Maulid Nabi Muhammad, Gus Hasan Chabibie: Adalah Wujud Rasa Syukur Kita

Depok, JATMAN Online – Kepala Pusdatin Kemdikbud Dr. H. Hasan Chabibie, menyampaikan perkataan dari kalam ulama Indoenesia Maulana Habib Luthfi bin Yahya bahwa beliau pernah mengatakan bulan Rabiul Awal merupakan perwujudan kegembiraan akan lahirnya Rasulullah Saw.
“Di bulan nan mulia ini yakni bulan maulid, yang namanya maulid Nabi itu adalah wujud rasa syukur kita, wujud terima kasih kita karena kita bisa menjadi umatnya, diberikan kesempatan mengenal agama islam dengan sebaik-baiknya, diberikan kesempatan untuk nantinya akan bisa masuk ke surganya allah swt dan bisa bertemu langsung kepada kanjeng Nabi dan pada akhirnya kita akan berkumpul di hari kiamat,” kata Gus Hasan pada saat menyampaikan tausiah Maulid Nabi Muhammad 1444 H kepada santri dan wali murid di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Depok, Sabtu (8/10).
Karena itu, Lanjut Dia, mari kita sambut maulid ini satu sebagai wujud ekpresi rasa syukur atas kelahiran manusia paling mulia.
“Semoga amalan amalan kita diterima dan dosa kita diringankan dan kemudian kita bersama sama masuk surga, dan alhamdulilah dikesempatan ini kita kedatangan keturunan Nabi (zuriah) yakni Habib Hasein Ja’far Al Hadar,” ucap Gus Hasan.
Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Hikmah abah Dr. KH. Hamdan Rosyid mengatakan bahwa acara ini sangat penting sebagai ikhtiroman. “Rasulullah saw adalah yang kita wajib muliakan hormati sebagai penuntun umat, wujudnya Rasul sebagai sebab wujud alam semesta, tidak ada bumi dan langit, manusia dan lainya. Sebab beliau hendaknya bertasyakur terhadap kelahiran Nabi Saw,” ujar Kiai Hamdan.
Ia menjelaskan arti sholawat menurut hakikat dan kebahasaan yang jarang orang ketahui. “Pada ayat tentang sholawat itu ada fiil mudhori yang istimror, selalu bersholawat, maka disitu pentingnya kita bersholawat kepada Rasulullah saw. Kemudian kita harus tahu keistimewaan Rasul, antara lain Rasul itu adalah makluk yang paling sempurna yakni yang paling Allah cintai sebagai Habibullah,” jelas Kiai Rois Idaroh Wustho JATMAN DKI Jakarta ini.
Manusia yang luar biasa, Rasulullah unggul dalam segala bidang. Tidak satu pun dari hidupnya yang negatif. Kalo kita ikut Rasul maka dosa dan kesalahan kita akan diampuni. Bahwa Muhammad Saw adalah Rasul dan
Kiai Hamdan memberikan prinsip-prinsip agar selalui mengikuti jejak dan akhlak Nabi Muhammad supaya segala kesalahan dan dosa diampuni. “Ada lima prinsip yang harus dikuasai, yang pertama, takbirullah (mengagungkan Allah) kita akan sukses dalam berdakwah, kedua, akhlak yang mulia, ketiga, tinggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, keempat, jangan pernah mengharapkan imbalan jasa, yakni orientasi materi duniawi maka gagal-lah hidup kita, dakwah itu mengajak orang lain untuk kembali kepada Allah Swt. Kelima, bergerak di jalan dakwah kepada allah hendaknya bersabar,” pesan Kiai Hamdan.
Perlu diketahui, Acara Maulid Nabi Muhammad ini dimulai dengan pembacaan maulid Nabi dan diramaikan dengan penampilan santri putra dan putri, dengan puisi dan muhadharah dan ditutup dengan doa.
Pewarta: Abdul Mun’im Hasan
Editor: Warto’i