Connect with us

Berita

Pesan Habib Puang Makka di HARLAH MATAN ke-9

Published

on

Habib Puang Makka

Makassar, JATMAN.OR.ID: Syekh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka (mursyid tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf) dalam acara seminar nasional di HARLAH MATAN ke-9 memberikan kata kunci tentang sejarah peran sosial pemuda tarekat yang mempunyai satu sikap kematangan berpikir yang sangat populer.

Napak tilas sejarah yang menjadi teladan adalah sahabat Sayidina Ali Karramallahu wajhah ketika diambil dan dibimbing oleh Rasulullah SAW. Di usia mudanya, Sayidina Ali menjadi seorang anak yang cerdas dan kuat hatinya, sampai kekuatan batin itu terbukti pada usia 22 tahun sewaktu nabi diperintahkan untuk hijrah. Dengan kekuatan pemikiran dan hati yang teguh, Rasul SAW. memerintahkan sahabat Ali menggantikan posisi tidur nabi dan memakai jubah Rasulullah SAW. karena sahabat Ali kuat hatinya, cerdas pemikiran dan pemberani.

Habib Puang Makka

Tanpa diskusi menanyakan beberapa alasan kepada nabi, Ali sami’na wa ata’na. Sahabat Ali-pun mengikuti nabi SAW. hijrah ke Madinah, sehingga sahabat Ali mempunyai pedang zulfikar yang digunakan berjihad. Para masyaikh terdahulupun diusia muda mampu memberikan kontribusi besar dalam kehidupan. Misalnya, Syekh Hasan Asy-Sazuli diusia muda mampu mengolah perekonomian dengan baik, Syekh Yusuf Al-Makassar menjadi panglima perang membantu Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.

Peran sosial pemuda sudah lama dimiliki oleh para mursyid. Hanya menjadi kelaziman pengambilan manaqib mursyid lebih banyak memetik pada usia yang sudah tua. Inilah menjadi tantangan kedepan adalah, “Apakah pemuda tarekat mampu mengambil peran saat ini, tantangan dahulu berbeda dengan sekarang.”

Jauh hari sebelum adanya Covid-19, pernah diungkapkan Habib Puang di depan para guru besar UNM bahwa gedung besar UNM ke depan akan kosong. Hal itu terbukti di bulan Januari ada covid-19, sehingga proses perkuliahan beralih kepada sistem online.

Pengamal tarekat harus mengambil fungsi dari 4 sifat wajib rasul saw., yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fatanah. Dua terkait dengan dimensi batin, yaitu wilayah siddiq dan amanah. Tabligh dan fatanah dimensi lahir, melalui jasad . Banyak orang ahli tablig; indah bahasanya, puisi, publish ilmu dan berita. Yang dipertanyakan, apakah yang dislogankan sesuai dengan kondisi batin. Orang pintar di Indonesia sangat banyak, namun Jujur yang kurang. Dimensi zahir sudah memadai, dimensi batin yang perlu diasah.

Zaman kebangkitan Eropa, kecendrungan lebih banyak mengejar kekuatan lahir. Karenanya, ahli tarekat datang mengimbangi menghidupkan nuansa ruhani. Karamah dan maunah muncul sebab pengamalan, tetapi bukan tujuan.

Para pelaku Tasawuf dapat dipetakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Ada mirip-mirip sufi, secara pandangan lahir menunjukkan seorang abid.
  2. Mengkaji kitab-kitab tasawuf hanya disimpan di pemikiran, pengamalan dalam kitab tasawuf seakan akan ditinggalkan.
  3. Memgang teguh amalan mursyid tarekat mu’tabarah.

Mengutip pesan Habib Husein bahwa “yang penting dari pengajian kitab adalah makna yang terkandung dalam kitab tersebut.” Kajian ok, amalan dari syekh perlu diamalkan. Habib Puang menegaskan, “Harus dihindari membanding-bandingkan syekh atau amalan tarekat, karena terdapat perbedaan dengan wilayah kajian ilmu. Talqin tarekat yang sudah diberikan mursyid, maka harus dipegang teguh untuk memunculkan energi. Apapun yang sudah diberikan AMALKAN, AMALKAN, AMALKAN. Tarekat adalah mengamalkan apa yang sudah diberikan oleh syekh.”

Anakku saya pesankan, lihatlah air , kalau ada menetas dalam satu botol, walaupun setetes yang masuk kedalam botol, itu artinya memperoleh berkah. Berbeda dengan botol yang selalu dipindahkan mengejar dari setiap tetesan air, boleh jadi tidak ada setetespun yang masuk. Lihat batu cadas, karena tetesannya tidak pernah dialihkan, maka batu itu akhirnya berlubang.

“Orang yang kuat amalannya, itulah yang akan mampu bertahan menghadapi derasnya zaman. Kalau kita ingin berkah dan kuat sebagaimana para anbiya’, maka kuatkan zahir dan batin,” tutur Rais Awal Idarah Aliyah JATMAN Pusat.[Hardianto]

Berita

Syekh Muhammad Mustafa: Jujur Kunci Wushul Ila Allah

Published

on

Syekh Muhammad Mustafa

Gunung Puteri, JATMAN.OR.ID: Ulama al-Azhar al-Syarief, Maulana al-Syarif Muhammad Musthafa Abdul Rahim Khalifa al-Khatib al-Husaini berkunjung ke Pondok Pesantren al-Rabbani Islamic College Cikeas Bogor asuhan Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA. untuk memberi ijazah salawat, Rabu (16/6/2021).

Syekh Muhammad Musthafa bersyukur datang ke Indonesia, sebab Indonesia adalah Negara yang sangat diberkahi Allah Taala.

“Di antara wujud berkah Allah Taala pada Indonesia adalah adanya Maulana Habib Luthfi bin Yahya dan banyak ahli tarekat yang energinya menjaga multikulturalisme di Indonesia,” ungkapnya.

Sebelum memberikan ijazah salawat, Syekh Muhammad Mustafa berpesan. Bahwa satu kunci keberhasilan dalam kehidupan rumah tangga, keluarga, pertemanan, organisasi dan masyarakat adalah kejujuran.  Jujur merupakan sifat utama Nabi Muhammad saw. dan Islam mengajarkan kejujuran.

Barang siapa yang hendak Wushul Ila Allah (berjumpadenganAllah). Maka ia harus memiliki sifat jujur. Sifat jujur sangat melekat pada diri seorang Salik. Sebagaimana kisah masa kecil Syekh Abdul Qadir al-Jailany.

Dahulu ketika Syekh Abdul Qadir al-Jailany bertolak ke Mekkah untuk mencari ilmu, beliau diberi uang saku sebesar 40 dinar. Saat diperjalanan, Syekh Abdul Qadir ditodong oleh perampok. Syekh Abdul Qadir kecil ditanya perampok ini, “Berapa uang yang kau punya?”. “40 dinar.” Jawab Syekh Abdul Qadir.

Lalu dengan rasa heran, uang Syekh Abdul Qadir diambil dan disetorkan pada pimpinan perampok. Perampok itu bilang pada pimpinannya, “Saya mengambil uang ini dari anak kecil. Saat kutanya ia menjawab jujur tanpa ketakutan.” Mendengar cerita dari anak buahnya, pimpinan perampok ini ingin bertemu dengan anak kecil yang jujur itu.

Setelah berhadapan dengan Syekh Abdul Qadir al-Jailany. Pimpinan perampok bertanya, “Kenapa kau jujur dan tidak takut bilang jumlah uangmu?”

“Selain memberi uang saku yang kalian ambil itu, Ibuku juga berpesan agar saya selalu jujur kepada siapapun.” Jawab Syekh Abdul Qadir. “Terima kasih, Anak kecil. Mulai hari ini saya bertaubat kepada Allah Taala.” Jawab pimpinan perampok dan ia bertaubat tidak merampok lagi.

Begitulah. Sungguh, kejujuran membawa seseorang pada kebaikan dan surga. Sedang kebohongan pasti menyengsarakan seseorang karena ia terus berusaha menutupi kebohongannya. Jika kalian berani jujur, artinya kalian memiliki karakter yang kuat dan percaya pada diri sendiri. Rasullah saw. bersabda, “Hiasilah diri kalian dengan kejujuran. Karena kejujuran menuntunmu pada kebaikan dan kebaikan menuntunmu pada surga.” Orang yang jujur akan selalu dijaga oleh Allah Taala.

Setelah memberi pesan. Syekh Muhammad Mustafa mengijazahi salawat al-Shalah al-‘Aliyyah ‘Ala Sayyidi al-Wujud Wa Khairi al-Bariyyah. Salawat ini beliau dapatkan dari ilham Allah Taala di makam Sayidina Husein bin Ali. Syekh Muhammad Mustafa mengijazahkan salawat ini berdasarkan izin dari Rasulullah saw. dan tanpa izin Rasulullah saw. beliau tidak akan sampaikan salawat ini.

Acara ini dihadiri oleh santri al-Rabbani, MWC NU dan Ansor Gunung Putri Bogor. (SBN)

Continue Reading

Berita

Safari Masyayikh PC MATAN Demak; Media Halal Bihalal dan Ngaji Masyayikh JATMAN

Published

on

Demak, JATMAN.OR.ID: Pengurus Cabang (PC) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) Demak menggelar acara safari masyayikh thoriqiyyah se-Kabupaten Demak pada hari Ahad tanggal 30 Mei 2021. Acara ini adalah acara tahunan setiap bulan Syawal sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenal lebih dekat dengan masyayikh dan pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Syu’biyyah Demak.

Kegiatan ini diikuti oleh Pembina MATAN Demak, segenap anggota pegurus dan para kader/muhibbin PC MATAN Demak. K. Fatkhurrohman selaku pembina MATAN Demak mengapresiasi kegiatan tersebut. “Bulan Syawal ini adalah momen paling pas untuk bersilaturahmi kepada para masyayikh yang mana hampir lebih dari setahun kita tidak mendapatkan asupan ruhani dari masyayikh” tutur beliau.

H. Supriyadi, S.Pd.I., M.Si selaku ketua PC MATAN Demak memotivasi para anggota dan kader dengan melakukan rapat dan koordinasi untuk menyusun agenda mulia tersebut. “Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena di Kabupaten ini banyak guru mursyid dan juga masyayikh yang menjadi pegurus JATMAN baik di tingkat pusat, wilayah, bahkan pembina MATAN Indonesia juga berada di Kabupaten kita. Halal Bihalal ini adalah momentum paling ideal untuk ngangsu kaweruh kepada beliau-beliau di masa pandemi seperti saat ini” tegas Ketua PC MATAN Demak.

Diantara guru mursyid dan masyayikh yang dikunjungi adalah Prof. Dr. KH. Abdul Hadi, MA (Mranggen), KH. A. ZAINI MAWARDI (Mranggen), KH. Said Lafif Lufti Hakim (Mranggen), KH. Zaenal Arifin Ma’shum (Sayung), KH. Muhyiddin (Sayung), KH. Lutfin Najib (Sayung), KH. Yasin Masyhadi (Wonosalam), KH. Ali Zubaidi (Wedung) dan KH. Alawy Mas’udi (Mutih Wetan Wedung)

“Dari sekian banyak yang hadir, siapa yang sudah berbaiat dan siapa yang belum berbaiat?” Tanya Prof. Dr. KH. Abdul Hadi, MA selaku pembina MATAN Indonesia. “Sebagai Pembina MATAN Indonesia saya berhak dan berkewajiban mengawal kalian semua. Kalian harus punya guru dengan sanad yang jelas, yang mu’tabaroh, yang siap menuntunmu mengenal lebih dekat akan tuhanmu. Silahkan kalian berbaiat kepada guru mursyid. Saya juga seorang mursyid juga siap membaiat kalian semua”. Pesan beliau.

Lain halnya dengan KH. A. ZAINI MAWARDI selaku Katib ‘Am Idaroh Aliyah JATMAN beliau menuturkan perjuangan beliau sejak berkhidmah di NU. “Dulu, zaman saya masih khidmah sebagai Syuriyah di NU Demak belum ada sarana transportasi seperti ini, saya sering bahkan hampir setiap hari ke kantor PCNU Demak dengan berbagai macam urusan. Itu saya lakukan dengan nglajo (pulang pergi) kalau sore atau malem pulang. Apa tidak capek? Ya capek. Kok tidak nginep saja, Kyai? Lha nanti Bu Nyai tidur sama siapa?” Guyon beliau agar kami tetap on fire di siang bolong, waktu paling enak untuk tidur siang. Kemudian beliau melanjutkan ceritanya “Tidak begitu, tadi guyon nggih. Kalau tidur di Demak, nanti para santri ngajinya bagaimana. Jadi meskipun dulu nyepeda ontel, kemudian naik bus menuju Demak ya tetap harus dilakukan karena itu adalah amanah. Kemudian ada sepeda motor, alhamdulillah sedikit bisa lebih cepat bolak baliknya. Itu saya lakukan sekitar 12 tahun lebih. Gitu saja masih rangkap jabatan sebagai wakil Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Sekarang malah diamanahi sebagai Katib ‘Am JATMAN Idaroh Aliyah”

Dari dua guru mursyid ini kita sebagai pengurus mendapatkan nutrisi baru untuk tetap semangat berkhidmah di MATAN. Terlebih saat kita bersilaturahmi ke KH. Yasin Masyhadi Wonosalam selaku Rois JATMAN Idaroh Syu’biyyah Kab. Demak. Beliau dengan tegas meminta anggota dan kader agar berlatih menata hati supaya ikhlas dalam berjuang. “MATAN harus belajar sedini mungkin menyisihkan sebagian rezekinya untuk berjuang di jalan Allah. Dalam Al-Qur’an kenapa Allah SWT berfirman Wajaahiduu biamwaalikum wa anfusikum kenapa didahulukan biamwaalikum dan diakhirkan waanfusikum itu artinya rumus berjuang MATAN adalah dengan harta benda terlebih dahulu baru kemudian dengan segenap jiwa dan raga. Maksudnya MATAN harus siap mentasharufkan sebagian rezeki yang dimiliki untuk kegiatan-kegiatan yang positif, contohnya seperti yang kalian lakukan saat ini.” Nasihat beliau yang diakhri dengan untaian doa kepada segenap pengurus PC MATAN Demak.

Kemudian safari masyayiikh dilanjutkan ke area Demak bagan utara, yaitu ke KH. Ali Zubaidi Mandung dan KH. Alawy Mas’udi Mutih Wetan Wedung. KH. Alawy adalah santri almagfurlah Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki Mekkah. Di sini kami bertabarruk dengan dengan solat Magrib berjama’ah di pesantren beliau dan dijamu dengan penuh kehangatan. “Aku hanya sekedar mencontoh siroh daripada guruku. Sayyid Maliki tidak pernah mempersilahkan para tamu undur diri sebelum semuanya pulang dalam keadaan kenyang”. Kisah beliau.

Waktu sudah mulai gelap. Kegiatan safari masyayikh dicukupi sekian dulu dan akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini diakhiri dengan silaturahmi ke kediaman ketua PC MATAN Demak di Desa Kenduren Wedung Demak sebelum peserta safari pulang ke rumah masing-masing. [Matan Demak]

Continue Reading

Berita

Yayasan Muslim Sinar Mas Silaturahim ke Habib Luthfi

Published

on

Sinar Mas Silaturahim ke Habib Luthfi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA: Dalam upaya memulikan ulama para pengurus Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) menemui Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau biasa dikenal dengan Habib Luthfi.

“Semoga menjadi rahmat bagi kita semua, karena justru Habib Luthfi sendiri yang berkunjung serta menyampaikan langsung bagaimana kiat membangun hubungan antarumat yang toleran dan saling membantu,” ujar Ketua Umum YMSM, Saleh Husin, Kamis (10/6). Dalam kesempatan itu, YMSM mewakafkan mushaf Alquran yang nantinya akan melengkapi sejumlah sarana peribadatan di Pekalongan, Jawa Tengah.

Saleh mengatakan, dakwah serta pemikiran Habib Luthfi akan menjadi referensi berharga dalam upaya meningkatkan keimanan serta membangun hubunan antarumat yang terbuka, damai, dan saling peduli. YMSM adalah wadah praktik ke-Islam-an yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkup Sinar Mas, dengan memanfaatkan potensi segenap karyawan agar tak sekadar mampu meningkatkan produktivitas kerja, namun juga ketakwaan pribadi.

Sinar Mas Silaturahim ke Habib Luthfi

Ke luar, yayasan mendorong silaturahim sekaligus sinergi bersama sosok maupun lembaga keagamaan, melalui beragam kegiatan sosial, dan pendidikan.[Republika]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending