Khutbah Arafah 2024, Habib Ali Hasan Al Bahar Ingatkan Haji Momentum Asah Diri Jadi Manusia Sesungguhnya

Juni 16, 2024 - 21:00
Juni 18, 2024 - 05:34
 0
Khutbah Arafah 2024, Habib Ali Hasan Al Bahar Ingatkan Haji Momentum Asah Diri Jadi Manusia Sesungguhnya

Makkah, JATMAN Online – Habib Ali Hasan Al Bahar menyampaikan bahwa haji itu merupakan momentum asah diri untuk menjadi manusia sesungguhnya.

"Mari kita jadikan haji sebagai momentum mengasah diri kita menjadi manusia yang sesungguhnya," kata Habib Ali Hasan Al Bahar.

Hal tersebut disampaikan Habib Ali dalam khutbah Wukuf Arafah di tenda Misi Haji Indonesia Arafah, Makkah, Sabtu (15/06/2024).

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan arafah ialah tempat membuka mata kita melihat diri kita sebagai manusia dan melihat manusia lainnya dengan pandangan kemanusiaan.

"Di padang Arafah ini kita melihat seluruh saudara kita umat islam seluruh dunia membawa panji kehormatan bangsanya masing-massing, seperti itu juga kita sebagai bangsa indonesia membawa diri kita dalam ketinggian harga diri bangsanya," jelasnya.

"Karakter manusia Indonesia yg membawa tradisi akhlaknya dimanapun dia berada. Akhlak karekter manusia indonesia mampu memberikan gambaran perwujudan," imbuhnya.

Habib Ali menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah membanggakan kita semua di hadapan para malaikat-Nya.

"Di sinilah Allah subhanahu wa ta’ala bertajalli kepada hamba-Nya dan mengatakan wahai para malaikat-Ku, lihatlah mereka hamba-hamba-Ku mendatangi Padang Arofah. Saksikanlah dan catatlah Aku memberikan kepada para hamba-Ku apa yang merekapun lupa untuk mereka mohonkan untuk dirinya," ujarnya.

Disampaikan oleh Habib Ali, wukuf di Arafah menjadi momen bertemunya tawajjuh dengan tajalli.

"Kita bertawajjuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bertajalli kepada kita. Tawajjuh berarti menghadapkan pandangan nurani kita kepada kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. Dan tajalli artinya Allah menghadapkan pandangan-Nya di atas singgasanaNya kepada kita semua. Maka jangan sekali-kali gusar akan haji kita," paparnya.

"Mari kita yakin dengan seyakin- yakinnya bahwa Allah ridha terhadap haji kita tahun Ini. Bahasa ridho ini karena memang bahasa ridho ini tidak ada yang menolak seluruh umat Islam. Allah Ridho terhadap keberadaan di alam semesta ini. Dan Arofah merupakan bagian alam semesta ini," tambahnya.

Habib Ali Hasan Al Bahar berpesan untuk jamaah haji Indonesia setelah kepulang ke tanah air dari Tanah Suci terus menjaga akhlak ke sesama muslim dan non muslim.

"Semoga kepulangan kita nanti dari haji ini mampu menjaga akhlak, bukan hanya kepada sesama muslim saja bahkan dengan non muslim pun kita harus berakhlak karena Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam tidak di utus hanya untuk satu golongan yang disebut Islam akan tetapi keberadaan Nabi untuk seluruh alam termasuk yang di dalamnya ada non Muslim," pungkasnya.

Terakhir, Habib Ali mengutip dua ayat al Qur’an yaitu surah al-Mumtahanah ayat 8 dan surah al-Ma’idah ayat 8.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Mumtahanah ayat 8:

 لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Maknanya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. Sungguhn, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil,” (Surat Al-Mumtahanah ayat 8).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ.

Maknanya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan,” (Q.S Al-Ma’idah ayat 8).