WSA 2023, Waketum MUI Jelaskan JATMAN Punya Peran Penting dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

September 21, 2023 - 00:17
 0
WSA 2023, Waketum MUI Jelaskan JATMAN Punya Peran Penting dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pekalongan, JATMAN Online – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud, menjelaskan bahwa sufi memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan ekonomi umat. pemberdayaan ekonomi umat mengandung makna sosial yang bertujuan untuk membangun perekonomian masyarakat, baik secara individu maupun kolektif.

Jam’iyah ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN), lanjut Kiai Marsudi, merupakan salah satu pelopor pelopor pemberdayaan ekonomi umat.

“JATMAN ini merupakan lembaga sosial keagamaan yang sangat dekat dengan masyarakat dan sangat potensial untuk menjadi pelopor pemberdayaan ekonomi umat itu sendiri,” kata Kiai Marsudi saat menyampaikan materi pada acara Muktamar Sufi Internasional yang di gelar di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023).

JATMAN adalah salah satu Badan otonom dari Nahdlatul Ulama yang merupakan organisasi keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran thariqah al mu’tabarah. Ajaran tersebut merupakan salah satu pilar dari ajaran Islam Ahlussunah Wal Jama’ah.

Organisasi keagamaan ini juga merupakan suatu sarana bagi para mursyidin/khalifah, untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap para murid yang telah berbaiat sekaligus sebagai forum untuk menjalin ukhuwah antar sesama penganut ajaran tarekat dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keihlasan didalam amaliyah ubudiyyah serta meningkatkan rabithah terhadap guru mursyid/khalifah.

“Tujuan dari organisasi ini adalah untuk meningkatkan rabithah dan ukhuwah terhadap guru mursyid/khalifah dan murid, yakni dengan cara menjadikan network ubudiyah menjadi network ekonomi,” ucapnya.

“Maka, usaha menggerakkan sebuah network sosial keagamaan menjadi network ekonomi itu merupakan sebuah pemberdayaan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah ini menekankan maka pemberdayaan ekonomi untuk umat atau para penganut tarekat adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dilakukan.

Hal ini, menurutnya, karena JATMAN mempunyai kekuatan dan kesempatan organisasi yang mempunyai angota indivdu-individu dari pusat sampai desa, mempunyai pengurus dan kantor dari pusat sampai desa, setiap individu dan kelompok mempunyai kebutuhan untuk hidup.

Selanjutnya, beberapa individu dan kelompok mempunyai aset yang bisa dikerjasamakan pemanfaatannya, JATMAN sudah mempunyai lembaga yang bergerak dibidang ekonomi, setiap kelompok dan individu juga ada yang sudah mempunyai produk dagangan, organisasi JATMAN juga mempunyai hubungan yang kuat dengan Pemerintah sebagai pembuat kebijakan.

Selain itu, pondok pesantren yang berjumlah 26 ribu lebih dan mempunyai santri lebih dari 6 juta menjadi pasar utama, dan memungkinkan untuk kerja sama dengan koperasi pondok pesantren.

Dengan potensi besar yang dimiliki organisasi tersebut, Kiai Marsudi menyampaikan beberapa saran efektif yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi umat.

“Ada beberapa saran yang saya sampaikan, untuk permulaan diharapkan mendata anggota, baik anggota individu maupun kelompok. Selanjutnya mendata kebutuhan anggota, membuat channel distribusi, mendata produk yang sudah dimiliki anggota dan mencari partner pembiayaan,” kata Kiai Marsudi.

Menurut Kiai Marshudi, dalam menjalankan program ini perlu menjalin kerja sama dengan beberapa pihak sehingga, pemberdayaan ekonomi umat dapat dijalankan dengan lebih efektif.

“Tidak hanya itu, kita juga harus menjalin kerja sama dan membuat network dengan lembaga keuangan yang dimiliki kaum Nahdliyin dan lembaga keuangan lainnya yang ada. Saya berharap dari konferensi internasional ini, akan menghasilkan kerja sama ekonomi diantara kita, dan kami membutuhkan investor-investor dari para peserta konferensi internasional ini,” pungkasnya.