Connect with us

Berita

Kegiatan Maulid di Dayah Darul Ihsan Menerapkan Protokol Kesehatan

Published

on

Maulid

Pawoh, JATMAN.OR.ID: Jamaah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) melalui koordinator Asia Tenggara melakukan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Darul Ihsan, Labuhan Haji, Aceh Selatan, Jum’at 27 November 2020.

Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung secara khitmad dengan menjalankan protokol kesehatan dengan sangat disiplin, panitia menyiapkan berbagai alat penekanan penyebaran virus dan himbauan agar jaga jarak.

Panitia acara Maulid juga tidak melakukan penyebaran undangan, sehingga masyarakat tidak berkerumun namun bisa mendengar ceramah Maulid yang disampaikan oleh pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ali Abdillah melalui pengeras suara.

Dalam ceramahnya Kyai Ali Abdillah menjelaskan bahwa ilmu tharekat untuk menjaga hawa nafsu dan menjadikan diri kita zuhud agar mendapatkan musyahadah biar bisa mudah dan tenang dalam melalsanakan ibadah, ujar Kyiai Ali Abdillah.

Baca juga: Pengurus Wushto dan Syu’biyyah Dilantik; Kebangkitan Kembali Thoriqoh di Serambi Makkah

Kemudian Kyiai Ali juga mengajak jamaah selalu istiqamah dalam ilmu tharikat agar hati selalu dekat dengan Allah dan tidak pernah pusing atas apa yang telah ditetapkan oleh Allah kepada diri manusia itu sendiri.

Antusiasme masyarakat untuk mendengar tausiah yang juga disampaikan oleh Abuya Shekh H. Amran Wali Al-Khalidi pendiri MPTT yang juga pendiri Dayah Darul Ihsan, membuat jamaah MPTT dan masyarakat sekitar sempat terisak – isak ketika Abuya Amran menjelaskan pentingnya menjaga akhlak dan adab.

Selain Abuya Amran dan Ali Abdillah, malam yang sejuk itu dalam perayaan Maulid itu, juga turut hadir pemimpin Pondok Pasantren Raudhoh Al-Hikam Cibinong, Bogor, KH. Zein Djarnuzi.

Dalam ceramah singkatnya, KH. Zein Djarnuzi mengajak ummat Islam selalu bersatu dan kompak, dengan demikian sulit orang – orang kafir menghancurkan Islam lewat propoganda dan fitnah lewat susupan isu yang menyesatkan.

Dalam lawatannya di Aceh, KH. Ali Abdillah dan KH. Zein Djarnuzi juga Abuya H. Amran Wali Al-Khalidi bersama rombongan melakukan pawai ziarah ke makam Abuya Syeikh H. Muhammad Waly Al-Khalidi yang dikenal dengan Abuya Muda Waly di komplek Dayah Darussalam Blang Poroh yang tidak begitu jauh dari Dayah Darul Ihsan, Pawoh, Aceh Selatan. Dedi korlip Barat – Selatan.[Tauhid Irfani]

Berita

Jelang Munas JATMAN, Idaroh Aliyah Gelar Rapat Pleno

Published

on

pleno JATMAN

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) lakukan Rapat Pleno di kediaman Maulana Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan menjelang Musyawarah Nasional 2021 yang direncanakan di Bengkulu.

Rapat Pleno ini guna menyamakan visi dan misi organisasi JATMAN dalam menyambut Munas.

“Rapat pleno ini dalam rangka menyamakan visi dan persepsi terkait dengan jam’iyyah ini” kata Sekjen JATMAN KH. Mashudi saat di depan kediaman maulana Habib Luthfi bin Yahya, Selasa (5/5).

pleno JATMAN

Rapat pleno ini diharapkan menjadi tolok ukur saat Munas mendatang terutama dibidang ekonomi, ketahanan pangan, perkebunan dan perikanan.

“Disini kita memiliki program prioritas seperti kemajuan di bidang ekonomi, ketahanan pangan, peternakan, perkebunan dan perikanan” ujar Kyai Mashudi.

Sekjend JATMAN juga mengingatkan kembali bahwa acara ini untuk mempersiapkan Musyawarah Kubro atau Musyawarah Nasional JATMAN 2021 yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2021 di Bengkulu.

pleno JATMAN

Selain itu, Kiai Mashudi mengimbau bahwa acara Munas di Bengkulu dilaksanakan dengan mematuhi Protokol Kesehatan.

“Kita sudah sepakat akan mengadakan Munas di Bengkulu namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan” imbuhnya.[War]

Continue Reading

Berita

Sinergitas Perkuat Kemandirian Ekonomi, MATAN Lebak Adakan Taman Sufi

Published

on

By

Banten, JATMAN.OR.ID – Dalam rangka memperkuat hubungan antar lembaga, Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah (MATAN) Cabang Lebak menggelar acara Taman Sufi (Ta’aruf MATAN) dengan tema Silaturahmi Menjalin Sinergi pada Rabu (27/04) Sore.

Koordinator MATAN kecamatan Malingping Sohib Adi Yusdinar, menyampaikan bahwa  MATAN harus mampu membangun perekonomian, pertanian dan sebagainya.

“MATAN itu harus yang mandiri dan dapat menjadi pionir baik dari segi perekonomian, pendidikan, dan pertanian. Sebagaimana pesan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Thoha Bin Yahya “Matan Harus Mandiri”,” katanya ketika menyampaikan sambutan di Gedung MWCNU Malingping, Banten. 

Selaras dengan yang disampaikan Sohib Adi, Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede Ahmad Nazmudin menegaskan, “Para kader Matan harus bersifat mandiri dan diharapkan siap menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” tegasnya.

Ketua PC MATAN Lebak Sohib Dede menambahkan, MATAN dalam pergeraknnya selalu berpegang teguh kepada para alim ulama dalam mensyiarkan tarekat dikalangan pemuda.

“MATAN adalah organisasi yang mengenalkan thoriqoh dan peranannya terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selalu berpegang pada nilai spiritualis Intelektualis dan Nasionalme, dan tidak lepas dari landasan utamanya berpegang pada asasul khomsah yang tercantum pada SOP Juknis Matan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Sohib dede mengutip perkataan Gus Anam, MATAN harus bisa menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menjawab problematika dan tantangan umat.

“Diantara bagian generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para pendiri bangsa adalah sangat diharapkan sekali siap untuk menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa sehingga menjadi kader – kader yang tidak memalukan para leluhur bangsa. MATAN harus bisa Mandiri, berpikiran yang universal hindari dari kancah politik titik beratkan pada kepentingan bangsa dan Negara, lebih – lebih agama,” kata ketua MATAN Lebak.

Kegiatan ini juga sekaligus buka bersama dengan MATAN Koordinator Kecamatan Malingping, MWCNU serta Para Banom-banom nya diantaranya IPNU, IPPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimat. Dihadiri pula oleh Camat Kecamatan Malingping Bapak Lingga.

Kiyai Usep Saepudin selaku tanfidziyah MWCNU sangat mensupport kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh MATAN.

“Saya sangat mendukung dengan agenda-agenda MATAN, terutama dalam waktu dekat ini MATAN akan melaksanakan Suluk MATAN 1 dan bisa diadakan di Wilayah kesultanan Banten lebih tepatnya di Desa. Kenari Kec. Kasunyatan. Selain tempat tersebut nyaman juga mempunyai pusat sejarah,” ujarnya.

Penasihat MATAN Lebak KH. Ali Su’udi berpesan MATAN harus mendiri dengan menjalankan ekonomi kreatif.

“MATAN selain daripada mengenalkan tarekat juga harus menjalankan ekonomi kreatif yang mandiri yang dicontohkan para guru-guru dan ulama-ulama kita terdahulu, dan berperan aktif dalam lingkungan masyarakat. Karena Matan harus dapat menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa kedepan,” ungkapnya. [Dede Ahmad Nazmudin/ap]

Continue Reading

Berita

MATAN Yudharta Cetak Kader Ahlul Mal melalui Obrol MATAN Inspiratif

Published

on

MATAN Yudharta

PASURUAN, JATMAN.OR.ID: MATAN Yudharta hadir tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan penerus perjuangan ulama’, salah satunya melalui bidang perekonomian yakni pengusaha, maka dari itu, tak hanya mencetak ahlul Ilmi dan ahlul dzikri saja, tapi juga mencetak Kader Ahlul Mal melalui kajian online inspiratif dalam obrol MATAN.

Kajian online yang diadakan oleh CO.Departemen Ekonomi Kreatif MATAN Yudharta sebagai bahan acuan inspiratif dan inovatif untuk para pengusaha di masa sekarang. Kajian tersebut dilaksanakan kemarin pagi dini hari sekitar jam 08.00 WIB hingga selesai. (26/04/21).

Dalam Kajian tersebut membahas materi berupa tahap awal bagi pengusaha adalah Managemet, yang mana inti dari materi tersebut adalah “The way we influence people to achieve your goals” atau bagaimana cara kita untuk mendapatkan sesuatu dengan /menggunakan orang lain.

Tak hanya itu, materi yang dijelaskan oleh narasumber kita seorang Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta, Nasrul Fikri. Mempunyai 2 cara JITU yakni point pertama. Gunakan  bantuan orang lain, Pekerjakan orang sukses dan gunakan teknologi, sedangkan point kedua adalah Optimalisasi sistem kerja dan layout, supaya kerja lebih sedikit tapi dapat lebih banyak karena hal tersebut merupakan salah satu kiat-kiat cerdas seorang pebisnis.

Pentingnya membaca dalam berbisnis, karena membaca (wawasan) dan pengalaman (praktik) harus seimbang maka dari itu, bila Orang yang menginginkan hasil yang berbeda tapi tindakannya sama itu namanya orang gila” ujar Fikri, Bussines Consultants juga pendamping DEK MATAN yudharta

Sudah dijelaskan dalam kitab Tanbihul Ghofilin halaman 165 bahwasannya tiang agama itu ada 4, yakni ulama, umaro’, TNI/Polri, dan Pengusaha, hal tersebut menjadi dorongan untuk sahabat MATAN Yudharta dalam berupaya menjadi pengusaha yang cerdas, apalagi dimasa pandemi sepereti sekarang ini. (Fit).

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending