Gus Nadirsyah Jelaskan Pentingnya Belajar Mengenal Diri

September 28, 2023 - 08:56
 0
Gus Nadirsyah Jelaskan Pentingnya Belajar Mengenal Diri

Jakarta, JATMAN Online – Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand Gus Nadirsyah Hosen menjelaskan bahwa hidup ini sebuah proses panjang untuk belajar mengenali diri. Setiap detik adalah undangan dari Sang Waktu untuk kita terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Gus Nadir sapaan akrabnya menyampaikan setiap kesalahan memang diganjar dosa, namun Tuhan sediakan juga ampunanNya seluas langit dan bumi.

“Setiap hal baik akan diganjar pahala, tapi Tuhan tegaskan juga bahwa surga hanya dapat dimasuki berdasarkan rahmatNya. Maka ampunan dan rahmatNya menjadi incaran kita untuk menggapai ridhaNya,” tulis Gus Nadir melalui akun Facebooknya, dikutip JATMAN Online, Ahad (23/4/2023).

Syarat untuk memohon ampunanNya itu, lanjut Gus Nadir, adalah kerendahan hati mengakui kesalahan kita. Syarat untuk mendapatkan rahmatNya itu adalah kerendahan hati mengakui ketidaksempurnaan ibadah kita.

“Syarat menggapai ridhaNya itu adalah kerendahan hati menyerahkan dengan utuh diri kita untuk meniti shirat al-mustaqim. Maka ber Islam itu adalah kerendahan hati. Dengan kata lain, merendahkan semua hal tentang diri kita sebagai seorang hamba di depan Malikin Nas (Raja semua manusia) dan Maliki Yaumiddin (Raja Hari Pembalasan),” jelasnya.

Menurut Dosen Monash University ini proses pembelajaran untuk mengenal diri ini bukan bertujuan untuk mengalahkan orang lain atau menguasai dunia. Justru tujuannya adalah mengalahkan diri sendiri.

“Musuh utama manusia itu adalah dirinya sendiri karena, seperti terdapat dalam al-Qur’an, manusia itu sering berkeluh kesah, jarang bersyukur, tidak tahan menderita dan juga serakah tidak pernah puas atas apa yang dimilikinya. Belajar mengenali diri kita guna mengendalikan dan lantas menaklukkannya adalah perjuangan dalam setiap detik kehidupan,” ucap Gus Nadir.

“Alhamdulillah kita sudah melewati sebulan penuh proses pembelajaran di bulan Ramadan. Semoga kita semua kembali ke fitrah jati diri kemanusiaan kita (al-‘aidin) sebagai seorang hamba, dan semoga kita termasuk orang-orang yang telah menang (al-faizin) mampu mengalahkan ego diri kita sendiri,” imbuhnya.

Gus Nadir mengajak untuk mengakhiri bulan Ramadan ini dengan saling meminta maaf. Tak peduli, siapa yang benar atau salah. Tak peduli apa kesalahan kita. Kita adalah manusia biasa yang tak sempurna, tempatnya salah dan alpa.

“Semoga kebaikan dan keberkahan sepanjang tahun menemani kita sampai kelak kita bertemu Ramadan kembali tahun depan. Insya Allah bi idznillah,” ungkapnya.