Merawat Masjid Agung Baing Yusuf, Membumikan Nilai-nilai Luhur Thariqah

Perkumpulan ikhwan dan akhwat tarekat pada pengajian umum di Masjid Agung Baing Yusuf memperkokoh tali persaudaaraan antar sesama thariqah yang bernaung di bawah bendera JATMAN.

September 14, 2023 - 08:34
 0
Merawat Masjid Agung Baing Yusuf, Membumikan Nilai-nilai Luhur Thariqah

Purwakarta, JATMAN Online – Perkumpulan ikhwan dan akhwat tarekat pada pengajian umum di Masjid Agung Baing Yusuf memperkokoh tali persaudaaraan antar sesama thariqah yang bernaung di bawah bendera JATMAN.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (17/07) terselenggara berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak seperti Idaroh Syu’biyyah JATMAN Purwakarta, Zawiyah Tarekat Idrisiyyah dan beberapa tarekat lain yang ada di Purwakarta di antaranya Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, Tarekat Syathariyah, Tarekat Syadziliyyah, Tarekat Rifaiyah hingga pengurus DKM dan zuriyyah Syekh Baing Yusuf.

Dalam acara tersebut, hadir  Rais Syuriah PWNU Jawa Barat Dr. KH. Abun Bunyamin yang menyampaikan suka citanya atas terselenggaranya pengajian ini

“Semoga dengan berkumpulnya beberapa tarekat muktabarah dalam wadah JATMAN NU pada satu majelis ini senantiasa mengkaji dan mengamalkan iman islam dan ihsan yang merupakan rukun agama.” Ungkap Barat Dr. KH. Abun Bunyamin yang juga sebagai Kord.  Lajnah Tashih Kutub Idaroh Aliyah JATMAN.

Sementara itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh M. Fathurahman M.Ag yang fokus pada tiga pesan utamanya, Syariat, Tarekat, dan Hakikat.

Menurutnya, syariat adalah nama bagi semua hukum-hukum taklifi baik fiqih, tauhid dan tasawuf. Dijelaskan bahwa dalam pandangan ulama mutaakhirin, syariat itu ada dua yaitu syariat zahir yang disebut fiqh dan syariat batin yang disebut tasawuf.

“Jadi antara fiqih dan tasawuf itu harus terintegrasi, tidak bisa dipisahkan pada pengaplikasiannya, tidak boleh diambil satu dan dilepaskan yang lainnya.” Kata Syekh Fathurrahman

“Sebagai contoh, amalan pertama yang dihisab kelak di hari kiamat adalah shalat. Fiqh mengajarkan syarat sah dan wajib serta rukun shalat. Sedangkan tasawuf mengajarkan hadirnya hati bersama Allah di dalam shalat, dengan cara mengosongkan hati dan pikiran kita dari makhluk, membangkitkan kesadaran hati sebelum shalat tentang keagungan Allah di mana kita berhadapan dengan-Nya.”

“Dalam fiqh ada pelembagaan namanya mazhab yaitu mazhahibul arba’ah, dalam tasawuf ada pelembagaan namanya thariqah mu’tabaroh yang diwadahi dalam JATMAN ada sekitar 46 thariqah, maksudnya supaya ada kemudahan dalam menjalankan keduanya baik fiqh atau tasawuf. Fiqh dan tasawuf dipadukan maka akan mendapatkan hakikat ibadah dan kita akan menemukan manisnya keimanan dalam beribadah, terus istiqamah maka akan mendapatkan hakikat ilahiyyah.” Lanjutnya.

Acara yang diawali dengan pembacaan shalawat thariqiyah oleh Ust. Herman (Mudir Ghusniyyah JATMAN Sukatani), sambutan oleh ketua harian DKM Ustaz H. Deden Anwar Fauzi, S.Ag, M.PdI serta pembacaan lantunan ayat suci al-Quran oleh Ustaz Ali Hasan Fauzi (Mudir Ghusniyyah Tegalwaru) tersebut juga dihadiri oleh Kabag Kesra, Ibu Sundari selaku perwakilan dari pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Pewarta: ZR
Editor: Khoirum Millatin