Connect with us

Berita

Rais Syuriah Nganjuk: Berkhidmat di NU Sama dengan Bertarekat

Published

on

Nganjuk, JATMAN Online – Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk KH Ali Musthofa Said, menjelaskan bahwa berkhidmat di NU sama dengan bertarekat. Sebab definisi tarekat yaitu jalan ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

“Orang yang mencintai dzikir, menjadi guru ngaji, dermawan kepada dhuafa dan berjuang di Nahdlatul Ulama ini juga tarekat,” terang Kiai Ali saat memberikan pengajian Kitab Minahussaniyah pada Jumat (04/03) di Kantor PCNU Nganjuk.

Dilansir dari NU Online Jatim, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hasan Tankila itu mengatakan, ketika memiliki keihklasan hati yang besar dalam berjuang melalui NU tidak sedikit jumlah orang yang diberikan oleh Allah untuk wushul ilallah.

“Mari kepada Nahdliyin senantiasa menjaga niat agar tetap lurus mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala,” katanyanya.

Menurutnya, orang yang tidak bisa zuhud kepada dunia maka tidak bisa membangun akhirat sebab tidak memiliki pondasi dasar. Salah satu faktor sukses agar seseorang bisa dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala adalah meninggalkan hubbuddunya atau mencintai dunia.

“Zuhud itu membersihkan hati dengan menghilangkan cinta terhadap dunia. Apabila seorang hamba cinta dunia 90 persen maka Allah cinta kepada hamba itu 10 persen. Jika seorang hamba mencintai dunia 0 persen maka Allah akan cinta kepadanya 100 persen,” paparnya.

Lanjut, Kiai Ali Musthofa Said menceritakan, ada salah seorang sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah shallahu’ alaihi wassalam akan masuk surga yang bernama Abdurrahman bin Auf. Ia merupakan orang sangat kaya lagi dermawan dan bahkan pernah mendermakan semua hartanya demi membela Islam.

Pada suatu hari Abdurrahman bin Auf sangat sedih mendengar Rasulullah shallahu’ alaihi wassalam mengatakan orang yang paling akhir sekali masuk surga adalah orang kaya karena dihisab paling lama. Ia kemudian berfikir bagaimana cara agar cepat miskin supaya dapat masuk surga lebih cepat.

Sepulang dari perang Tabuk, kurma di Madinah milik para sahabat busuk dan harganya jatuh. Mendengar hal itu, Abdurrahman bin Auf ikut prihatin dan berfikir dengan menolong sahabat-sahabatnya itu akan menjadi jalan menjadi miskin.

Tak lama setelah itu, Abdurrahman bin Auf menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik para sahabatnya dengan harga yang cukup tinggi. Para sahabat pun merasa gembira karena tiba-tiba kurma busuk mereka terjual dengan harga yang bagus. Disisi lain Abdurrahman bin Auf juga sangat bahagia karena yakin akan jatuh miskin.

Namun, bukannya menjadi miskin justru bertambah kaya karena kedermawanannya. Tiba-tiba datang seorang utusan dari negeri Yaman membawa berita, bahwa Raja Yaman mencari kurma busuk untuk obat wabah yang sedang menular di sana.

“Rezeki itu maqsum, sudah ada bagiannya sendiri-sendiri. Kalau sibuk mengurus dunia kita akan rugi,” ungkapnya

Diketahui, salah satu Badan Otonom (Banom) NU ada Lembaga yang berfokus pada penerapan ajaran-ajaran tarekat yaitu JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah).

Continue Reading

MATAN

Merayakan Lebaran, MATAN Yudharta Adakan Safari Keliling Masyayikh Di Pondok Pesantren Ngalah

Published

on

Pasuruan, JATMAN Online – MATAN Yudharta Pasuruan adakan safari keliling kepada para masyayikh di Pondok Pesantren Ngalah.Acara ini dilakukan guna terus menggerakkan tongkat estafet organisasi MATAN dengan para masyayikh, khususnya para gawagis. Karena MATAN Yudharta sendiri tidak pernah lepas dari bimbingan beliau.

Agenda ini dilaksanakan pada hari Senin (16/08) dengan diikuti oleh semua anggota MATAN. Lokasi yang menjadi tujuan utama dalam safari keliling adalah murrobih ruhina atau guru mursyid kita yakni Kiai Sholeh Bahrudin, kemudian dilanjutkan dengan ke rumah Pak Syaiful (Gus Pul), Agus H. Sholiq, Agus H. Yusuf Wijaya Lc.M, Agus H. Achmad Syaikhu, Agus H. Kholid Murtadlo, Agus H. Muhammad, dan Agus Miftahul Atiq.

Dari event sowan masyayikh ini, semua anggota MATAN mendapat pengingat dari para masyayikh seperti dari Agus H.Yusuf Wijaya bahwa yang penting dari MATAN adalah bisa membentengi mahasiswa dari sikap berpikir logis saja karena MATAN orientasinya untuk mengolah rasa, mengolah hati. Sepatutnya, pemuda memiliki benteng spiritual agar hanyut ke dunia bebas.

Ia berharap, kedepannya MATAN bisa menyentuh mahasiswa di luar pondok pesantren. karena banyak mahasiswa non-pesantren yang perlu ajakan dan dorongan dari MATAN agar bisa mengenal seorang guru mursyid.

“Bila MATAN mulai dikenal oleh mahasiswa non-pesantren, maka satu persatu, akan mampu dicapai karena MATAN mampu meraih zona luar pesantren untuk ikut bersyi’ar thariqah.” Ungkap Agus H.Saikhu.

Event ini ditutup dengan doa dari para masyayikh agar MATAN yang ada di Komisariat Yudharta Pasuruan selalu istiqamah dan mampu menjalankan cita-cita pendiri.

Penulis: MATAN Yudharta
Editor: Khoirum Millatin

Continue Reading

Berita

Idarah Ghusniyah JATMAN Sendang Agung Lampung Tengah Resmi Dilantik

Published

on

Lampung Tengah, JATMAN Online – Pelantikan pengurus Idarah Ghusniyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Kecamatan Sendang Agung Lampung Tengah diadakan di halaman Gedung MWC NU kecamatan setempat, Minggu (15/5).

Pelantikan kepengurusan JATMAN Sendang Agung tersebut digelar dalam rangkaian acara halal bi halal.

Mudir Idarah Ghusniyah JATMAN Ustadz Yasin Zakaria berpesan kepada seluruh pengurus JATMAN untuk dapat memberikan penjelasan terhadap masyarakat dalam mengenalkan terkait ketarekatan.

“Kita memiliki tugas, yaitu memberikan penerangan kepada masyarakat terkait dengan thoriqoh,” ujarnya.

Ustadz Yasin Zakaria mengatakan pengurus JATMAN tidak hanya mensyiarkan zikir semata, namun juga harus mensyiarkan ilmu. Pasalnya, saat ini banyak bermunculan orang dan kelompok yang memakai baju tasawuf atau tarekat, namun bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah.

“Lawan kita adalah kebodohan, ahlu thoriqoh harus menjadi ahli ilmu, karena ilmu itu ada dua; ilmu dzahir dan ilmu bathin. Segala sesuatu harus dibarengi dengan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Keseimbangan dalam kesadaran itulah yang menjadi misi bersama dari JATMAN Sendang Agung,” Jelasnya.

Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN Sendang Agung dihadiri Ketua JATMAN Wilayah Lampung Al Habib Assadullah, Ketua JATMAN Lampung Tengah KH. Muhtar Ghozali, KH. Syamsudin Thohir, Ketua Suriyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Tanfidiyah Ky. Hunasin, Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Ghufron Mustofa, Seluruh badan otonom (banom) NU Kecamatan Sendang Agung, Camat Kecamatan Sendang Agung Ade Sujana Dwiyanto, Ketua KUA Kecamatan Sendang Agung H.Rozikin, tokoh agama dan ratusan undangan lainnya.

Berikut ini pengurus Idarah Ghusniyah JATMAN Kecamatan Sendang Agung masa khidmat 2020-2025 yaitu:

(l) Majlis Ifta’, KH. Hamdad Mudzakir (Ketua),

(ll) Ifadliyyah, KH.Aceng Arifin (Rois), Ust. Muslihudin, S.Pd.l (Katib),

(lll) Imdloiyyah, Ust. Yasin Zakariya (Mudir), Ust. Mahmud Jauhari (Sekretaris) Triyono, S.Pd.l,

(IV) Imadiyyah, (a)- Lajnah Iqtishodiyyah, Ust Rasim, (b)- Lajnah Bahtsul Masa’il (Ky. Yasiruddin, (c)- Lajnah Muslimat Thoriqiyyah Nahdliyyah, Nyai Rokayah (ketua), Nyai Mariyah, D.Pd.l (Sekretaris), (d)- Lajnah MATAN, Muhammad Anwar S.Pd.l (ketua), Misbahuddin, M.Pd. (sekretaris).

Continue Reading

Berita

Rabithah ‘Alam Islami Siap Bantu Agenda Internasional NU

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengungkapkan bahwa Rabithah siap membantu kebutuhan-kebutuhan dalam pelaksanaan agenda-agenda internasional Nahdlatul Ulama (NU).

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang pantas menjadi teladan bagi organisasi-organisasi Islam lainnya di seluruh dunia”, kata Syaikh Muhammad dalam keterangan yang dikutip di Antara, Kamis (12/05).

Ia menyatakan bahwa NU ikut memegang hak milik atas Rabithah karena Rabithah dimaksudkan sebagai milik seluruh dunia Islam.

Hal itu ia sampaikan dalam kesempatan pertemuan pribadi bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf seusai penutupan “Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama” di Riyadh.

Syaikh Al Issa menyambut ajakan kerja sama itu dengan bersemangat karena yakin bahwa semua agenda NU dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membangun dan menebarkan kemaslahatan.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh dunia dan bertemu banyak orang. Tidak pernah saya mendengar pembicaraan tentang NU dan Anda pribadi (menunjuk Ketua Umum PBNU), kecuali hal-hal baik dan pujian saja,” ujar Al Issa.

Kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam langkah-langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang rumit dewasa ini.

“Apa pun bentuk dukungan yang anda butuhkan dalam upaya-upaya internasional Anda, jangan segan-segan menghubungi kami. Karena Rabithah ‘Alam Islami ini adalah milik Nahdlatul Ulama juga,” ujar Al Issa.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengakui bahwa agenda apa pun menyangkut dunia Islam akan sulit berjalan dengan baik apabila tidak melibatkan Kerajaan Saudi Arabia.

Hal itu mengingat bahwa kerajaan itu memegang kedaulatan atas dua tempat suci, pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending