Utamakan Ziarah Raudhah, Jamaah Haji Gelombang II Secara Bertahap Menuju Madinah

Juni 26, 2024 - 20:39
Juni 27, 2024 - 00:40
 0
Utamakan Ziarah Raudhah, Jamaah Haji Gelombang II Secara Bertahap Menuju Madinah

Makkah, JATMAN Online – Jamaah haji gelombang II secara bertahap akan mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah pada Rabu, 26 Juni 2024. Para jamaah akan berada di Madinah selama lebih kurang delapan sampai sembilan hari.

Kepala Daerah Kerja Makkah Khalilurrahman menyebut hari ini ada 17 kloter jamaah gelombang II yang akan diberangkatkan ke Madinah. Ia mengimbau jamaah untuk mulai menyiapkan kebutuhan peribadatannya di Kota Madinah sejak masih berada di Makkah.

"Tidak seperti di Makkah, di mana jarak hotel ke Masjidil Haram relatif agak jauh sehingga butuh Bus Shalawat, di Madinah hotelnya dekat dengan masjid Nabawi. Kira-kira jarak hotel ke Masjid Nabawi sekitar 500 meter," kata Khalilurrahman di Makkah, Rabu (26/6/2024).

Dilansir dari laman resmi Kemenag, Khalil mengingatkan bahwa kondisi hotel di Madinah berbeda dengan di Makkah.

"Kapasitas hotel di Madinah tidak sebanyak di Makkah. Bila di Makkah satu hotel ada yang bisa menampung sampai 20 ribu jamaah, di Madinah paling sekitar 1.500 an," jelasnya.

Hal ini yang perlu dipahami para jamaah, karena kondisi tersebut berdampak terhadap penempatan jamaah.

"Jadi, jangan kaget kalau nanti ada kloter yang terpisah penempatannya. Karena jumlah kapasitasnya sedikit, maka tak heran jika hotel di Madinah memiliki lobi yang lebih kecil dibandingkan pemondokan di Makkah," paparnya.

Namun, lanjutnya, yang juga perlu diingat jamaah, di Madinah jumlah lift hotelnya terbatas. Jadi, kalau mau salat fardhu di Nabawi, jamaah perlu mengatur juga waktu turun lift nya.

"Karakteristik hotel di Madinah memiliki luasan yang lebih kecil dari hotel-hotel di Makkah. Berbeda juga dengan di Makkah, pemondokan di Madinah tidak menyediakan mushala," ungkap Khalil.

Pemondokan jamaah haji Indonesia di Madinah merupakan hotel berbintang 3 sampai 5. Karenanya, mereka tidak menyediakan tempat cuci jemur seperti di Makkah.

" Untuk menyiasatinya, jamaah diharapkan sudah menyiapkan baju ganti yang cukup selama beraktivitas di Madinah. Kalau bisa kenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. Jadi tidak perlu upaya berat untuk mencucinya," ucapnya.

Utamakan Ziarah Raudhah

Selama di Kota Madinah, jamaah juga akan berziarah ke beberapa lokasi, seperti Raudhah, masjid Kuba, Jabal Uhud, dan sebagainya.

"Untuk masuk Raudhah, jamaah akan menggunakan tasreh yang sudah didaftarkan oleh Bimbad Madinah," ujarnya.

Seringkali, jadwal ke Raudhah berbarengan dengan momen ziarah di situs lain. Bila terjadi hal semacam itu, Khalil meminta agar jamaah mendahulukan berziarah ke Raudhah.

"Utamakan ziarah ke Raudhah dulu. Karena ini jadwalnya tidak bisa diulang. Kalau sudah terlewat, jamaah tidak punya kesempatan lagi. Karenanya pastikan jangan terlewat jadwal ke Raudhahnya," pesannya.

"Ingat untuk tetap menjaga kondisi fisik. Jangan memaksakan diri dalam beribadah. Tetap gunakan alat pelindung diri bila keluar dari penginapan," imbuhnya.

Cuaca di Madinah lebih panas dari Makkah sehingga alat pelindung diri penting untuk dibawa jamaah.

"Jangan lupa gunakan sunscreen, topi, dan kacamata. Bawa juga payung dan botol semprot (spray). Satu lagi, jangan lupa untuk sering minum untuk menghindari dehidrasi," pungkasnya.