Wawancara dengan Mudir Aam JATMAN: Bagaimana Kaum Muda Menghadapi Arus Global? 2/3

Usai mengisi Kajian Tasawuf, KH. Wahfiudin Sakam (Mudir Aam JATMAN) diwawancarai oleh Ahmad Syaid Kokalo (Ketua Ikatan Keluarga Alumni Arafah). Wawancara dilakukan di sela safari dakwah di Sulawesi Utara. Berikut petikan wawancaranya:

T: Seiring berkembangnya jaman banyak sekali pengaruh global, banyak sekali perkembangan-perkembangan yang mempengaruhi moral anak-anak bangsa, bagaimana pendapat Pak Kiai untuk meng-counter itu semua?

J: Setiap zaman, setiap tempat, itu ada tradisinya masing-masing, ada tantangannya masing-masing, berbeda-beda.

Karena itu tidak perlu risau menghadapi perubahan-perubahan. Yang jelas, manusia itu kan hidup, tidak dilepas begitu saja oleh Allah.

Dimana manusia hidup, di manapun pergi, itu diawasi oleh Allah. Kalau di komunitas itu diperlukan adanya Rasul, Allah utus Rasul.

وَلِكُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولࣱۖ [Surat Yunus 47]
وَلِكُلِّ قَوۡمٍ هَادٍ [Surat Ar-Ra’d 7]

Hanya saja setelah Nabi Muhammad saw tidak ada lagi Rasul, tetapi akan selalu ada pejuang-pejuang dakwah, akan selalu ada para Awliya Allah datang. Dan akan selalu Allah berikan ilham kepada qalbu orang-orang yang selalu mencari.

Karena itu bagaimana yang penting para kaum muda, anak muda ini dalam hidupnya di tengah tantangan zaman, tetap menggunakan qalbunya yang kritis, berfikir kritis, selalu mempertanyakan, mana benar salah?, mana baik buruk?, mana bermanfaat mana yang mudharat?.

Sebab selama manusia masih menggunakan qalbunya, akal pikirannya dengan segala kejujuran dan keterbukaan, Allah akan berikan ilham, berikan petunjuk. Kalau sudah Allah berikan ilham petunjuk, cepat atau lambat dia akan berjumpa dengan para guru yang tepat. Itu, jadi tidak usah khawatir.

T: Kembali lagi ke dzikrullah, jadi kita selalu mengingat Allah Allah terus?

J: Betul

T: Sehingga Allah terus menurunkan pertolongan?

J: Bersihkan terus qalbunya, apakah kita sebagai minoritas. Tinggal di manapun, meskipun kita cuma sendirian, selama kita dzikrullah, bersambung ke Allah. Allah akan terus bimbing hidayah. Cepat atau lambat kita akan dipertemukan dengan orang-orang saleh, dengan para waliyullah. Maka kita tidak akan hancur.

Dikutip dari petikan wawancara Ahmad Syaid Kokalo (Ketua Ikatan Keluarga Alumni Arafah) dengan KH. Wahifiudin Sakam, S.E, MBA (Mudir Aam JATMAN) usai mengisi kajian di Masjid Agung Kiai Modjo kampung Jawa Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.

 

Komentar
Loading...