Kedua, manhaj yang shahih, yakni metode ubudiyyah dan suluk yang lurus, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.
Ketiga, murid yang shadiq, yaitu murid yang jujur, sungguh-sungguh, dan siap dibina, bukan murid yang masuk tarekat dengan niat menguji atau mengkritisi mursyidnya.

Keterpaduan materi yang disampaikan menunjukkan wajah dakwah JATMAN yang kokoh secara sanad, metodologi dan orientasi akhlak. Tasawuf tidak diposisikan sebagai ajaran eksklusif, tetapi sebagai jalan penyempurnaan iman yang bertanggung jawab dan terukur.

Selengkapnya dapat disaksikan melalui kanal Serambi Islami di TVRI Nasional, sebagai ikhtiar dakwah tasawuf yang menyejukkan, ilmiah, dan berakar kuat pada tradisi ulama mu’tabar.