JATMAN Jakarta Sukses Dan Lancar Gelar Musda Dan Peringatan Isra Mi’raj
Jakarta, JATMAN Online
Idarah Wustha Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Provinsi DKI Jakarta sukses dan lancar dalam menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Bertempat di Zawiyya Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, (18/1/2026).
Forum registrasi dibuka sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Kemudian langsung dibuka dengan pembacaan Al-Quran oleh pengamal thariqah yang datang khusus dari Spanyol, Bashir Castineira.
Hadir dalam Musda, Sekretaris Umum Idarah Aliyyah JATMAN, KH. Dr. Ali M Abdillah. Selanjutnya ia memberikan sambutan sekaligus membuka Musda Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta.
“Musda ini sifatnya adalah antar waktu demi penyesuaian nomenklatur sesuai dengan hasil Kongres ke-13 JATMAN di Asrama Haji Donohudan, Boyolali lalu dan hasil Rakernas di Purworejo,” katanya.
Mudir JATMAN DKI Jakarta, Kyai Irawan Santoso Shiddiq kemudian memberikan sambutan atas perihal Musda diadakan.
“Musda ini menjadi ajang konsolidasi dan menyusun barisan yang lebih rapi para ahlu thariqah di Jakarta dan sekitarnya, untuk menghadapi berbagai tantangan untuk mengembalikan kejayaan DINUL Islam,” tegasnya.
Kiai Irawan menambahkan bahwa kejayaan tasawuf menjadi faktor penting bagi agama Islam.
“Tasawuf adalah pilar penting dalam agama Islam, karena kejayaan tasawuf, disitulah kejayaan Islam, makanya ajang Musda ini penting sekali diikuti semua elemen untuk menyatukan kekuatan,” tambahnya lagi.
Musda JATMAN Jakarta dihadiri seluruh Idarah Syubiyyah se-Jakarta. Mulai dari Syu'biyyah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Ditambah dengan pengurus Idarah Wustha Jakarta serta dari unsur utusan thariqah-thariqah yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
Tak kurang peserta Musda yang hadir berkisar 150 orang berikut dengan peninjau.
“Musda ini kedatangan tamu spesial dari Spanyol. Ada tiga fuqara (pengamal thariqah-red) dari Granada, Spanyol yakni Bashir Castineira, Amin Marthin dan Shamil Perez Lopez,” ujarnya lagi.
Menjelang magrib, Musda ditutup dan dinyatakan selesai. Sebelumnya sempat digelar sidang Ahlul Halli Wal 'Aqdi, untuk memilih Rais dan Mudir JATMAN DKI Jakarta untuk periode 2026-2031.
Susunan AHWA dalam Musda ini ada 7 orang yakni KH Ahmad Marwazei (Rais Syu'biyyah JATMAN Jakarta Selatan), KH Nasihin (Rais Syu'biyyah JATMAN Jakarta Utara), KH Hanafi Tamam (Rais Syu'biyyah Jakarta Barat), KH Asep (Katib JATMAN Jakarta Pusat), KJ Jamaludin F Hasyim (Perwakilan PWNU DKI Jakarta), KH Muhammad Danial Nafis (unsur Mursyid), KH Hilmy Ashiddiqie (unsur Mursyid).
Terpilihnya kembali KH Muhammad Danial Nafis, SE, MSi sebagai Rais dan Kyai Irawan Santoso Shiddiq, SH. sebagai Mudir. Ini memperpanjang periode kepengurusan keduanya.
Setelah Magrib, JATMAN Jakarta melanjutkan menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallahuallaihiwassalam.
Hadir sebagai pembicara adalah KH Muhyiddin Ishaq, Rais Syuriyyah PWNU DKI Jakarta. Ia memberi ceramah agar umat Nahdliyyin harus bangkit dan berani kembali untuk memimpin negara ini.
“Orang NU adalah pemegang saham terbesar di negara ini. Jangan kita jadi tamu di negeri sendiri!” tegasnya berapi-api.
KH Muhammad Danial Nafis kemudian memimpin dzikir khas dalam acara tersebut. Ia berpesan agar ahlu thariqah menyeimbangkan antara dzahir walbathin.
“Materil dan immaterial itu harus berjalan seimbang agar kehidupan berjalan dengan baik, sekarang kehidupan cenderung pada materialisme semata, ini musibah,” tandasnya.