MAKNA ISYARI BARZAKH ( PEMISAH) ANTARA DUA LAUTAN

April 2, 2025 - 18:37
April 2, 2025 - 18:38
 0
MAKNA ISYARI BARZAKH ( PEMISAH) ANTARA DUA LAUTAN

Allah berfirman:

قال الله تعالى مرج البحرين يلتقيان بينهما بررخ لا ببغيان (سورة الرحمن؛ ١٩- ٢٠)

Allah Ta'ala berfirman"Dia membiarkan dua lautan mengalir yg keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yg tidak dilampaui masing-masing."(QS. Ar-Rahman; 19-20)

Dalam memahami makna ayat diatas, dapat ditinjau dua perspektif tafsir:

1. Tafsir Ibari (syariat)

2. Tafsir Isyari (hakikat)

TAFSIR IBARI 

Secara makna dhahir ayat diatas menjelaskan kajian ilmiah memahami keajaiban Alqur'an yang mana kekuasaan Allah memberikan barzakh (pembatas) antara dua lautan dalam arti antara air asin (laut) dan air tawar (sungai) barzakh yang dimaksud terletak di Muara antara laut dan sungai yang mana air nya tidak bercampur antara asin dan tawar atau tidak menjadikan sungai menjadi laut. Maka banyak para ahli2 ilmuwan baik muslim dan kebanyakan dari non muslim melakukan riset penelitian tentang dua lautan ini dengan menguras pikiran dan menghabiskan uang sampai ber milyaran dalam observasi penelitian ilmiah keajaiban Alqur'an inj.

TAFSIR ISYARI 

Tafsir kedua disebut juga Tafsir Sufi, melalui para ahlullah2 para kalangan al-Arifin, wali-wali Allah dan ahlu kasyf dalam memberikan penafsiran Isyari hakikat dari ayat diatas. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya bertemu". Penafsiran makna ayat ini sangat beragam atau multi tafsir Isyari. Kenapa? Karena masing-masing kalangan Ahullah, Arifbillah atau wali-wali Allah yang kasyf memiliki pemahaman dan penafsiran sendiri tergantung dari irfani dan makrifat yang diperoleh dari Allah. Dan Allah Ta'ala melimpahkan pemahaman ilmu Asrar di hati masing-masing, kekasih-Nya. Diantara makna ayat diatas pertama;

Lautan Musyahadah dan lautan ketersingkapan Ruh

Al-Arifbillah Al-Imam Ruzbahan Al-Baqli Asy-Syirazi dalam Tafsir Arasy Al-Bayan fi Haqa'id Al-Qur'an menjelaskan;

إشارة الحقيقة بالبحرين: بحر مشاهذة تجلي القدم، وبحر الروح يكشف له بحر جماله وجلال 

Isyarat hakikat dua lautan adalah :, lautan penyaksian (musyahadah) manifestasi (tajalli) Qadim Al-Haq, dan lautan ruh yang tersingkap dari lautan Jamal (keindahan) dan Jalal (Kemuliaan) Allah.

Tafsir Ruzbahan Al-Baqli menerangkqn antarq lautan Qadim dan lautan hudust (baharu) keduanya bertemu melalui tajalli-tajalli Sifat-sifat Nya kepada hamba-hambaNya dan hambaNya Ruh sebagaimana media tempat penerimaan tajalli Allah melaluinya ketersingkapan (mukasyafah). 

بينهما برزج لا يبغيان : أي برزخ اعظم من ننزية قدمه من تناول الحدث.

Diantaranya keduanya ada batas (barzakh) yang tidak dilampaui masing-masing artinya barzakh (pembatas) yang agung dari pada tanzih (ketidakserupaan) Qadim (dengqn yang baharu) dengan tidak bercampur antara yang Qadim dengqn yang baharu.

Kedua, lautan Ruhani dan lautan jasmani

Beberapa Ulama-ulama Sufi menjelaskan, oleh Al-Arifbillah Syeikh Ismail Al-Hakkie Al-Brosawi dalam kitab Al-Mi'ratul Al-Haqa'iq memjelaskan:

مرج البحرين هما بحر الوجوب، وبحر الإمكان 

Dia membiarkan dua lautan mengalir yaitu lautan al-Wujuob dan lautan al-Imkan.

يلتقيان التقاء الروح بالجسم، لأن الروح في الحقيقة بحر الوجوب، والجسد بحر الإمكان 

Kemudian bertemu ruh pada jasmani, sesungguhnya ruh pada hakikatnya lautan wujoub dan jasad/jasmani lautan imkan.

بينهما اي : بين البحرين المذكورين : برزج من القدرة الإلهية بحيت يكون بحرا واحدا، فإن الواجب لا يكون ممكنا ابدا، وكذا الممكن لا يكون واجبا أبدا.

Keduanya yaitu diantara dua lautan yang dimaksud, ada batas (barzakh) dengan kuasa Ilahiyyah yang tidak bisa dilampaui masing-masing untuk menjadi satu lautan. Sesungguhnya yang Wajibul Wujud tidak mungkin menjadi yang mumkinat, dan sebaliknya yang mumkinat tidak mungkin menjadi yang Wajibul.

Dalam penafsiran Sufi yang lain Asy-Syaikh Al-Arifbillah Al-Imam Abdul Razaq Al-Kasyani dalam Tafsir Ibnu Arabi menjelaskan;

مرج البحرين بحر الهيولى الجسمانية الذي هو الملح الاجاج وبحر الروح المجرد الذي هو العذب الفرات يلتقيان في الوجود الإنساني بينهما برزج هو النفس الحيوانية التي ليست في صفاء الارواح المجردة والطافتها ولا في كدورة الأجساد الهيولانية وكثافتها لايبغيان لايتجاوز حدهما حده فيغلب على الآخر بخاصيته فلا الروح يجرد البدن ويمزج به ويجعله من جنسه ولا البدن يجمد الروح ويجعله ماديا سبحان خالق الخلق القادر على مايشاء.

Ibn Arabi menafsirkan "Dia membiarkan dua lautan mengalir, yaitu lautan hayula jasmaniya ( misteri jasmani) yg rasanya asin dan lautan mujarrad (ruh murni) rasanya tawar yg keduanya kemudian bertemu dalam wujud Insaniyah. Di antara keduanya ada barzak (pembatas) yaitu nafsu haewani yang bukan dalam kejernihan dan kelembutan ruh murni, dan bukan pula dalam katsroh (banyak) dan kasarnya jasad-jasad materi pertama (Ajsam hayula) yg tidak dilampaui oleh masing-masing, yakni yang satu tidak melewati batas yg lain sehingga menguasai nya dengan spesifikasinya sehingga ruh tidak meninggalkan badan, tidak mengeluarkan nya dan tidak pula menjadikannya termasuk bagian dari jenisnya, dan badan pun tidak menjadikan ruh sebagai fisikdan menjadi nya materi. Mahasuci Allah pencipta semua makhluk dan Mahakuasa atas apapun yg Dikehendaki Nya.

Lautan asin ibarat jasad kasar (ajsad hayula)

Lautan tawar ibarah ruh (mujarrad)

Yg keduanya ada batas yaitu nafsu hewani, masing2 antara ruh dan jasad tidak bercampur, yaitu jasad menjadi ruh dan sebaliknya ruh tidak berubah jadi jasad. Yg diibaratkn antara air asin dan air tawar ada pembatas di muara sehingga tidak bercampur eksitensi kandungan air masing-masing.

Dari beberapa penjelasan penafsiran Isyari Sufi diatas, dapat difahami, dua lautan yang mengalir adalah lautan alam Lahut (ketuhanan) dan lautan alam Nasut (kemanusiaan) atau antara lautan martabat Qadim dan lautan martabat Hudust (baharu) yang kemudian bertemu pada alam Ruh. Namun keduanya ada barzakh pembatas tak mungkin keduanya bercampur antara yang Qadim dengan yang baharu.

BARZAKH

Barzakh adalah pemisah atau batas antara dua alam antara alam syahadah dan alam ghaib atau pembata antara martabat Qadim (Wujud) dengan martabat hudust.

Barzakh ada beberapa tingkatan:

Tingkatan pertamaa

Barzakh (batas) pemisah antara alam dunia (mulki/syahadah) dengqn alam (malakut) diantara kedua alam tersebut (mulki dan malakut) adalah alam mitsal dimana seseorang yang meninggal akan kembali ke asalnya untuk sementarq singgah ke alam mitsal sebelum menunju alam akhirat.

Tingkata kedua 

Barzakh antara alam mitsal dan alam malakut (martabat Wahidiyah) yaitu dibatasi dengan alam Arwah.

Tingkatan ketiga

Barzakh antara alam Malakut ( Wahidiyah) dan alam Lahut (Ahadiyah) diantaranya dibatasi alam Jabarut (Wahdah).

Maka barzakh Tingkatan ketiga inilah maqam Qaba qausain Aw Adna yaitu martabat Haqiqatul Muhammadiyah atau martabat Wahdah.