Connect with us

Nasional

Awal Ramadan 1443 H Diperkirakan Jatuh Pada Hari Ahad

Published

on

Kota Tangerang, JATMAN Online – Berdasarkan pada perhitungan ilmu falak secara manual sistem Nautical Almanac dari data Matahari (Sun) dan Bulan (Moon) hari Jum’at Pahing, 01 April 2022 (akhir bulan Sya’ban 1443 H)

{http://www.tecepe.com.br/scripts/AlmanacPagesISAPI.dll/pages?date=04%2F01%2F2022}

di mana data Matahari dan Bulan tersebut merupakan hasil pantauan satelit ruang angkasa NASA (National Aeronautics and Space Administration) diprediksi bahwa awal bulan Ramadan 1443 H di Indonesia jatuh pada hari Ahad Wage, 03 April 2022 M dengan hasil rekap sebagai berikut:

Hisab Awal Bulan Ramadan 1443 H. /2022 M. Menurut Sistem “Almanak Nautika”
(Rukyatul Hilal: Jumat Pahing, 1 April 2022 M)

Al-Hasib: KH. M. Thobary Syadzily
{Rois Idaroh ‘Aliyyah *Jam’iyyah Ahli ath-Thoriqot al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Povinsi Banten}.

=====================================================================

Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi – Indonesia
Lintang Tempat (Ø ) : -7° 1′ 44,6” Lintang Selatan
Bujur Tempat ( λ ) : 106° 33′ 27,8” Bujur Timur
Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 52,865 meter di atas Permukaan Laut

======================================================================

1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) akhir bulan Sya’ban 1443 H. terjadi pada hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 M. pada pukul 13 : 24 : 00 WIB (siang hari).

2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 di Pelabuhanratu, Sukabumi pada pukul 17 : 59 : 00 WIB

3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 08 : 58 WIB

4. Umur Hilal (عمر الهلال / Age of the Crescent Moon ) = 4 jam 35 menit

5. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 pukul 10:59 GMT = 340° 23′ 8,7″

6. Deklanasi Bulan hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 pukul 10:59 GMT = 2° 31′ 9,5”

7. Horizontal Parallax Bulan hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 pukul 10:59 GMT = 0° 56′ 42”

8. Semi Diameter Bulan hari Jum’at Pahing, 1 April 2022 pukul 10:59 GMT = 0° 15′ 24″

9. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = 2° 43′ 19,26” = 2,7° ( di atas ufuk / above horizon ).

10. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 2° 29′ 30,77” = 2,5° ( di atas ufuk / above horizon ).

11. Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 9 menit 58 detik.

12. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 274° 31′ 48,6” atau 274,5°.

13. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 272° 52′ 39″ atau 272,9°.

14. Posisi Hilal 1° 39′ 9,6” atau 1,7° di sebelah Selatan Matahari Terbenam dalam keadaan miring ke Selatan dengan sudut kemiringan sebesar 33° 33′ 11,37” atau 33,6°.

15. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) = 0° 11′ 57,63” = 0,199340867 jari.

16. Umur Bulan = 4 jam 35 menit.

17. Elongasi (Elongation /زاوية الاستطالة / Jarak antara Bulan dan Matahari) = 3° 11′ 4″ atau 3,2°.

18. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar 2° 29′ 30,77” atau 2,5° ( di atas ufuk ) hilal belum bisa dirukyat atau dilihat dengan menggunakan teropong / teleskop jika awan cerah, karena umurnya masih relatif muda yaitu 4 jam 35 menit. Juga, elongasinya (jarak antara bulan dan matahari) baru 3° 11′ 4”, belum mencapai 6,4 derajat. Dengan demikian: Awal bulan Ramadhan 1443 H. di Indonesia jatuh pada hari Ahad Wage, 03 April 2022 M.

Catatan

1. Penentuan awal Ramadhan 1443 H / 2022 M ini berdasarkan pada Kriteria Baru Kemenag RI (New MABIMS), yaitu tinggi hilal mininal 3° dan elongasi 6,4°

2. Data hisab ini sangat cocok dijadikan sebagai pedoman utama atau pokok bagi para perukyat untuk melakukan ru’yatul hilal di lapangan.

3. Keputusan selanjutkan menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam Sidang Itsbat Ramadhan 1443 H pada hari Jum’at malam Sabtu, 01 April 2022 usai shalat maghrib berjama’ah.

Kota Tangerang, 30 Maret 2022.
KH. M. Thobary Syadzily
(Rois Idaroh Wustho Jatman Provinsi Banten)

Continue Reading

Berita

1 Syawal 1443 H Diprediksi Jatuh Pada Senin 2 Mei 2022

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Pengurus Lembaga Falakiyah PWNU Banten, KH. M. Thobary Syadzily memprediksi 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin 2 Mei 2022.

Prediksi ini berdasarkan perhitungan falak secara manual sistem Nautical Almanac dan merupakan prediksi ilmiah bukan menentukan keputusan pemerintah.

“Tulisan perhitungan ilmu falak sistem hisab Nautical Almanac tentang jatuhnya awal Syawal 1443 H / 2022 yang saya buat ini semata-mata hanyalah prediksi ilmiah, bukan menentukan apalagi menyaingi pihak-pihak tertentu (نعوذ بالله من ذلك),” kata Kiai Thobari dalam keterangan tertulis, Senin (25/04).

Prediksi yang dilakukan Kiai Thobari juga hanya untuk mengamalkan ilmu yang dimilikinya. “Sekaligus mengamalkan ذکر البدن بالوفاء sebagaimana termaktub di dalam kitab Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori, karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (773-852 H / 1372-1449 M): 11/262, cetakan Al-Maktabah at-Taufiqiyyah, Mesir),” ujar Kiai Thobari.

Rois Idaroh Wustho JATMAN Banten ini mengungkapkan bahwa hasil prediksi yang dilakukan karena adanya permintaan dari umat islam khususnya warga nahdliyyin.

“Berbagai umat Islam di Indonesia meminta saya untuk membuat perhitungan ilmu falak secara ilmiah tentang jatuhnya awal Syawal 1443 H / 2022. Olehkarena itu, saya mencoba memenuhi permintaan tersebut,” ungkapnya.

Keputusan ini, lanjutnya, tidak mengatasnamakan NU atau ormas lain dan tidak mendahului keputusan pemerintah RI dalam sidang isbat nanti.

“Saya tidak mengatasnamakan NU dan ormas lainnya, juga hasil hisab saya tidak mendahului keputusan pemerintah RI dalam Sidang Isbat Syawal nanti di Jakarta pada Ahad malam Senin, 1 Mei 2022 ba’da shalat maghrib,” tegas Kiai Thobari.

Pimpinan Majelis Shalawat Syadziliyyah Nusantara (MESSANTARA) ini mengimbau umat islam indonesia mengikuti keputusan sidang isbat pemerintah nanti. “Ending atau hasil akhirnya nanti wajib mengikuti keputusan Sidang Isbat,” tuturnya.

Berikut Penjelasan Falakiyahnya

Pusat Observasi Bulan (POB) : Pantai Lhoknga, Aceh – Indonesia
Lintang Tempat (Ø ) : 5° 27′ 51,6” Lintang Utara
Bujur Tempat ( λ ) : 95° 14′ 30,57″ Bujur Timur
Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 33 meter di atas Permukaan Laut

  1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) akhir bulan Ramadhan 1443 H. terjadi pada hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 M. pada pukul 03 : 28 : 00 WIB (dini hari).
  2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 di Pantai Lhoknga, Aceh pada pukul 18 : 46 : 00 WIB
  3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 19 : 09 : 25 WIB
  4. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 pukul 11:46 GMT = 349° 54′ 25”
  5. Deklanasi Bulan hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 pukul 11:46 GMT = 16° 55′ 3,8”
  6. Horizontal Parallax Bulan hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 pukul 11:46 GMT = 0° 55′ 0”
  7. Semi Diameter Bulan hari Ahad Pahing, 01 Mei 2022 pukul 11:46 GMT = 0° 15′ 00″
  8. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = 6° 12′ 52,4” = 6,2° ( di atas ufuk / above horizon ).
  9. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 5° 51′ 14,18” = 5,9° ( di atas ufuk / above horizon ).
  10. Lama Hilal di atas ufuk ( الهلال فوق الأفق مكث / Long of the Crescent ) = 23 menit 25 detik.
  11. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 285° 19′ 42,6” atau 285,3°.
  12. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 286° 28′ 33,8″ atau 286,6°.
  13. Posisi Hilal 1° 8′ 51,2” atau 1,2° di sebelah Utara Matahari Terbenam dalam keadaan terlentang dengan membentuk sudut sebesar 11° 5′ 28,05” atau 11,1°.
  14. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) = 0° 23′ 17,66” = 0,397690467 jari.
  15. Umur Hilal ( عمر الهلال / Age of the Crescent Moon) = 15 jam 18 menit.
  16. Elongasi (زاوية الاستطالة / Elongation) = 6° 19′ 10,63” = 6,32°.
  17. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar 5° 51′ 14,18” atau 5,9° ( di atas ufuk ) sudah imkan ar-ru’yat yaitu hilal kemungkinan besar bisa dirukyat atau dilihat dengan menggunakan teropong / teleskop jika awan cerah. Dengan demikian: Awal bulan Syawal 1443 H. di Indonesia jatuh pada hari Senin Pon, 02 Mei 2022 M.

Catatan

  1. Penentuan awal Syawal 1443 H / 2022 M ini berdasarkan pada Kriteria Baru Kemenag RI (New MABIMS), yaitu tinggi hilal mininal 3° dan elongasi 6,4°
  2. Data hisab ini khusus digunakan sebagai pedoman utama atau pokok bagi para perukyat untuk melakukan ru’yatul hilal di lapangan.
  3. Keputusan selanjutkan menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam Sidang Itsbat Syawal 1443 H pada hari Ahad malam Senin, 01 Mei 2022 usai shalat maghrib berjama’ah.

Continue Reading

Berita

Prof Quraish Shihab Jelaskan Produktivitas di Masa Ramadan

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Pendiri Pusat Studi Al Qur’an, Prof Quraish Shihab, mengatakan bahwa dalam menjalakan puasa harus disertai dengan kegiatan-kegiatan yang produktif.

“Produktivitas itu adalah upaya untuk mencapai hasil maksimal dengan menggunakan sumber daya-daya yang kita miliki,” kata Prof Quraish dalam perbincangan bertema Jumpa Abi bareng Maudy Ayunda, Tips Ramadan Produktif: Kurangi “Mencuri Waktu” yang tayang di YouTube Najwa Shihab, Ahad (17/04).

Prof Quraish menjelaskan bahwa sumber daya manusia itu intinya terdiri dari empat daya, yaitu daya fisik, daya fikir, daya kalbu, dan daya hidup.

“Daya hidup itu adalah daya yang menjadikan anda mampu menghadapi tantangan dan memberikan semangat,” ujarnya.

Lanjut, Prof Quraish, dalam merancang sebuah kegiatan atau yang lainnya dibutuhkan perencanaan. Perencanaan itu perlu ilmu maka disini menggunakan daya fikir. Sedangakan, Silaturrahim itu banyak berkaitan dengan daya kalbu.

“Memang yang berkurang di Ramadan ini adalah daya fisik. Tapi sebenarnya daya fisik itu bisa meningkat kalo daya fikir, daya kalbu, dan daya hidup,” jelasnya.

“Kalo dari segi agama hendaknya yang diprioritaskan dibulan Ramadan itu daya pikir dan daya kalbu,” ucapnya.

Menurutnya, mungkin kebanyakan orang dulu berpendapat bahwa daya kalbu itu dzikir, daya fikir itu baca Qur’an, sebenarnya bukan hanya itu.

“Ketika membaca al Qur’an, kita ingin mendapatkan pengetahuan, kita ingn mendapatkan kekuatan kalbu. Jadi itu terjemahannya secara modern seperti itu,” imbuhnya.

Lanjut Prof Quraish, perlu melakukan perencanaan kegiatan dan berdialog dengan diri sendiri, kemudian esok harinya dilakukan evaluasi.

“Kalau konsepnya sama dengan hari kemarin, berarti rugi. Kalau hari kemarin lebih baik dari hari ini, berarti celaka. Maka yang beruntung adalah hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini,” katanya.

Prof Quraish mengingatkan, sebagai manusia individu maka perlu mengevaluasi dalam diri. Dari situlah perlu ada target, karena jika tidak maka akan dihadang oleh pencuri waktu.

“Pencuri waktu itu ada empat, yakni menunda-nunda, instruksi yang tidak pada tempatnya, menolak permintaan yang semestinya tidak diterima, mengobrol berkepanjangan tanpa isi. Ini adalah contoh-contoh yang dikemukakan oleh pakar menyangkut ketidaksadaran kita bahwa kita telah disita waktunya tanpa sadar,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

‘Alhamdulillah’, Tahun Ini Arab Saudi Buka Layanan Haji Bagi Satu Juta Orang

Published

on

By

Jakarta, JATMAN OnlineAlhmadulillah, Pemerintah Arab Saudi melalui kantor berita resminya menyatakan bahwa akan membuka pelayanan ibadah haji bagi satu juta orang pada musim haji tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Mekkah harus berusia di bawah 65 tahun dan sudah mendapat vaksinasi COVID-19 secara penuh. Hal ini disampaikan kantor berita Reuters pada Sabtu (09/04) yang mengutip pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang disiarkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency.

Jamaah dari luar negeri tahun ini diperbolehkan menunaikan ibadah haji dengan syarat telah mendapat vaksinasi penuh, menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, dan menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19.

Namun, Pemerintah Arab Saudi sampai sekarang belum menyampaikan informasi mengenai kuota jamaah haji untuk setiap negara, termasuk Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah mengatakan bahwa pengambilan keputusan mengenai kuota jamaah haji bagi setiap negara bukan hanya kewenangan Kementerian Haji dan Umrah, tetapi melibatkan instansi terkait lain di Kerajaan Arab Saudi.

“Jumlah kuota tidak akan sama seperti sebelum pandemi. Namun, Arab Saudi tahun ini siap menerima jamaah haji luar negeri dan persiapan terus dilakukan,” katanya dikutip dari laman Antara, Minggu (10/04).

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas sebelumnya mengatakan bahwa dia sudah menerima informasi mengenai rencana Pemerintah Arab Saudi membuka kembali pelayanan ibadah haji bagi jamaah dari luar negeri pada tahun 2022.

“Mungkin kuota haji tahun ini belum normal karena pandemi, namun saya berharap Indonesia dapat alokasi ideal,” jelas Gus Yaqut.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending