Haul Pangeran Djonet Dipomonggolo, Habib Luthfi: Menjadi Hamba Allah yang Luar Biasa Kuncinya Hanya Dua Hal

Februari 21, 2024
Haul Pangeran Djonet Dipomonggolo, Habib Luthfi: Menjadi Hamba Allah yang Luar Biasa Kuncinya Hanya Dua Hal

Bogor, JATMAN Online - Rais ‘Aam Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya menghadiri acara Peringatan Isra Mi'raj dan Haul Pangeran Djonet Dipamenggolo bin Pangeran Diponegoro yang bertempat di Pesantren Dipamenggala Al-Hasanah Cikaret, Bogor Selatan Kota Bogor (19/02/24) Senin malam. 

Maulana Habib Luthfi mengatakan, haul merupakan wasilah turunnya kasih sayang Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Nabi Muhamamd Saw.

 ذكر الصالحين تنزيل الرحمة

Mengingat orang-orang yang shalih dapat menurunkan rahmat.

"Maknanya adalah Rahmat Allah turun setiap kali disebut nama orang-orang shalih. Setiap ada haulan di mana saja adalah sebab turunnya kasih sayang Allah Swt," ujar Ketua Majelis Sufi Dunia.

Habib Luthfi mengungkapkan bahwa ketika orang menceritakan para shalihin itu, menjadi sebab turunnya rahmat, pintu mustajabah banyak di buka, doa-doa akan terkabulkan. Maka ia mengajak kepada hadirin agar pada momentum ini kita berdoa dan meminta kepada Allah Ta'ala. Insyaa Allah cepat diijabah. Inilah hikmah tanzilur rahmah. 

Pada kesempatan sama juga Habib Luthfi juga menjelaskan bahwa menjadi hamba Allah yang luar biasa kuncinya hanya dua.

"Pertama, adalah tidak ada satu pun para aulia Allah yang tidak taat kepada orang tua. Kunci menjadi wali cuma di situ. Kedua, cintanya dan taatnya kepada gurunya (agar menjadikannya) kenal kepada Allah, mengerti akan Allah, yang disebut Syekhul Wushul," kata Habib Luthfi

Selanjutnya Habib Luthfi menceritakan kisah Syekh Abdul Qadir al Jilani yang taatnya kepada orang tua (ibu) amat luar biasa.

Pada waktu perjalanan menuju pesantren, ia dihadang oleh beberapa perampok. Ditanyakan oleh salah pimpinan perampok itu. Mereka terheran-heran akan kejujurannya. Singkatnya perampok yang berjumlah enam puluh orang tersebut akhirnya melakukan taubatan nasuha berkah Syekh Abdul Qadir al Jilani. 

"Walaupun bapak ibunya bukan tergolong ulama, ajengan, taat kepada kedua orang tua tidak melihat bapak siapa ibu siapa, (tapi taat kepada kedua orang tua) tetap harus menghormati menjunjung tinggi kedua orang tua," ucapnya. 

Lanjutnya, "ada pepatah Jawa yakni kasih sayangnya orang tua kepada anak satu kelapa tapi sayangnya anak kepada orang tua (itu) seupo (sebutir nasi). Jauh," pungkasnya. 

Pada saat yang sama Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan bahwa semoga kehadiran para jamaah ini dalam rangka menghadiri haul Al Fakhir. R. M. Djonet Dipamanggala (putera dari Pangeran Diponegoro) merupakan niat baik yang menjadi keberkahan. 

"Merupakan satu kebanggaan bagi kita semua di acara haul yang merupakan bagian dari keluarga besar Kota Bogor," tutup orang nomor dua di Kota Bogor. 

Acara diawali dengan zikir, tawasul, doa dan pembacaan kalam ilahi. Hadir pada acara tersebut pengurus NU Kota Bogor, Kanzus Sholawat Kota Bogor, Nahdliyyin Bogor Selatan. 

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Khoirum Millatin