Connect with us

MATAN

Penganugerahan Gelar Habib Luthfi, Ketua Umum MATAN Berikan Intruksi

Published

on

Photo: Silatnas MATAN

Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Maulana Habib Lutfhi bin Yahya akan mendapatkan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Acara upacara penganugerahan akan dilaksanakan di Gedung Prof. Wuryanto (Auditorium) UNNES kampus Sekarang, Gunungpati, Kota Semarang dan disiarkan live secara daring melalui youtube channel UNNES pada Senin 9 November 2020 pukul 09.00 WIB.

Habib Luthfi bin Yahya merupakan tokoh sekaligus penggagas berdirinya Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (MATAN). MATAN dideklarasikan langsung oleh Habib Luthfi pada 14 Januari 2012 dalam Muktamar JATMAN ke XI di Malang.

MATAN merupakan sebuah kawah candra dimuka mengenai gerakan sinergitas antara intelektualitas dengan spiritualitas bagi generasi muda bangsa Indonesia terlebih dikalangan mahasiswa.

Dalam rangka penganugerahan Habib Luthfi semua kader MATAN untuk turut andil dalam meramaikan media social. Sebagaimana yang di intruksikan oleh Gus Hasan Chabibie selaku plt Ketua Umum MATAN kepada semua Sahabat Matan di seluruh Indonesia.

“Sehubungan dengan penganugerahan doktor honoris causa kepada Maulana Habib Luthfi bin Hasyim bin Yahya oleh Universitas Negeri Semarang, diinstruksikan kepada semua kader untuk membuat ucapan selamat di semua kanal sosial media baik secara individu maupun organisasi,” ungkapnya.

Habib Luthfi bin Yahya diberikan gelar Doktor Honoris Causa pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa Pascasarjana UNNES, Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

Dikutip dari situs resminya, Rektor UNNES menegaskan bahwa karya-karya Habib Lutfi bin Yahya dalam bentuk buku dan gaya komunikasi dakwah ini memiliki novelty yang sesuai dengan bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

“Hal tersebut tampak dari materi dakwah Beliau yang mengemas tiga pilar pemberdayaan umat, yakni agama, kebangsaan (nasionalisme), dan pertumbuhan ekonomi. Ketiganya dikerangkai melalui platform sejarah kebangsaan yang menjadi penghela hormoni kebangsaann dalam wadah NKRI,” tegas Prof Fathur.

Berita

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Published

on

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Wajo, JATMAN.OR.ID: Gairah dan semangat berthoriqoh kader-kader MATAN menjadi roda penggerak organisasi. Silaturahim, menghadiri majelis zikir dan membaca ratib merupakan salah satu rutinitas penguat ikatan batin dan merancang strategi perekrutan dan pengembangan kader diberbagai daerah. Pengurus Wilayah (PW) MATAN SULSEL memberikan restu untuk melakukan persiapan suluk dan pembentukan PC. MATAN di Kabupaten Wajo, Kabupaten yang terkenal dengan Kota Sutera dan masyarakat santri.

Ziarah Jelang Pembentukan PC MATAN Wajo

Guna melaksanakan agenda tersebut, Sabtu, 19 Juni 2021, Kader MATAN SULSEL Hardianto, Adri Aladin, S. Pd dan rombongan melaksanakan silaturahim dan ziarah makam. Diantara tempat yang dikunjungi adalah:

  1. Silaturahim dan meminta arahan kepada Idarah Syu’biyah JATMAN Kab. Wajo yang diwakili oleh K.H. Muhammad, Subhan, MA. silaturahim tersebut disepakati K.M. Muhammad Takdir sebagai ketua panitia suluk. Rencana pelaksanaan suluk diselenggarakan pasca Idul Adha 1442 H.
  2. Ziarah makam ulama bersejarah:
    a. Ziarah makam kakek Wali Songo, yaitu Syekh Habib Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini (w 1453) M.) di Tosora. Dahulu Tosora adalah ibu kota kerajaan Wajo, disebelah makam terdapat peninggalan masjid Tua Tosora dan peninggalan makam-makam kuno. Allahu yarham K. H. Abdurrahman Wahid sudah dua kali mengunjung makam tersebut.
    b. Ziarah Makam Laoddang Pero Datu Larompong-Luwu: Arung Matoa Wajo ke 44 Matinroe riMasigina, dan Andi Makkulawu Rumpang Megga Ranreng Talo Tenreng Wajo.
    c. Ziarah makam Syekh Alim Allamah K. H. Muhammad As’ad; maha guru ulama SULSEL yang lahir di kota suci Makkah, pendiri Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, dan salah satu murid terdekat Syekh Sayyid Ahmad Asy-Syarif As-Sanusi. Lokasi makam di pekuburuan Bulu Bellang Jalan Pattiro Sompe Sengkang.[Har]

Continue Reading

Berita

Safari Masyayikh PC MATAN Demak; Media Halal Bihalal dan Ngaji Masyayikh JATMAN

Published

on

Demak, JATMAN.OR.ID: Pengurus Cabang (PC) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) Demak menggelar acara safari masyayikh thoriqiyyah se-Kabupaten Demak pada hari Ahad tanggal 30 Mei 2021. Acara ini adalah acara tahunan setiap bulan Syawal sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus mengenal lebih dekat dengan masyayikh dan pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Syu’biyyah Demak.

Kegiatan ini diikuti oleh Pembina MATAN Demak, segenap anggota pegurus dan para kader/muhibbin PC MATAN Demak. K. Fatkhurrohman selaku pembina MATAN Demak mengapresiasi kegiatan tersebut. “Bulan Syawal ini adalah momen paling pas untuk bersilaturahmi kepada para masyayikh yang mana hampir lebih dari setahun kita tidak mendapatkan asupan ruhani dari masyayikh” tutur beliau.

H. Supriyadi, S.Pd.I., M.Si selaku ketua PC MATAN Demak memotivasi para anggota dan kader dengan melakukan rapat dan koordinasi untuk menyusun agenda mulia tersebut. “Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena di Kabupaten ini banyak guru mursyid dan juga masyayikh yang menjadi pegurus JATMAN baik di tingkat pusat, wilayah, bahkan pembina MATAN Indonesia juga berada di Kabupaten kita. Halal Bihalal ini adalah momentum paling ideal untuk ngangsu kaweruh kepada beliau-beliau di masa pandemi seperti saat ini” tegas Ketua PC MATAN Demak.

Diantara guru mursyid dan masyayikh yang dikunjungi adalah Prof. Dr. KH. Abdul Hadi, MA (Mranggen), KH. A. ZAINI MAWARDI (Mranggen), KH. Said Lafif Lufti Hakim (Mranggen), KH. Zaenal Arifin Ma’shum (Sayung), KH. Muhyiddin (Sayung), KH. Lutfin Najib (Sayung), KH. Yasin Masyhadi (Wonosalam), KH. Ali Zubaidi (Wedung) dan KH. Alawy Mas’udi (Mutih Wetan Wedung)

“Dari sekian banyak yang hadir, siapa yang sudah berbaiat dan siapa yang belum berbaiat?” Tanya Prof. Dr. KH. Abdul Hadi, MA selaku pembina MATAN Indonesia. “Sebagai Pembina MATAN Indonesia saya berhak dan berkewajiban mengawal kalian semua. Kalian harus punya guru dengan sanad yang jelas, yang mu’tabaroh, yang siap menuntunmu mengenal lebih dekat akan tuhanmu. Silahkan kalian berbaiat kepada guru mursyid. Saya juga seorang mursyid juga siap membaiat kalian semua”. Pesan beliau.

Lain halnya dengan KH. A. ZAINI MAWARDI selaku Katib ‘Am Idaroh Aliyah JATMAN beliau menuturkan perjuangan beliau sejak berkhidmah di NU. “Dulu, zaman saya masih khidmah sebagai Syuriyah di NU Demak belum ada sarana transportasi seperti ini, saya sering bahkan hampir setiap hari ke kantor PCNU Demak dengan berbagai macam urusan. Itu saya lakukan dengan nglajo (pulang pergi) kalau sore atau malem pulang. Apa tidak capek? Ya capek. Kok tidak nginep saja, Kyai? Lha nanti Bu Nyai tidur sama siapa?” Guyon beliau agar kami tetap on fire di siang bolong, waktu paling enak untuk tidur siang. Kemudian beliau melanjutkan ceritanya “Tidak begitu, tadi guyon nggih. Kalau tidur di Demak, nanti para santri ngajinya bagaimana. Jadi meskipun dulu nyepeda ontel, kemudian naik bus menuju Demak ya tetap harus dilakukan karena itu adalah amanah. Kemudian ada sepeda motor, alhamdulillah sedikit bisa lebih cepat bolak baliknya. Itu saya lakukan sekitar 12 tahun lebih. Gitu saja masih rangkap jabatan sebagai wakil Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Sekarang malah diamanahi sebagai Katib ‘Am JATMAN Idaroh Aliyah”

Dari dua guru mursyid ini kita sebagai pengurus mendapatkan nutrisi baru untuk tetap semangat berkhidmah di MATAN. Terlebih saat kita bersilaturahmi ke KH. Yasin Masyhadi Wonosalam selaku Rois JATMAN Idaroh Syu’biyyah Kab. Demak. Beliau dengan tegas meminta anggota dan kader agar berlatih menata hati supaya ikhlas dalam berjuang. “MATAN harus belajar sedini mungkin menyisihkan sebagian rezekinya untuk berjuang di jalan Allah. Dalam Al-Qur’an kenapa Allah SWT berfirman Wajaahiduu biamwaalikum wa anfusikum kenapa didahulukan biamwaalikum dan diakhirkan waanfusikum itu artinya rumus berjuang MATAN adalah dengan harta benda terlebih dahulu baru kemudian dengan segenap jiwa dan raga. Maksudnya MATAN harus siap mentasharufkan sebagian rezeki yang dimiliki untuk kegiatan-kegiatan yang positif, contohnya seperti yang kalian lakukan saat ini.” Nasihat beliau yang diakhri dengan untaian doa kepada segenap pengurus PC MATAN Demak.

Kemudian safari masyayiikh dilanjutkan ke area Demak bagan utara, yaitu ke KH. Ali Zubaidi Mandung dan KH. Alawy Mas’udi Mutih Wetan Wedung. KH. Alawy adalah santri almagfurlah Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki Mekkah. Di sini kami bertabarruk dengan dengan solat Magrib berjama’ah di pesantren beliau dan dijamu dengan penuh kehangatan. “Aku hanya sekedar mencontoh siroh daripada guruku. Sayyid Maliki tidak pernah mempersilahkan para tamu undur diri sebelum semuanya pulang dalam keadaan kenyang”. Kisah beliau.

Waktu sudah mulai gelap. Kegiatan safari masyayikh dicukupi sekian dulu dan akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Kegiatan ini diakhiri dengan silaturahmi ke kediaman ketua PC MATAN Demak di Desa Kenduren Wedung Demak sebelum peserta safari pulang ke rumah masing-masing. [Matan Demak]

Continue Reading

Berita

Perkuat Sinergitas, PW Matan Jawa Tengah Gelar Silaturahmi dan Koordinasi Online

Published

on

PW Matan Jawa Tengah

Jawa Tengah, JATMAN.OR.ID: Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlith Thariqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (MATAN) Jawa Tengah memperkuat sinergi organisasi dengan menyelenggarakan koordinasi online. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus cabang dan komisariat Matan se-Jawa Tengah. Hadir pula Ketua PP Matan, Dr. Muhammad Hasan Chabibie dan Sekjend PP Matan, Abdul Rasyid, S. Pd., M. Tsol.

Gus Hasan selaku ketua PP Matan mengapresiasi kegiatan ini. Beliau berpesan agar PW Matan Jawa Tengah menjaga komunikasi antara pengurus internal, cabang hingga komisariat. “Selama pandemi ini, kegiatan banyak yang melandai hampir di seluruh organisasi. Walaupun demikian, komunikasi antara pengurus harus selalu dijaga. Koordinasi tatap maya seperti ini sangat dibutuhkan agar semangat berorganisasi tidak memudar”. Tutur beliau.

Selain itu beliau juga mengingatkan agar aktivitas rutin di setiap cabang tetap berjalan. Kegiatan dapat disesuikan dengan kondisi pandemi seperti saat ini. Jika memerlukan kegiatan tatap muka, misalnya sowan ke para guru dan masyayikh,  maka kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan.

“Aktivitas organisasi harus tetap berjalan agar tidak kehilangan pergerakan lahir dan batin. Kita hanya berganti medium saja, dari medium fisik ke digital, menunggu sampai situasi aman. Bukan apa-apa, ini semua kita lakukan demi menjaga masyayikh yang sudah sepuh. Walapun kegiatannya online, namun tetap mampu mengikat tali silaturahim kita”. Tegas PP. Matan.

Di penghujung acara, koordinasi online dilanjutkan dengan diskusi membahas legalitas organisasi. Diskusi ini dimoderatori langsung oleh Sekretaris Wilayah Matan Jawa Tengah, M. Mirza Rofiq, M.Pd dengan narasumber Sekjend PP. Matan, Abdul Rasyid, S. Pd., M. Tsol.

Ketua PW Matan Jawa Tengah, Dr. M. Sakir, M.Ag berharap koordinasi online ini dapat berjalan secara rutin setiap bulannya, sehingga masalah-masalah yang ada di organisasi dapat diselesaikan bersama walaupun tidak melalui tatap muka.[Vika]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending