Gus Nadirsyah Jelaskan Seorang Salik Gapai CintaNya dengan Sabar

September 28, 2023
Gus Nadirsyah Jelaskan Seorang Salik Gapai CintaNya dengan Sabar

Jakarta, JATMAN Online – Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand Gus Nadirsyah Hosen menjelaskan seorang salik dalam menggapai cinta kepada Allah membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Gus Nadir sapaan akrabnya menyampaikan Shams Tabrizi adalah guru spiritual dari Maulana Jalaluddin Rumi. Kehadirannya dalam hidup Rumi mengubah segalanya. Rumi tanggalkan posisinya sebagai Guru Besar. Rumi belajar kembali makna cinta dalam khalwat bersama Shams.

Dosen Monash University ini mengatakan tiba-tiba Shams menghilang meninggalkan Rumi. Ada yang bilang Shams sengaja menghilangkan diri dari Rumi untuk memasuki periode menyapih Rumi. Ada yang bilang dia dibunuh oleh anak atau pengikut Rumi sendiri yang tak rela melihat Rumi menjadi berubah gara-gara Shams. Entahlah.

“Kepergian Shams nyatanya menimbulkan duka mendalam bagi Rumi. Maka mulailah Rumi menari berputar dan menulis bait-bait indahnya dalam Matsnawi,” tulis Gus Nadir melalui akun Facebooknya, dikutip JATMAN Online, Kamis (1/6/2023).

Menurut Alumni UIN Jakarta ini, keterpisahan melahirkan rintihan hati berupa karya yang jenius. Mungkin kita jadi paham fenomena penyanyi Adele yang melejit akibat lagu patah hatinya: “Someone like you”. “Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead (Terkadang bertahan dalam cinta, tapi terkadang malah menyakitkan)”.

Gus Nadir mengungkapkan bahwa salah satu yang diajarkan oleh Shams adalah ‘Pecinta itu sabar karena mereka tahu bulanpun butuh waktu untuk menjadi purnama’.

“Saat kita mulai berjalan menuju cintaNya, banyak stasiun yang harus kita lewati. Dalam setiap stasiun ada cobaan berat yang harus kita jalani. Jika tak sabar, para salik akan mudah jatuh dan putus asa. Jika tak kuat menanggung derita cinta, para salik akan gagal menemukan jalan lurus menujuNya,” jelasnya.

“Jika hendak cepat-cepat menemuiNya tanpa merasakan beratnya memanggul cintaNya dalam keseharian, para salik diingatkan bahwa itu sebenarnya nafsu, bukan cinta. MencintaiNya tak boleh instan. Ini bukan mie rebus kan?,” lanjutnya.

Gus Nadir mengingatkan bahawa cinta itu butuh kesabaran. Ungkapan Shams diatas sulit dipahami oleh para salik yang sedang mabuk jatuh cinta ataupun para jomblo yang sulit menemukan cinta sejati.