Jelang Multaqo Sufi Internasional, TDM Gelar Multaqo Sufi Nasional
Para mursyid dan ratusan pengamal Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah (TDM) di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Darussa’adah asuhan KH. Imam Sibawaih Muzani, Kebumen Jawa Tengah pada Kamis 13 Juli 2023 lalu.

Kebumen, JATMAN Online – Para mursyid dan ratusan pengamal Thariqah Dusuqiyah Muhammadiah (TDM) di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren Darussa’adah asuhan KH. Imam Sibawaih Muzani, Kebumen Jawa Tengah pada Kamis 13 Juli 2023 lalu.
Mereka datang dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Jakarta, Cirebon, Banten, Tegal , Pekalongan, Jepara, Kudus, Banjanegara, Wonosobo, Surabaya, Banyuwangi, Madura, tak terkecuali Riau, Lampung, Maluku, Jambi dan Lombok dalam rangka memeriahkan Multaqo Sufi Nasional I TDM. Hadir juga para mursyid dari sejumlah thariqah lain, khususnya Thariqah Syadziliyah, Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, Thariqah Syathariyah dan Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah.
Sebagai penyelenggara dan mewakili seluruh pengamal TDM se-Indonesia, Habib Ahmad Zaki bin Abdullah Syahid Assegaf menyambut baik para tamu undangan, baik dari unsur PCNU Kebumen, JATMAN Kebumen serta mursyid-mursyid dari berbagai thariqah mu’tabarah, antara lain KH. Ahmad Makhin, KH. M. Saifuddin, KH. Sonhaji, KH. Munajat, KH. Asfihani, KH. Syamsul Hilal, KH. Imam Khanafi dan tokoh-tokoh penting lainnya.
Habib Zaki Assegaf mengutip salah satu wasiat Maulana Sayyid Mukhtar bin Ali bin Muhammad ad-Dusuqi al-Maliki al-Husaini selaku Grand Syekh TDM bahwa santapan termanis sekaligus nutrisi terbaik bagi thariqah adalah semangat zikir, wirid dan cinta.
“Santapan termanis sekaligus nutrisi terbaik bagi thariqah adalah semangat zikir, wirid, cinta, persaudaraan serta pengorbanan,” kata Habib Zaki dalam keterangan yang diterima, Minggu (16/7).
Selain itu, Mudir Am Idarah Syu’biyah JATMAN Kebumen KH. M. Saifuddin menyatakan dalam sambutannya, antar sesama thariqah sudah selayaknya guyub dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.
“Tidak seperti kesan yang dahulu, thariqah yang satu terkadang menjatuhkan thariqah yang lain,” ungkapnya.
“Yang paling penting, marilah kita lakukan amaliyah thariqah mengikuti petunjuk mursyid kita masing-masing. InsyaAllah hasil maksud tujuan kita berthariqah yang pada Intinya kita itu sangat berharap diri kita itu bisa bersih, ya paling tidak jangan sampai terlalu kotorlah, maka bersama mari kita jaga, haliyah (perilaku lahir batin) jam’iyah Thariqah niku memang disorot di tengah masyarakat,” pesan Kiai Saifuddin.
Di kesempatan lain, KH. Asfihani yang hadir mewakili Thariqah Syathariyah memberikan pesan agar setiap acara besar hendaknya mengundang lebih banyak mursyid lagi.
“Multaqo Sufi I yang diagendakan oleh TDM dengan nama Muktamar Sanawi hendaknya juga mengundang mursyidin dari thariqah-thariqah lain dengan jumlah yang lebih banyak,” ucapnya.
Dalam hal ini, Katib Syuriyah PCNU Kebumen KH. Ahmad Adib Amrullah, Lc. (Gus Adib) menyambut baik saran tersebut. “InsyaAllah ke depan, kita akan menghadirkan Habib Luthfi dan Habib Umar selaku tokoh dan pemuka JATMAN pusat,” pungka Gus Adib.
Untuk diketahui, Multaqo Sufi I yang mengangkat tema “Menuju Kejayaan Umat dan Bangsa” ini dimulai dengan pembahasan tema-tema menarik ala Muktamar JATMAN dari masa ke masa, seperti membayangkan wajah mursyid, berzikir sambil bergoyang, bertepuk tangan dalam zikir dan lain-lain. Malam harinya, acara tersebut diisi dengan wirid serta aktivitas amaliyah ala TDM dan ditutup dengan panjatan doa oleh KH. Syamsul Hilal selaku Naib Am TDM Indonesia, KH. Heri Talaohu selaku Mudir Am Idarah Wustho JATMAN Maluku, dan Habib Ahmad Zaki bin Abdullah Syahid Assegaf selaku Mursyid TDM di ujung selatan Pulau Sumatra.
Acara multaqo ini juga disemarakkan bertepatan dengan momen peringatan Maulid Maulana Syekh Mukhtar Ali Muhammad ad-Dusuqi yang lahir di Asyuth Mesir pada tanggal 13 Juli 1950.
Pewarta: Abdul Aziz Sukarnawadi
Editor: Warto’i