Connect with us

Berita

Ramadan Jadi Ajang Berbagi Untuk Melebur Virus Kebencian

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Ketua MATAN DKI Jakarta KH. Ali M. Abdillah menjelaskan bulan Ramadan dapat menjadikan momentum semangat saling berbagi untuk melebur virus kebencian.

Di samping mengajarkan aspek spiritual, bulan Ramadan juga menempa dimensi sosial umat Islam sebagai pribadi yang peka dan empati. Karena ketika umat manusia saling peduli dan saling berbagi, tentunya tidak akan pernah ada pribadi yang saling membenci dan saling memusuhi. Saling berbagi dan peduli pada akhirnya menjadi terapi bagi virus kebencian.

Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ali M Abdillah menuturkan bahwa bulan Ramadan merupakan media atau momentum guna ‘menggodok’ diri manusia menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Karena bulan Ramadan ini sejatinya merupakan media bagi penggodok diri bagi umat manusia untuk meleburkan akhlak buruk dalam dirinya,” kata Kiai Ali, Rabu (27/04).

Kiai Ali melanjutkan, akhlak buruk dalam diri manusia yang seringkali menjerumuskan adalah nafsu Al Ammarah bi suu’. Nafsu ini yang membawa manusia kepada keburukan dan bersifat destruktif baik kepada dirinya sendiri maupun kepada sekelilingnya. Termasuk juga sikap saling membenci dan saling memusuhi yang justru merusak kondusifitas perdamaian bangsa.

Nafsu Al- Ammarah inilah yang mengajak manusia untuk membuat kerusakan, destruktif. Sehingga momen Ramadan ini adalah momen bagi kita untuk meluruhkan nafsu tersebut. Karena Al-Ammarah ini membawa kepada sikap membenci kepada sesama. Itulah esensi Ramadan yang seharusnya,” terang Kaprodi Sejarah Peradaban Islam Pasca Sarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta ini.

Dia juga mengungkapkan, seringkali umat manusia ini tidak memahami esensi dari bulan Ramadan dan puasa yang dijalankannya selama satu bulan penuh. Sehingga puasa hanya dianggap sebagai aktifitas tanpa makan dan minum semata.

“Padahal esensi dari puasa itu diantaranya, menahan nafsu, mengendalikan diri dan melatih diri untuk juga menjadi pribadi yang bertaqwa bahkan setelah Ramadan usai,” kata pria yang juga Sekretaris Awwal Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) ini.

Sehingga dalam konteks empati dan berbagi kepada sesama, Pengasuh Pondok Pesantren Al Rabbani Islamic College Cikeas ini mengatakan bahwa Ramadan juga melatih umat untuk senantiasa menahan nafsu akan harta dan nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan zakat dan sedekah kepada sesama manusia yang membutuhkan bantuan.

“Karena zakat ini sangat banyak sekali maknanya. Salah satunya adalah mengikis penyakit bathil, agar kita tidak kikir. Selain itu zakat ini juga senantiasa mengingatkan kita bahwa harta dan nikmat yang dimiliki adalah pemberian-Nya,” ujar Ketua Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (MATAN) Provinsi DKI Jakarta ini.

Terakhir, Kiai Ali mengingatkan bahwa dengan berzakat dan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki, maka sebagai umat muslim telah melatih diri untuk memupuk rasa persaudaraan dengan kepedulian terhadap masyarakat tidak mampu. Sehingga akan terjalin harmoni serta mengikis rasa kebencian antar sesama umat manusia.

“Karena ketaqwaan dan kesalehan seorang umat itu akan bisa dilihat dari bagaimana kita ini bisa berbuat baik dengan sesama hamba-Nya di muka bumi ini,” ungkapnya.

MATAN

Merayakan Lebaran, MATAN Yudharta Adakan Safari Keliling Masyayikh Di Pondok Pesantren Ngalah

Published

on

Pasuruan, JATMAN Online – MATAN Yudharta Pasuruan adakan safari keliling kepada para masyayikh di Pondok Pesantren Ngalah.Acara ini dilakukan guna terus menggerakkan tongkat estafet organisasi MATAN dengan para masyayikh, khususnya para gawagis. Karena MATAN Yudharta sendiri tidak pernah lepas dari bimbingan beliau.

Agenda ini dilaksanakan pada hari Senin (16/08) dengan diikuti oleh semua anggota MATAN. Lokasi yang menjadi tujuan utama dalam safari keliling adalah murrobih ruhina atau guru mursyid kita yakni Kiai Sholeh Bahrudin, kemudian dilanjutkan dengan ke rumah Pak Syaiful (Gus Pul), Agus H. Sholiq, Agus H. Yusuf Wijaya Lc.M, Agus H. Achmad Syaikhu, Agus H. Kholid Murtadlo, Agus H. Muhammad, dan Agus Miftahul Atiq.

Dari event sowan masyayikh ini, semua anggota MATAN mendapat pengingat dari para masyayikh seperti dari Agus H.Yusuf Wijaya bahwa yang penting dari MATAN adalah bisa membentengi mahasiswa dari sikap berpikir logis saja karena MATAN orientasinya untuk mengolah rasa, mengolah hati. Sepatutnya, pemuda memiliki benteng spiritual agar hanyut ke dunia bebas.

Ia berharap, kedepannya MATAN bisa menyentuh mahasiswa di luar pondok pesantren. karena banyak mahasiswa non-pesantren yang perlu ajakan dan dorongan dari MATAN agar bisa mengenal seorang guru mursyid.

“Bila MATAN mulai dikenal oleh mahasiswa non-pesantren, maka satu persatu, akan mampu dicapai karena MATAN mampu meraih zona luar pesantren untuk ikut bersyi’ar thariqah.” Ungkap Agus H.Saikhu.

Event ini ditutup dengan doa dari para masyayikh agar MATAN yang ada di Komisariat Yudharta Pasuruan selalu istiqamah dan mampu menjalankan cita-cita pendiri.

Penulis: MATAN Yudharta
Editor: Khoirum Millatin

Continue Reading

Berita

Idarah Ghusniyah JATMAN Sendang Agung Lampung Tengah Resmi Dilantik

Published

on

Lampung Tengah, JATMAN Online – Pelantikan pengurus Idarah Ghusniyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Kecamatan Sendang Agung Lampung Tengah diadakan di halaman Gedung MWC NU kecamatan setempat, Minggu (15/5).

Pelantikan kepengurusan JATMAN Sendang Agung tersebut digelar dalam rangkaian acara halal bi halal.

Mudir Idarah Ghusniyah JATMAN Ustadz Yasin Zakaria berpesan kepada seluruh pengurus JATMAN untuk dapat memberikan penjelasan terhadap masyarakat dalam mengenalkan terkait ketarekatan.

“Kita memiliki tugas, yaitu memberikan penerangan kepada masyarakat terkait dengan thoriqoh,” ujarnya.

Ustadz Yasin Zakaria mengatakan pengurus JATMAN tidak hanya mensyiarkan zikir semata, namun juga harus mensyiarkan ilmu. Pasalnya, saat ini banyak bermunculan orang dan kelompok yang memakai baju tasawuf atau tarekat, namun bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah.

“Lawan kita adalah kebodohan, ahlu thoriqoh harus menjadi ahli ilmu, karena ilmu itu ada dua; ilmu dzahir dan ilmu bathin. Segala sesuatu harus dibarengi dengan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Keseimbangan dalam kesadaran itulah yang menjadi misi bersama dari JATMAN Sendang Agung,” Jelasnya.

Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN Sendang Agung dihadiri Ketua JATMAN Wilayah Lampung Al Habib Assadullah, Ketua JATMAN Lampung Tengah KH. Muhtar Ghozali, KH. Syamsudin Thohir, Ketua Suriyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Tanfidiyah Ky. Hunasin, Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Ghufron Mustofa, Seluruh badan otonom (banom) NU Kecamatan Sendang Agung, Camat Kecamatan Sendang Agung Ade Sujana Dwiyanto, Ketua KUA Kecamatan Sendang Agung H.Rozikin, tokoh agama dan ratusan undangan lainnya.

Berikut ini pengurus Idarah Ghusniyah JATMAN Kecamatan Sendang Agung masa khidmat 2020-2025 yaitu:

(l) Majlis Ifta’, KH. Hamdad Mudzakir (Ketua),

(ll) Ifadliyyah, KH.Aceng Arifin (Rois), Ust. Muslihudin, S.Pd.l (Katib),

(lll) Imdloiyyah, Ust. Yasin Zakariya (Mudir), Ust. Mahmud Jauhari (Sekretaris) Triyono, S.Pd.l,

(IV) Imadiyyah, (a)- Lajnah Iqtishodiyyah, Ust Rasim, (b)- Lajnah Bahtsul Masa’il (Ky. Yasiruddin, (c)- Lajnah Muslimat Thoriqiyyah Nahdliyyah, Nyai Rokayah (ketua), Nyai Mariyah, D.Pd.l (Sekretaris), (d)- Lajnah MATAN, Muhammad Anwar S.Pd.l (ketua), Misbahuddin, M.Pd. (sekretaris).

Continue Reading

Berita

Rabithah ‘Alam Islami Siap Bantu Agenda Internasional NU

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengungkapkan bahwa Rabithah siap membantu kebutuhan-kebutuhan dalam pelaksanaan agenda-agenda internasional Nahdlatul Ulama (NU).

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang pantas menjadi teladan bagi organisasi-organisasi Islam lainnya di seluruh dunia”, kata Syaikh Muhammad dalam keterangan yang dikutip di Antara, Kamis (12/05).

Ia menyatakan bahwa NU ikut memegang hak milik atas Rabithah karena Rabithah dimaksudkan sebagai milik seluruh dunia Islam.

Hal itu ia sampaikan dalam kesempatan pertemuan pribadi bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf seusai penutupan “Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama” di Riyadh.

Syaikh Al Issa menyambut ajakan kerja sama itu dengan bersemangat karena yakin bahwa semua agenda NU dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membangun dan menebarkan kemaslahatan.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh dunia dan bertemu banyak orang. Tidak pernah saya mendengar pembicaraan tentang NU dan Anda pribadi (menunjuk Ketua Umum PBNU), kecuali hal-hal baik dan pujian saja,” ujar Al Issa.

Kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam langkah-langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang rumit dewasa ini.

“Apa pun bentuk dukungan yang anda butuhkan dalam upaya-upaya internasional Anda, jangan segan-segan menghubungi kami. Karena Rabithah ‘Alam Islami ini adalah milik Nahdlatul Ulama juga,” ujar Al Issa.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengakui bahwa agenda apa pun menyangkut dunia Islam akan sulit berjalan dengan baik apabila tidak melibatkan Kerajaan Saudi Arabia.

Hal itu mengingat bahwa kerajaan itu memegang kedaulatan atas dua tempat suci, pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending