Wapres Diminta Lebih Banyak Bicara Ekonomi Syariah ketimbang Radikalisme

JAKARTA – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin diminta untuk lebih banyak berbicara seputar ekonomi syariah dan penegakan hukum ke publik. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas beserta jajarannya saat berkunjung ke Kantor Wakil Presiden RI, Rabu (4/12).

“Kami berharap beliau lebih banyak bicara soal ekonomi syariah dan penegakan hukum serta pengentasan kemiskinan daripada soal yang lain seperti radikalisme,” kata Ketum GP Ansor tersebut.

Yaqut mengatakan, biarlah BNPT yang mengurus persoalan radikalisme. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menurut Yaqut memiliki kewenangan dan potensi serta sumber daya yang lebih mumpuni menangani isu radikalisme.

Terkait hal tersebut, Mudir Aam JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam mengingatkan Indonesia memerlukan ulama-ulama yang fokus membimbing umat agar kuat secara ekonomi.

“Kaderisasi yang JATMAN lakukan sebaiknya lebih mempersiapkan ulama-ulama yang mampu membimbing umat dalam mengatasi problem-problem ekonomi dan keadilan,” ujar Wakil Talqin Abah Anom tersebut.

Kiai Wahfiudin juga mengatakan bahwa motif dasar perilaku manusia sejatinya hanya ada dua, yaitu ekonomi dan politik.

“Manusia adalah homo economicus sekaligus zoon politicon,” imbuh Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kederisasi MUI itu.

Dari sini ulama diperlukan untuk menginspirasi nilai etis-moral ideal spiritual baik itu untuk memenuhi motif ekonomi maupun politik. Ulama, kata Kiai Wahfi, diperlukan untuk membimbing umat agar tetap menjaga etika dan tanggung jawab moral serta setia pada nilai luhur serta memiliki kesadaran spiritual dalam perilakunya sehari-hari. (eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...