Pentingnya Menjaga Niat dalam Belajar

Islam mewajibkan semua umatnya untuk thalabul ilmi atau menuntut ilmu dari masa balita sampai ajal menjemput.

Kewajiban menuntut ilmu tidak lain adalah agar umat Islam memiliki pengetahuan yang luas, sehingga mampu memahami keagungan dan kebesaran dzat-Nya.

Ilmu adalah denganya semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Semakin seseorang berilmu, semestinya ia semakin dekat dengan-Nya. Ilmu apapun itu baik agama, maupun ilmu-ilmu yang lain misal, ilmu kedokteran, ilmu biologi, psikologi, hubungan internasional maupun yang lainnya.

Dalam mencari ilmu, yang sangat perlu diperhatikan adalah terkait dengan niat. Jika niat dalam mencari ilmu salah, maka bisa berakibat fatal. Oleh karena itu niat dalam mencari ilmu harus sangat hati-hati. Seperti Hadits Nabi, “Sesungguhnya semua amal itu tergantung pada niatnya.”

Hadits ini mengisyaratkan bahwa apapun yang kita lakukan harus berlandaskan niat. Niat adalah kewajiban bagi para penuntut ilmu, karena niat merupakan pokok dalam segala perbuatan.

Niat yang baik, maka akan menghasilkan kebaikan. Begitu juga sebaliknya. Sesuai dengan Hadits Nabi yang artinya, “Banyak amal perbuatan yang bentuknya perbuatan duniawi, kemudian menjadi amal ukhrawi karena bagus niatnya, dan tidak sedikit amal perbuatan yang bentuknya amal ukhrawi, kemudian menjadi perbuatan duniawi sebab buruk niatnya.”

Dari Hadits ini bisa kita petik kesimpulan bahwasanya seseorang yang menuntut ilmu haruslah mempunyai niat yang baik. Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Ta’lim Muta’allim, yaitu mempunyai niat mencari ridha Allah, kebahagiaan akhirat, membasmi kebodohan diri sendiri maupun orang lain, mengembangkan agama atau mengabadikan Islam.

Sebab keabadian Islam itu harus diwujudkan dengan ilmu, sedangkan berbuat zuhud dan takwa itu tidak sah jika tanpa ilmu.

Selain itu, dalam Kitab Ta’lim juga dijelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu hendaknya memiliki niat untuk mensyukuri atas kenikmatan akal dan kesehatan badan, serta tidak niat untuk mencari popularitas, tidak untuk mencari harta dunia, juga tidak niat mencari kehormatan di mata penguasa maupun manusia lainya.

Orang yang mempunyai kesalahan niat dalam mencari ilmu dampaknya sangat fatal, seperti yang dijelaskan dalam kitab Adabul Alim wal Muta’allim bahwasannya Rasulullah bersabda,

عن النبى صلى الله عليه وسلم ” من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به الفقهاء أو يصرف به وجوه الناس أدخله الله في النار”

Artinya, Barangsiapa menuntut ilmu untuk menandingi ulama, mendebat para ahli fikih, atau menjauhkan manusia dari Tuhanya, Maka Allah akan memasukkanya ke dalam neraka. (HR. Bukhari).

” من تعلم علما مما يبتغى به وجه الله تعالى لا يتعلمه إلا ليصيب به غرضا من الدنيا، لم يجد عرف الجنة
Artinya, Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya bertujuan meraih keridhoan Allah, akan tetapi dia mempelajari ilmu dengan tujuan meraih harta duniawi, maka dia tidak akan mencium bau surga.

وعنه صلى الله عليه وسلم” من تعلم علما لغير الله أو أراد به غير الله فليتبوأ مقعده من النار.”

Artinya, Barangsiapa mempelajari ilmu dengan tujuan selain Allah atau selain mencari ridha Allah, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka.

Dari hadits di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwasanya jika kita mempunyai niat yang salah dalam mencari ilmu, seperti niat untuk mencari pekerjaan, mencari nilai, jabatan serta apapun yang bersifat duniawi, maka ancamannya tidak tanggung-tanggung yaitu Neraka.

Syekh Sufyan at Tsauri berkata, “Ilmu dipelajari hanya untuk dijadikan sarana menuju ketakwaan kepada Allah. Ia memiliki kelebihan yang tak dimiliki yang lain karena fungsinya sebagai sarana pengantar ketakwaan kepada Allah ta’ala.

Jika fungsi ini tidak teraplikasikan dan tujuan penuntut ilmu telah tercemar dengan keinginan mendapatkan duniawi seperti harta dan tahta, maka pahala menuntut ilmu hangus, amal perbuatannya dihapus dan dia merugi dengan sejelas-jelasnya.”

Mari kita senantiasa memperbaiki niat kita dalam mencari ilmu, agar apa yang kita lakukan tidak merugikan diri kita sendiri. Jika kita mempunyai niat yang baik, percayalah urusan duniawi akan menghampiri kita, termasuk harta dan pekerjaan, pasti Allah akan memberikannya yang terbaik. Wallahu A’lam.

Kontributor: Muhammad Alvin Jauhari (Penulis adalah Ketua PK MATAN UIN Sunan Ampel Surabaya, Mahasiswa Hubungan Internasional UIN)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...