Halal bihalal JATMAN Syu’biyyah Purwakarta dan Keluarga besar NU Sukatani
Halal bihalal JATMAN Syu’biyyah Purwakarta dilaksanakan pada Kamis (26/05) bertempat di Ponpes Al Muhajirin 3 yang dimulai dari ba’da Isya dengan pembacaan tawasul shoalawat thariqiyyah dan zikir bersama oleh Mudir JATMAN Ghusniyyah Sukatani (Ustaz Herman) dan Ghusniyyah Jatiluhur (Ustaz Yayan).

Purwakarta, JATMAN Online – Halal bihalal JATMAN Syu’biyyah Purwakarta dilaksanakan pada Kamis (26/05) bertempat di Ponpes Al Muhajirin 3 yang dimulai dari ba’da Isya dengan pembacaan tawasul shoalawat thariqiyyah dan zikir bersama oleh Mudir JATMAN Ghusniyyah Sukatani (Ustaz Herman) dan Ghusniyyah Jatiluhur (Ustaz Yayan).
Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh KH. Anang Nasihin, MA selaku Pengasuh Ponpes Al Muhajirin 3 sekaligus menjabat sebagai Katib Awwal serta KH. Anhar Haryadi selaku Rois JATMAN Syu’biyyah.
Selain itu, hadir pula seluruh jajaran Ifadliyyah, Imdhoiyyah, Imdadiyyah dan beberapa Majlis Ifta, termasuk beberapa badal tarekat dan beberapa zawiyyah Tarekat di beberapa daerah diantaranya zawiyah tarekat Idrisiyyah yang di ketua oleh Ustaz Dude dan didampingi Laskar Sufi’s Idrisiyyah, Tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyyah jalur Plered Purwakarta, dan Jalur Pontren Suryalaya Tasikmalaya, Tarekat Syathoriyyah al Mukhtar Pamanukan Subang dan pengamal tarekat lainnya dalam wadah JATMAN Syu’biyyah dan Ghusniyyah se- kab Purwakarta.
Acara ini berlangsung khidmah dan santai sebagaimana keluarga besar yang berkumpul di satu rumah yang diselingi beberapa lantunan shalawat dari para santri putra dan santri putri Al Muhajirin 3.
Dalam tausiyyah yang di sampaikan oleh Dr. KH. Eep Nuruddin M.Pd.I selaku Mudir Wustho JATMAN Jawa Barat berpesan seyogyanya kita wajib bersyukur menjadi bangsa dan terlahir di Indonesia ini, karena halal bihalal ialah produk asli Indonesia, pengajian berjalan hampir di setiap pelosok dinegeri tercinta ini.
Ia juga berpesan mengenai urgensi thariqah bagi NU.
“Thariqah itu ibarat ruh, dan NU ibarat jasad, sesuatu tanpa ruh apalah jadinya, begitupun sebaliknya ruh tanpa jasad. Semoga kita diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam memperbaiki diri dan mensyiarkan islam rahmatan lil’alamiin dan semoga setiap pengurus NU baik lembaga atau banom bisa belajar thariqah mu’tabarah supaya hidup semakin berarti dan lebih hidup.” Ungkap Kiai Eep.
Dalam kesempatan ini, shahibul hajat juga turut mengundang setiap lembaga dan banom NU yang diwakili para ketuanya, mulai dari Ketua Tanfidziyyah MWC NU Sukatani (K. Encik Sihabudin), Ansor Banser Rijalul Ansor, IPNU IPPNU, Fatayat, Muslimat, Pagar Nusa serta lembaga dan banom lainnya.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abah Yai ketua SIGAP Kab. Purwakarta dan dilanjutkan dengan mushafahah serta foto bersama.
Pewarta: Zaini Rafli
Editor: Khoirum MIllatin