Connect with us

Berita

Haul KH. Achmad Sjaichu ke-27 Pendiri Pesantren Al-Hamidiyah Depok

Published

on

Depok, JATMAN Online – Secara etimologi, haul berarti satu tahun. Secara istilah, bermakna peringatan yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya tokoh masyarakat.

Haul bertujuan untuk mengenang jasa orang yang sudah tiada dan sebagai pengingat kematian, Rasulullah Saw mengingatkan kita كفى بالموت واعظا

“Cukuplah kematian menjadi nasehat (mau’idhah) (bagi Anda)”.

Kematian adalah nasehat yang tidak bicara. Dan nasehat yang berbicara adalah Al-Qur’an.

Al-Magfurlah KH. Achmad Sjaichu meninggal dunia pada 04 Januari 1995, beliau merupakan tokoh Islam International, tercatat sebagai presiden Dewan Pusat Organisasi Islam Asia Afrika (OIAA) dalam konferensinya yang pertama di Bandung, tanggal 6-14 Maret 1965.

Di Organisasi Nahdlatul Ulama Al-Magfurlah KH. Achmad Sjaichu pernah menjadi salah seorang ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sampai tahun 1979.

Al-Magfurlah KH. Achamad Sjaichu mendirikan Lembaga Dakwah Ittihadul Muballigin pada tahun 1979. Dan sebagai cita-cita beliau terakhir yakni mendirikan Pesantren Al-Hamidiyah Depok pada tahun 1988. sebagai tempat pembentukan pengkaderan santri yang siap berdakwah di masyarakat. Menyebarkan Islam ala Ahlusunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Pada acara peringatan Haul ini, selaku Ketua panitia Ust. Syifa Zakaria mengundang para santriwan dan santriwati yang masih liburan di rumah masing-masing untuk hadir di Zoom Meeting. Pembacaan Yasin, Tahlil dan Dzikir oleh Santri kelas XII Rizwan.

Pada saat yang sama hadir untuk menyampaikan testimoni oleh Ust Nur Fadhilah Rais Ketua IKAH (Ikatan Keluarga Alumni Al-Hamidiyah), bahwa santri hendaknya dapat meneladani sosok dari Ketokohan Al-Magfurlah, yakni beliau sebagai disegani, berwibawa, memiliki Kharisma sebagai pribadi mulia.

“Al-Magfurlah sebagai Ulama yang disegani memiliki pergaulan yang luas baik kepada para Kiai maupun Habaib, beliau sebagai tokoh yang dermawan, dengan hartanya banyak membantu untuk perjuangan Umat Islam, beliau sebagai yang alim dan berkahlak mulia,” Ujar Alumni 26.

Hadir menyampaikan testimoni oleh Ust. Saiful Anam Rausin, M. Pd, hendaknya para santri mengetahui siapa Al-Magfurlah Pendiri Pesantren Al-Hamidiyah, ketika kita tahu dari sosok KH Achmad Sjaichu maka kita akan merasakan keberkahan dan akan merasakan kebanggaan sebagai santri baliau.

Dari sosok beliau kita dapat ambil pelajaran dengan 3W. yang pertama adalah Wasiat beliau bahwa santri harus bangga dengan kesantriannya, santri haruslah bisa segala-galanya dan siap menjadi pemberi manfaat, faidah untuk masyarakat. Yang kedua yaitu Warisan, santri haruslah mengetahui sebaik-baiknya warisan adalah ilmu. Dari Pesantren Al-Hamidiyah inilah kita akan mendapatkan Ilmu yang berkah dan manfaat untuk kehidupan kita. Ketiga adalah Wasilah, dengan keberadaan beliau sebagai perantara, kita sebagai santri dapat merasakan keberkahan dari ilmu dan ketokohan beliau.

“Saya bangga dapat menjadi santri Al-Magfurlah sehingga dapat merasakan keberkahan dari ketokohan beliau, saya sebagai santri sampai ke Istana Negara untuk pembacaan doa berkah wasilah beliau,” Pungkas Wakil Sekretaris PWNU Jakarta.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Drs. KH. Ahmad Mahfudz Anwar, MA Selaku Ketua Majelis Ta’lim Pesantren Al-Hamidiyah Depok.

Acara dihadiri oleh Zuriyah Al-Magfurlah KH Achmad Sjaichu, civitas Pesantren, para santri, Alumni, pengurus Nahdlatul Ulama se-Jabodetabek. (red. Abdul Mun’im Hasan)

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending