Connect with us

Berita

JATMAN Nganjuk Laksanakan Musyawarah Daerah

Published

on

Nganjuk, JATMAN.OR.ID: MUSDA JATMAN (Musyawarah Daerah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah) Idaroh Syu’biyah Nganjuk diselenggarakan pada Sabtu, 7/11, di Pondok Pesantren Tegal Arum, Kertosono, Nganjuk. Dihadiri oleh para masyayikh dan mursydin se-kabupaten Nganjuk. Kali ini mengusung tema Dengan Musda kita memasyarakatkan dzikir dan kita dzikirkan masyarakat.

Acara ini juga didukung oleh MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah) dan tidak lupa pula mengundang PMII, IPNU/IPPNU, Muslimat Wathonah dan Badan Otonom yang lain. Turut dihadiri juga oleh MATAN dari Tulungagung dan Kediri.

Rangkaian acara dilaksanakan mulai pagi hari pukul 07.00 sampai 13.00, dilanjutkan sholat Zuhur dan dilanjutkan rapat pleno.

Sebagai perwakilan, MATAN ditugasi dalam acara MUSDA JATMAN untuk menjadi pelaksana seminar yang diketuai oleh Gus Tajul Mafachir, dengan pembicara Gus Hasym, Gus Zuhal, Gus Rasyid sebagai perwakilan Pengurus Pusat MATAN dan Kyai Kharis perwakilan Idaroh Wustho JATMAN. Acara ini dimoderatori oleh ikhwan Wahyu Irvana, Wakil Ketua MATAN Tulungagung.

Kyai kharis menyampaikan, “Thariqah berkontribusi sangat penting untuk pembangunan karakter anak bangsa, atau bahasa santrinya karakter itu akhlak, karena thariqah adalah sebuah proses.” Begitu cuplikan seminar yang disampaikan oleh beliau. Gus Iid juga menyampaikan sedikit keterangan tentang apa itu MATAN, bermula dari kegelisahan beliau, mahasiswa tidak memiliki wadah dalam hal ubudiyah, kalau PMII adalah wadah untuk aktivis, IPNU/IPPNU adalah wadah dalam perkuliahan (pendidikan), dan pada tahun 2009 beliau sowan ke Maulana Habib Luthfi bin yahya kemudian Habib langsung memberi nama MATAN. Tugas dari MATAN ini adalah mengantarkan orang menuju guru masing-masing.[Tajul Mafahir]

Berita

132 Kader MATAN Menjadi Relawan Pustaka

Published

on

By

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Sebanyak 132 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) mendaftar sebagai relawan pustaka pada perpustakaan digital JATMAN yang baru dibangun.

“Pustaka Digital JATMAN ini merupakan program kerja jangka panjang JATMAN Online dalam rangka mewujudkan visi menjadi referensi utama dan pertama tasawuf di Nusantara,” ungkap Muhammad Afdhol, inisiator pembuatan pustaka digital JATMAN.

Perpustakaan Digital JATMAN ini dibatasi pada koleksi dengan tema tasawuf dan turunannya. Ia sudah dapat diakses pada link https://pustaka.jatman.or.id. “Beberapa koleksi buku sudah dapat dibaca pengunjung,” imbuhnya.

Seluruh relawan pustaka melakukan inventarisasi koleksi tasawuf, baik koleksi berbahasa Indonesia, Arab maupun Inggris. Buku-buku yang sudah masuk list lalu disubmit ke dalam sistem pengelolaan koleksi. Sistem ini menggunakan aplikasi opensource Senayan versi terbaru yang dirilis oleh Slims.

Dari 132 relawan ini, dibentuk group-group kecil yang menangani bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari tim inventarisasi, tim pengetikan dan tim admin yang melakukan submit. “Bila gedung JATMAN nanti sudah memungkinkan dan ruang pustaka juga sudah available, tidak menutup kemungkinan perpustakaan offline juga akan dibangun,” kata Afdhol. Pada waktunya nanti, relawan ini akan dibagi ke dalam beberapa group lain untuk menangani pengadaan buku dan perawatan koleksi.

Untuk menyesuaikan kemampuan relawan pustaka ini, Pengurus Pusat MATAN akan memberikan pelatihan tehnik pengelolaan dan manajemen perpustakaan. “Kita akan carikan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan skill dan pengetahuan pengelola perpustakaan JATMAN ini,” dukung Ketua Umum MATAN, DR. Hasan Chabibie, M.Si.[Red]

Continue Reading

Berita

Komunitas Umbul Teduh Ngaji Tasawuf

Published

on

By

Lampung, JATMAN.OR.ID: Adakan terus kajian-kajian tasawuf untuk meningkatkan spiritualitas kita, mahasiswa dan masyarakat, di tengah gencarnya infiltrasi paham radikalisme. Demikian disampaikan Pengelola Pondok Pesantren Manbaul Huda Batanghari, Gus Hamid pada acara pengajian spiritual PTT, Sabtu (21/11) di sekretariat Komunitas Umbul Teduh, Lampung.

Komunitas Umbul Teduh adalah salah satu komunitas yang ada di kota Metro, Provinsi Lampung secara rutin mengadakan ngaji tasawuf SPT PPT (Spiritual Para Pencari Tuhan) setiap malam Minggu. Pengajian ini dihadiri oleh beberapa komunitas mahasiswa di kota Metro, di antaranya Komunitas Santri Suluk, MATAN, Mahasiswa IAIN Metro Lampung dan juga dihadiri masyarakat sekitar.

Ngaji tasawuf ini nantinya akan terus diadakan sebulan dua kali setiap malam Minggu melalui pertemuan langsung di Komunitas Umbul Teduh.

“Ngaji Tasawuf SPT PPT ini pada dasarnya menjadi agenda rutin Komunitas Umbul Teduh untuk meningkatkan kualitas spiritual anggota yang berasal dari aneka berlatar belakang, akademisi, aktivis mahasiswa dan masyarakat,” jelas Direktur Komunitas Umbul Teduh, Lutfi Hakim.

Biasanya pengajian ini diisi dengan tema-tema filsafat dan tema sosial lainnya. Namun kali ini diperlukan kajian yang bersifat spiritual agar lebih dekat dengan Tuhan (taqorrub ilallah), tambah Lutfi.

Diawali dengan membaca Rotibul Hadadd, pengajian ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kesufian.

Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat dan dapat mengisi kekeringan spiritual masyarakat baik dari kalangan komunitas, aktivis mahasiswa dan masyarakat akademis yang selama ini lebih banyak mendapatkan kajian sosial dan filsafat saja.[Mukhlis Ardiyanto, Penanggung Jawab Ngaji Tasawuf SPT PPT Komunitas Umbul Teduh]

Continue Reading

Berita

Ratusan Warga Sindanglaut Laksanakan Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Saad

Published

on

By

Cirebon, JATMAN.OR.ID: Kabar meninggalnya salah satu ulama dari Solo, KH. Abdullah Saad menyebar begitu luas. Tidak hanya masyarakat Solo saja yang merasa kehilangan atas pulangnya Ketua Bidang II PP MATAN tersebut, ratusan penduduk Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Cirebon ikut merasa berduka.

Informasi tersebut datang dari salah seorang ustadz setempat, Oong Suparno (20/11). “Baru saja kami melaksanakan shalat Ghaib untuk Romo Yai Dulah Saad di Masjid Jami al-Iman Sindanglaut,” ungkapnya.

Ajakan shalat Ghaib tersebut disampaikan oleh perangkat Desa Sindanglaut, Kiai Ahmad Husaini kepada segenap jamaah shalat Jum’at. “Sebelum shalat Jum’at dimulai, Kiai Ahmad Husaini yang akan bertindak sebagai khatib menyampaikan kepada jamaah agar ikut serta melaksanakan shalat Ghaib untuk pengasuh Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan, Karanganyar Solo,” tambahnya.

Shalat Ghaib dan doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Mohammad Ichsan Aziz B.Sc., atau biasa disapa Kiai Ichsan, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hidayah Sindanglaut.

KH. Abdullah Saad bin Ali Ahmadi bin Nawi Marsidin merupakan salah satu murid Rais ‘Aam Idaroh Aliyah JATMAN, Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Adapun buku-buku yang pernah beliau tulis, di antaranya adalah Kang Bejo jilid I dan II, Tahu Menceng,  dan Nalar Inshofi.

Beliau meninggal pada hari Selasa, 17 November 2020 pukul 19.20 WIB di RS Indriati Solo Baru. Jenazah dimakamkan pada hari Rabu, 18 November 2020 pukul 13.00 WIB di area pemakaman Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan.[Yazid]

Continue Reading

Facebook

Trending