Connect with us

Daerah

JATMAN Sulsel Gelar Muzakarah ke-14 secara Virtual

Published

on

Muzakarah

Makassar, JATMAN.OR.ID: JATMAN Sulawesi Selatan kembali menggelar muzakarah yang ke-14 secara virtual, Senin (26/10) di Makassar.

Hadir sebagai narasumber muzakarah Dr. Muhaimin Badaruddin, M.Ag., Katib Tsany Idaroh Wustho JATMAN Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan muzakarah ini, Dr. Muhaimin menjelaskan tentang makna hijrah kepada Allah. Beliau menyampaikan kewajiban berhijrah kepada Allah, bukan berarti bahwa Allah sedemikian jauh sehingga perlu berhijrah, boleh jadi Allah dekat, manusia yang jauh. Sesungguhnya Allah dekat, hanya manusia yang kurang merasakan. Manusia disibukkan oleh dunia, sehingga lalai berzikir kepada Allah dan abai melakukan amal-amal saleh.

Ahli tarekat menjaga tradisi keilmuan sanad sama halnya dengan ahli hadis yang memprioritaskan sanad hadis. Turuq Sanad inilah yang menyampaikan Imam Bukhari dan imam-imam hadis lainnya, hingga sampai kepada Rasul saw. Begitu pula dalam sanad tarekat yang dimiliki oleh pengamal tarekat.

Tarekat itu penting karena cita-cita seorang hamba akan bertemu dengan Allah, setelah melewati tahapan-tahapan syariat dan maqam-maqam yang telah digariskan oleh masyayikh. Bertemu dengan Rab ‘Alamin bukan hal yang mudah.

وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ لِّنَفْتِنَهُمْ فِيْهِۗ وَمَنْ يُّعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهٖ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًاۙ

Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup. Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat. (Q.S. al-Jin/ 72: 16-17)

Menemui Allah harus melewati jalur-jalur, yang paling awal menunaikan syariat beragama.

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

“(yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Q.S. al-Baqarah/2 : 46)

Melalui penjelasan para ulama, maka terjabarkanlah maqam-maqam menuju Allah swt. Syekh Sahl menjabarkan persiapan dalam menempuh jalan tarekat, dan menepis anggapan bahwa tarekat keluar dari sumber hukum Islam. Persiapan tersebut adalah:

  1. Berpegang teguh dengan kitab yang telah diwahyukan Allah swt.
  2. Mengikuti sunnah rasul saw.
  3. Menghindari perkataan dan perbuatan yang menyakiti manusia
  4. Menjauhkan diri dari pebuatan dosa. Bagi sufi sesuatu yang mutasyabihat berusaha untuk dijauhi.

Dalam kitab Tabaqat al-Sufiyah dijelaskan “Tidak akan sampai kepada Allah selain melalui al-Qur’an atau dengan kehendak Allah swt., yaitu diberikannya seorang hamba hidayah dan taufiq, dan kesesuaian keinginan Rasulullah saw. dalam ibadah. Seseorang yang menempuh tarekat tanpa ittiba’ rasul, maka akan menjadi orang yang sesat dan menyesatkan, walaupun beranggapan memperoleh hidayah”.

Dalam tarekat, pesuluk dituntun agar berharap hanya kepada Allah swt., tidak mengandalkan dirinya. Harapan sepenuhnya mendekatkan diri kepada Allah swt. dan memperoleh hidayah serta taufiq.

Sehingga dengan adanya Hidayah Allah dan ikhtiar hamba yang lebih kuat maka itulah mujahadah. Maka, hijrah itu harus ada dua, yaitu hidayah dan ikhtiar hamba (keinginan dan usaha mendekatkan kepada Allah swt.). Apabila dijalankan sesuai prosedur perjalanan, insya Allah akan akan memperoleh 4 keberuntungan, yaitu:

  1. Memperoleh rahmat,
  2. Hidayah,
  3. Doa-doa malaikat, dan
  4. Penghapusan dosa secara lahir dan batin.

Masuknya cahaya iman menyebabkan keluarnya kegelapan yang menyelimuti dalam hatinya. Bukti memperoleh rahmat Allah bagi seorang hamba adalah diberikan kebenaran dan meniti jalan siratal mustaqim.

Kata kuncinya disebutkan olehnya bahwa kita senantiasa memohon kepada Allah agar senantiasa diberi hidayah taufiq, untuk memperoleh jalan lurus, kebenaran dan kebahagiaan yang mengantarkan menuju ridha Allah swt.[Hardianto]

Baca juga: Idaroh Syu’biyah Pangkep Dilantik

Berita

FGD Inklusi Keuangan bagi Anggota Koperasi Ureka

Published

on

Koperasi Ureka

Pekalongan, JATMAN.OR.ID: Kemakmuran dari sebuah organisasi adalah suatu hal yang diharapkan. Terlebih bagi organisasi dengan anggota yang sangat besar seperti halnya JATMAN. Hal itu yang mendorong agar dibentuknya sebuah koperasi yang fokus memberikan pelayanan kepada anggota. Atas inisiatif Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Menko Perekonomian Bapak Erdiriyo, diadakan Focus Group Discussion (FGD) bagi Koperasi Konsumen Umat Renjaning Karyo (Koperasi Ureka), di Hotel Santika Pekalongan, Senin, 5/4 kemarin.

Koperasi Ureka

Program ini, telah di susun sejak 23/9/2020 yang lalu dengan menetapkan Asip Kolbihi sebagai ketua dari rencana besar ini. Sejak di bentuknya pengurus sampai saat ini masih dalam proses pematangan. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahan fatal yang dapat menimbulkan dampak yang besar baik bagi anggota maupun pengurus. Agar tidak ada kesalahan-kesalahan yang berarti, maka perlu adanya transparansi antar pengurus yang bertanggungjawab terhadap program ini. Menurut Bapak Aman Subagyo, tegas beliau berpesan bahwasanya jangan sampai ada rekayasa. Hal ini dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Koperasi Ureka

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari JATMAN dari berbagai Provinsi, kemudian para mitra, serta perwakilan dari Pondok Pesantren dari berbagai Provinsi yang ada di Indonesia. Pertemuan yang dilaksanakan sekitar 3 jam lebih membahas 3 tema sekaligus. Tema yang pertama yaitu mengenai Persan Koperasi Ureka dalam pemberdayaan Pesantren melalui Ureka Mart yang disampaikan oleh KH. Mashudi (SEKJEN JATMAN). Kemudian Saiful Arifin menyampaikan tentang Skema Kemitraan Ureka Mart dan Pondok Pesantren. Dan yang terakhir yaitu tentang Sistem Informasi Digital Ureka Mart oleh H. Gunawan Arifin.

Koperasi Ureka

Inti dari pertemuan ini yaitu UREKA MART sudah siap baik secara sistem digital maupun sistem operasional. kemudian dengan ikhtiar semua pihak baik dengan kapasitas maupun capabiliti yang dimiliki dan tentunya dengan dukungan Maulana Habib Luthfi Insyaallah semua yang diharapkan dapat tercapai dan berkah. Namun ada satu Pr, yaitu mengenai timeline dan implementasi yang nantinya akan dibahas oleh JATMAN dan para Mitra.

Di tengah-tengah kesibukannya, Maulana Abah menyempatkan menerima tim Ureka Mart, dan memberi wejangan bagaimana bisnis tidak perlu tabrakan dan sebaiknya melakukan sinergi. “Kita juga harus malu dengan Kanjeng Sunan Ampel dan wali songo walaupun sudah wafat namun masih bisa membangun ekonomi kerakyatan disekitar makam beliau,” pesan Abah.[Irsyad]

Continue Reading

Berita

Haul Akbar ke-65 Thariqah Muhammadiyah

Published

on

thariqah muhammadiyah

Maros, JATMAN.OR.ID: Anggota jamaah majlis zikir al-Sanusiyah dari berbagai daerah memadati lokasi HAUL yang berlangsung selama dua hari, tanggal 03-04 April 2021. Sabtu malam, acara diawali pada pukul 20.00 Wita dengan zikir tarekat dan doa hingga selesai pukul 02.00 Wita dini hari.

Haul ini diagendakan sekali dalam dua tahun. Puncak acara haul, Ahad, 04 April 2021. Mursyid ke-13 Tarekat wal hakekat Muhammadiyah jalur Sanusiyah Syekh Abdul Mun’im Rasyid Dg. Massese menyampaikan, “Angka 65 bukan angka milik tarekat dan mursyid, tetapi HAUL ke-65 tarekat Muhammadiyah adalah milik Jamaah. HAUL adalah zikir akbar, doa akbar untuk bangsa dan umat. HAUL kali ini dilaksanakan mengikuti protokol Kesehatan.”

Satu hal yang menjadi pesan mursyid ke-13 adalah istiqamah terhadap tarekat yang dimiliki dan bekerja keras mengamalkan wirid zikir tarekat. Tarekat yang akan membimbing menuju perjalanan akhirat. Tarekat mu’tabarah yang dmiliki menjadi dasar dalam menangkal tarekat yang tidak mu’tabarah, paham-paham keagamaan yang radikal dan menyimpang. Jika tidak memiliki tarekat, maka kehidupan akan terombang ambing. Tarekat menuntun kita selamat hidup di dunia dan akhirat. Ing sya Allah, keberkahan acara HAUL akan menjadi doa keselamatan, tolak bala, penuntun kehidupan, dan untuk memeroleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Al-Mukarram DR. H. Syamsul Alam. S. Ag., M. Pd. dalam tausiyahnya menjelaskan tanda-tanda umat Rasulullah saw. dan menitip pesan bahwa zikir dan wirid yang telah diijazahakan hendaklah menjadi santapan rohani dan pakaian dalam aktifitas sehari-hari untuk memeroleh keberuntungan dunia akhirat.

Sementara itu, Bupati Maros H. Andi Syafril Chaidir Syam, S.I.P., MH. dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan HAUL Akbar, dan menyampaikan untuk tetap menjaga internal keluarga dan masyarakat dari paham dan bentuk kegiatan yang radikal. H. Muhammad Tonang, S. Ag., M. Ag. (Kepala Kantor Kemenag Kab. Maros) dalam sambutannya menyampaikan bahwa tarekat adalah salah satu varian keagamaan yang harus dikembangkan, tarekat menjadi penopang dalam pola pikir dan hati dalam menyambungkan hidup dengan Tuhan melalui wasilah kepada mursyid. Kemudian lanjut beliau, bahwa Moderasi beragama dengan membangun hidup rukun, toleran, santun dapat terlihat pada ajaran-ajaran tarekat. Penggunaan media sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, salah satu cara menetralisir semua itu adalah tetap berwasilah kepada mursyid masing-masing.

Acara diakhiri dengan doa bersama dari pengurus MUI Kab. Maros yang dipimpin oleh K. H. Sido Muhammad Sadiq.

Turut hadir dari unsur TNI dan POLRI, keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Muin Tekolabbua Kecamatan Maros Baru, Kader MATAN Maros, dan BANSER Kab. Maros, tokoh agama dan pemuda, dan masyarakat.[Hardianto]

Continue Reading

Berita

JATMAN Lampung Ajak MATAN Balam Sowan Ulama Pulau Jawa

Published

on

JATMAN Lampung

Bandar Lampung, JATMAN.OR.ID: Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Provinsi Lampung mengajak Mahasiswa Tarekatnya (MATAN) Kota Bandar Lampung rihlah ke pulau Jawa: ziarah makam auliya, sowan kyai dan tour religi dalam program bertajuk silaturahmi.

Diikuti 40 pengurus JATMAN Idaroh Wustho dan Syu’biyah Kota Lampung, serta pengurus PC MATAN Kota Bandar Lampung ini mulai start hari jum’at tanggal 26 Maret 2021.

Ikut serta Mudhir JATMAN Habib Assadullah Assegaf, Sekretaris KH Riyadlussolihin, serta jajaran pengurus Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Lampung. Rais Syuriah PCNU Kota Bandar Lampung KH. Izzuddin Abdussalam yang juga Idaroh Syu’biyah, Drs KH Hafiduddin Hanif, dan Haji Abdul Karim Mudhir JATMAN Kota Bandar Lampung. Dan para punggawa PC MATAN Kota Bandar Lampung yg dimotori Herry Miftah dan kawan-kawan.

JATMAN Lampung

Setelah menyeberangi selat sunda sekira 1,5 jam, rombongan langsung menuju banten untuk berziarah di makam Sultan Maulana Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah.

Selanjutnya menuju Pandeglang untuk sowan Abuya Muhtadi di Cidahu, dan berziarah di maqam Abuya Dimyati yg tidak jauh dari pondok pesantren Abuya.

Rombongan jama’ah Silatourahmi kemudian menuju Cirebon untuk berziarah di Maqam Sunan Gunung Jati. Kemudian dari Cirebon menuju Ciledug ke Maqam Habib Thoha bin Husein bin Yahya yang dikenal penyusun Ratibul kubro. Selanjutnya jama’ah melanjutkan perjalanan ke Tegal untuk berziarah di maqam Alhabib Muhammad bin Thahir Al-Hadad.

Rais Syuriah PCNU, Kyai Izzuddin Abdussalam mengatakan “Betapa pentingnya rihlah ini, karena dengan ziarah atau bertawasul kemaqam para Auliya dan bersilaturahim ke para ulama InsyaAllah kita akan memperoleh keberkahan dan keniscayaan yg merupakan ibadah mahdoh atau ghairu mahdoh, lambat laun akan terasa meningkat samroh nya atau buahnya akan terasa pula, insyaAllah dengan ijin Allah”, ujar beliau

Perjalanan religius ini ditempuh dg khidmat. Dan sore hari 27/03 jama’ah sampai Pemalang dan berziarah di Maqam Syekh Syamsuddin. Dilanjutkan malam harinya ziarah di maqam Habib Abu Bakar bin Thoha bin Yahya dan Maqam Habib Ahmad bin Abdullah Alatas dan maqam Habib Ali bin Hasyim bin Yahya di Sapuro.

JATMAN Lampung

Hari semakin malam, rombongan melanjutkan perjalanan ke Temanggung. Dan tepat pukul 03.00 wib dini hari tiba di Pondok Pesantren Bambu Runcing Parakan, Temanggung. Setelah istirahat dan sholat subuh rombongan diterima KH. R. Muhammad Chaidar Muhaiminan pagi harinya, dan sangat istimewa beberapa jama’ah terutama MATAN Bandar Lampung langsung di bai’at Thoriqoh Syadziliyyah oleh Kyai Chaidar. Kemudian rombongan berziarah di Maqam Kyai Muhaiminan yakni ayahanda Kyai Chaidar.

Hari mulai beranjak siang rombongan tetap semangat melanjutkan perjalanan wisata religinya, kali ini sebagai agenda pamungkas, yakni menuju Kanzus Sholawat Pekalongan. Sangat beruntung, jama’ah Silatourahmi JATMAN dan MATAN Lampung yang baru saja sampai di Kanzus Sholawat beberapa menit, langsung diterima Maulana Habib Luthfi di kediamannya. “Berkah berkah berkah,” ujar beberapa jama’ah.

Menurut Habib Assadullah Assegaf, “Kegiatan ini adalah rutin tahunan, yang InsyaAllah terus di istiqamahkan, agar terus diikuti para generasi selanjutnya terutama pemuda-pemuda MATAN, lestarikan budaya ngalap barokah. Semoga dalam kehidupan kita berlimpah barokah, aamiiin…,”tutupnya. [Kontributor Bandar Lampung]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending