JATMAN Jabar Selenggarakan Halal bi Halal dan Pelantikan Idarah Ghusniyyah se-Kab. Cirebon
Cirebon, JATMAN Online
Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat, menggelar sidang pleno pengurus lengkap untuk menetapkan jabatan Rais JATMAN Jabar periode 2025-2030 di Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Ahad, (3/5/2026).
Rapat pleno itu kemudian dilanjutkan dengan acara Halal bi Halal yang dihadiri langsung oleh Mudir ‘Ali JATMAN Prof. KH. Ali Masykur Musa, Sekretaris Umum JATMAN Dr. KH. Ali M. Abdillah, Wakil Ketua Umum MUI KH. Marsudi Syuhud, Ketua PWNU Jabar dan Bupati Cirebon.
Ketua PWNU Jabar, KH. Juhadi Muhammad mengapresiasi eksistensi JATMAN Jabar serta PWNU terus mendukung program-program yang dilaksanakan oleh JATMAN Jabar.
“Alhamdulillah, JATMAN terus eksis dan bisa berjalan melaksanakan program-program.” dalam sambutannya.PWNU Jawa Barat akan terus men-suport apa yang dilakukan Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat”, lanjutnya.
Kiai Juhadi menerangkan bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan hajatan besar warga NU yaitu Muktamar pada bulan Agustus 2026.
“NU akan melaksanakan Muktamar pada bulan Agustus tahun 2026. Sedangkan PWNU Jabar akan konferwil pada bulan Oktober 2026. Mohon doanya agar semuanya bisa berjalan dengan aman dan lancar.” harap Ketua PWNU itu.
Dalam acara yang sama, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyampaikan tahniah atas terselenggaranya Halal bi Halal dan Idarah Ghusniyyah JATMAN se-Kabupaten Cirebon.
“Selamat atas dilantiknya 14 Idarah Ghusniyyah JATMAN se-Kabupaten Jawa Barat.” dalam sambutannya.
Bupati Cirebon kemudian berharap agar Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Cirebon agar memanfaatkan pendopo Kabupaten Cirebon dalam syiar tarekat, salah satunya membina generasi muda.
“Saya mengajak untuk memanfaatkan pendopo untuk kegiatan Halaqah JATMAN. Hal ini, saya berharap agar JATMAN terus ikut membantu generasi muda yang saat ini cenderung hobi narkoba” lanjut Imron di hadapan para hadirin.
Indonesia, Islam dan Keselarasan Budaya
Di Halal bi Halal, KH. Marsudi Syuhud memberi tausiyah kepada para undangan tentang peradaban Islam di Nusantara.
Ia menceritakan ada orang luar negeri terheran-heran akan bangsa Indonesia dalam mengelola konflik.
“Orang luar negeri Syekh Karim heran, bangsa Indonesia bisa membuat perekat walaupun urusannya ruwet, tapi bisa selesai dan nyaman lagi. Tetapi di luar negeri kok Susah? Hasil penelitiannya: agama Islam adalah agama yang mengurus masyarakat, kenal tidak kenal selalu ucap salam, sampurasun, kulo nuwun dll.” ungkapnya.
Menurut Kiai Marsudi, Indonesia tidak mudah diadu domba karena masih ada budaya khas yang terus dilestarikan oleh warga Nahdliyyin.
“Indonesia memiliki banyak organisasi baik muslim maupun non muslim. Karena itu tidak mudah diadu domba, itu yang mmbuat ittishal baina al-nas. Di samping itu punya budaya kumpal-kumpul (lahiran, walimahan, tahlilan, halal bi halal, dst.).” terangnya.
Pada kegiatan ini, sebanyak 27 Idarah Syu’biyyah JATMAN se-Jabar hadir dalam rapat pleno dan Halal bi Halal di Pesantren Babakan Cirebon.
KH. Zamzami Amin terpilih menggantikan KH. Sarkosi Subki sebagai Rais Idarah Wustha JATMAN Jawa Barat.