Ngaji Kliwonan: Makna Tauhid dalam Surat Al Fatihah

September 20, 2023 - 00:10
 0
Ngaji Kliwonan: Makna Tauhid dalam Surat Al Fatihah

Maulana Habib Luthfi bin Yahya berkata:

Dalam kitab Jami’il Ushul fil Auliya’ pada bab Tauhid, dijelaskan bahwa keutamaan Surat Al Fatihah salah satunya ada pada kalimat Mukhathab Wahdaniyah yang maknanya tidak bisa di ganggu gugat. Kalimat tersebut memiliki penafsiran bahwa sesungguhnya Allah Swt. tidak ada sesuatupun yang menyekutukannya. Adapun yang dimaksud Mukhathab Wahdaniyah terdapat dalam kata “اِيَّاكَ” yang secara tegas menyatakan hanya mutlak milik Allah Swt.

Maka apabila seseorang menghendaki shalatnya khusyu’, ketika azan sudah berkumandang, ucapkanlah ‘Alhamdulillah’ karena usia kita sampai pada waktu shalat tersebut. Suatu kehormatan bagi seorang hamba untuk bisa menghadap Allah Swt. Hudhurnya adalah wudhu dengan bahagia. Selanjutnya ketika shalat sudah dimulai dengan membaca takbiratul ihram, usahakan untuk kembali hudhur, artinya mendatangi Allah Swt. Anggap bahwa shalat adalah kebanggaan seorang hamba kepada Allah Swt.

Kemudian khusyu’ yang kedua diambil dari ucapan,” اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ” yang memiliki arti “hanya kepadamulah” maksudnya bahwa Allah Swt. sama sekali tidak bisa diduakan. Kalimat tersebut memiliki makna, “aku menyembah, aku meminta yang secara langsung ditujukan kepada pencipta, yaitu Allah Swt.” Di dalam kalimat tersebut juga menggunakan lafdzul jama’ dalam kata نَعْبُدُ dan نَسْتَعِيْنُ yang artinya bukan untuk kita sendiri tetapi semua makhluk, yang seolah-olah memiliki arti dari sekian banyak hal, yang wajib disembah hanyalah Allah Swt. Maka itu, dalam permulaan Surat Al fatihah terdapat lafadz “اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ” yang merupakan keterangan dari kata “اِيَّاكَ”

Adapun selain pertolongan dari Allah Swt. yang diminta dalam kata “وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ”, sesungguhnya yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari hanya ikhtiar belaka. Tapi jika ikhtiar tidak bisa diposisikan dengan benar, maka justru akan mendatangkan kesyirikan, sebagai contoh:

“Jika saya sakit, saya harus minum obat agar saya sembuh”

Maka ikhtiarlah semata-mata untuk menambah taat kepada Allah Swt. Selain mendapat  pahala ikhtiar, maka akan pula mendapat pahala ketaatan.

Wallahu a’lam.