Connect with us

MATAN

Ngaji MATAN UINSA, Yai Yardho: Pentingnya Ilmu Tauhid

Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (PK MATAN) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali mengadakan pengajian rutin kitab Risalah Laduniyyah karya Imam Ghazali tiap Ju’mat Malam (09/10).

Published

on

Photo: Alvin

Surabaya, JATMAN Online: Pengajian rutin yang diselenggarakan ini diisi oleh Pembina PK MATAN UINSA, Dr (Cand). KH. Moh. Yardho, M.Th.I. Pengajian tersebut diadakan melalui virtual via aplikasi zoom sekaligus juga offline bertempat di Pondok Pesantren Al-Jawi Surabaya, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Kajian tersebut diikuti oleh berbagai anggota dan muhibbin MATAN dari berbagai daerah.

Dalam ngaji tersebut Yai Yardho sapaan akrab beliau menjelaskan tentang orang alim.

“Orang alim itu yang bisa menanggapi yang diketahui dan juga bisa mendeskripsikanya.” Terangnya.

Ia menambahkan bahwa Imam Ghazali menyebutkan ilmu tauhid itu ilmu yang paling mulia. Sebagaimana dakwah Rasulullah Ketika di Makkah mengajarkan ketauhidan terlebih dahulu kepada para sahabatnya.

“Ilmu tauhid itu ilmu yang paling penting dan mulia, bahkan hadits yang berbunyi Thalabul Ilmi Faridhatan itu maksudnya yang wajib adalah ilmu tauhid, itu menurut Imam Ghazali.” Jelas Yai Yardho selaku Dosen di UINSA.

Ilmu tauhid adalah ilmu tentang ketuhanan atau ilmu tentang mengenal Allah. Kemudian Pengasuh Al-Jawi ini menjelaskan bahwa kita dalam belajar ilmu tentang Allah itu harus berguru, tidak boleh secara otodidak.

 “Kita dalam belajar ilmu tentang Allah atau ilmu agama harus kepada orang yang benar-benar berilmu atau alim, jangan sampai belajar secara otodidak, karena itu sangat membahayakan dan bisa juga tidak sesuai denga apa yang Allah inginkan.” Tambahnya.

Di akhir pengajian Yai Yardho menambahkan bahwa ilmu tauhid tidak bisa berdiri sendiri.

“Ilmu tauhid tidak bisa berdiri sendiri tapi dibutuhkan juga dengan ilmu-ilmu yang lain. Oleh karena itu, untuk sempurnanya ketauhidan kita, maka harus mengetahui banyak ilmu, misal seperti ilmu alam, astronomi, fisika, dan sebagainya, semakin banyak mengetahui ilmu maka semakin sempurna ketauhidan kita.” Pungkasnya. [Alvin Jauhari/MATAN UIN Surabaya]

Berita

PPKM Darurat, MATAN Kota Cirebon Adakan Bansos

Published

on

Cirebon, JATMAN.OR.ID – Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon mengadakan acara Bakti Sosial (Baksos) peduli kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Covid-19. Agenda ini digelar sebagai upaya meringankan beban masyarakat kelas bawah yang terkena secara langsung dan tidak langsung akibat PPKM Darurat Covid-19 pada Minggu (18/7). 

Pembagian paket sembako dan pakaian dilakukan secara langsung di beberapa jalanan Kota Cirebon dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Sohib M. habiburohman selaku Ketua PC MATAN Kota Cirebon menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara atas dukungan dan kerja sama dari seluruh Pengurus Cabang Matan Kota Cirebon.

“Kami, khususnya PC MATAN Kota Cirebon turut prihatin pada dampak PPKM Darurat ini, maka perlunya kami mengulurkan sebagian apa yang kita punya untuk mereka yang terkena dampak dari pada PPKM Darurat covid 19,” jelasnya.

Selanjutnya Wakil Ketua MATAN Kota Cirebon Sohib Chaerul Umam berharap wabah virus corona ini cepat berakhir.  

“Kita semua berharap semoga Covid-19 ini segera berlalu dan kita bisa kembali hidup normal. Meskipun akan sulit juga bagi kita karena setelah ini yang terjadi adalah era new normal. Dimana akan ada kebiasan baru yang mucul di masyarakat,” ungkapnya. (ap)

Continue Reading

Berita

MATAN IAIN Cirebon Adakan Pembacaan Ratib Al-Haddad untuk Keselamatan Bangsa

Published

on

MATAN IAIN Cirebon

Cirebon, JATMAN.OR.ID: Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Adakan Pembacaan Ratib Al-Haddad dan Do’a Bersama untuk Keselamatan Bangsa Secara Virtual, Kamis, (15/7/21).

Acara yang dibarengi dengan Ngaji Tasawuf itu dihadiri oleh Pengurus Komisariat, demisioner MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon dan Kang Imamuddin SQ (mantan Ketua Pengurus Cabang MATAN Kota Cirebon periode 2018-2020) yang juga selaku pengisi materi Ketasawufan.

Acara Dwi mingguan ini sedikit berbeda karena dibarengi dengan pembacaan Ratib Al-Haddad dan Do’a untuk keselamatan bangsa, Imamuddin selaku pemateri ngaji tasawuf menuturkan, semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi media kita untuk berikhtiar meminta perlindungan dari Allah SWT.

MATAN IAIN Cirebon

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa menjadi media kita untuk berikhtiar meminta perlindungan dari Allah SWT.” tuturnya

Melanjutkan, ” Saya apresiasi penuh dan perlu diadakan lagi kajian tentang tasawwuf ini. Karena penting sekali dalam kehidupan ini. Dan senang karena peserta sangat semangat dan antusias, semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.”pungkasnya.

Ketua Pengurus Komisariat, Khumaedi NZ menuturkan bahwa kegiatan ini ikhtiar kita sebagai hamba supaya tetap dalam lindungan-Nya.

“Kegiatan ini sebagai ikhtiar kita untuk selalu mengharap pertolongan-Nya Semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan-Nya.” Ucapnya.[Ahmad Kamiludin]

Continue Reading

Berita

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Published

on

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Wajo, JATMAN.OR.ID: Gairah dan semangat berthoriqoh kader-kader MATAN menjadi roda penggerak organisasi. Silaturahim, menghadiri majelis zikir dan membaca ratib merupakan salah satu rutinitas penguat ikatan batin dan merancang strategi perekrutan dan pengembangan kader diberbagai daerah. Pengurus Wilayah (PW) MATAN SULSEL memberikan restu untuk melakukan persiapan suluk dan pembentukan PC. MATAN di Kabupaten Wajo, Kabupaten yang terkenal dengan Kota Sutera dan masyarakat santri.

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Guna melaksanakan agenda tersebut, Sabtu, 19 Juni 2021, Kader MATAN SULSEL Hardianto, Adri Aladin, S. Pd dan rombongan melaksanakan silaturahim dan ziarah makam. Diantara tempat yang dikunjungi adalah:

  1. Silaturahim dan meminta arahan kepada Idarah Syu’biyah JATMAN Kab. Wajo yang diwakili oleh K.H. Muhammad, Subhan, MA. silaturahim tersebut disepakati K.M. Muhammad Takdir sebagai ketua panitia suluk. Rencana pelaksanaan suluk diselenggarakan pasca Idul Adha 1442 H.
  2. Ziarah makam ulama bersejarah:
    a. Ziarah makam kakek Wali Songo, yaitu Syekh Habib Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini (w 1453) M.) di Tosora. Dahulu Tosora adalah ibu kota kerajaan Wajo, disebelah makam terdapat peninggalan masjid Tua Tosora dan peninggalan makam-makam kuno. Allahu yarham K. H. Abdurrahman Wahid sudah dua kali mengunjung makam tersebut.
    b. Ziarah Makam Laoddang Pero Datu Larompong-Luwu: Arung Matoa Wajo ke 44 Matinroe riMasigina, dan Andi Makkulawu Rumpang Megga Ranreng Talo Tenreng Wajo.
    c. Ziarah makam Syekh Alim Allamah K. H. Muhammad As’ad; maha guru ulama SULSEL yang lahir di kota suci Makkah, pendiri Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, dan salah satu murid terdekat Syekh Sayyid Ahmad Asy-Syarif As-Sanusi. Lokasi makam di pekuburuan Bulu Bellang Jalan Pattiro Sompe Sengkang.[Har]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending