Ulama Damaskus, Jordan dan Lebanon Memotivasi Santri Tazakka

0

BATANG – Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyouni dari Damaskus, Syiria, Syaikh Riyadh Bazou dari Beirut, Lebanon, dan Syaikh Aun Muin Al Qaddumi yang berasal dari Amman, Jordania mengunjungi Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah, untuk memberikan motivasi kepada santri acara Muhadarah ‘Ammah, Senin (14/1). Namun sebelumnya, syaikh tersebut diajak mengunjungi alam pagilaran, Batang.

Tiba makan siang, para masyaikh dijamu Tazakka untuk menikmati hidangan sop ikan kakap dan sea food di vila Pak Reza. Menurut KH. Anizar Masyhadi yang mendampingi, Syaikh Aun Qoddumi dan Riyad Bazo baru pertama kali ke Pagilaran, “Mereka sangat terkagum dengan keindahan alamnya yang natural, ada suara burung berkicauan, belum lagi udara yang sangat sejuk dan bersih serta pemandangan yang indah serta kabut yang seakan akan para syaikh tersebut berada diatas awan,” ungkap pimpinan Pondok Modern Tazakka.

Tiba di Pondok Tazakka, masyayikh disambut oleh pimpinan, guru dan seluruh santri. Dalam tausiahnya di masjid Az-Zaky, Mufti Damaskus, Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyouni menekankan pada dua hal; Hadaf yang berarti target capaian, dan Himmah yaitu kemauan yang kuat untuk mencapai target.

Syaikh Adnan menambakan, pentingnya para santri untuk belajar dengan benar, memahami pelajaran dengan baik, karena para santri akan menjadi penentu masa depan negaranya, dan membawa umat ini dimasa yang akan datang.

Menurut beliau bahwa kunci utama kesuksesan di atas hadaf dan himmah adalah hubb, kecintaan.

“Kalian harus cinta, baik cinta kepada ilmu, ulama dan juga gurumu,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama pula, Syaikh Aun Qoddumi mengingatkan santri, bahwa berdzikir akan membawa kemudahan dalam menuntut ilmu. Syaikh Aun juga menekankan agar sesama santri harus saling menolong dan membantu. Beliau bahkan memberikan dzikir khusus ba’da shalat agar selalu diberi kemudahan dan keberkahan.

Sedangkan, Syaikh Riyadh Bazou memberikan motivasi kepada santri dan menegaskan bahwa santri itu penuntut ilmu yang pada hakikatnya sedang menuntut rahmat Allah.

“Pencari Ilmu adalah pencari rahmat, surga dan ingin bersama Rasulullah SAW dalam surga,” terang Syaikh Riyadh.

Kiai Anizar menambahkan, bahwa shalat maghrib menjadi sangat spesial bagi seluruh santri dan guru, karena imam shalatnya adalah Mufti Damaskus yang suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qurannya sangat menyentuh hati.

Mufti Damaskus Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyouni, Syaikh Riyadh dan Syaikh Aun Muin Al Qaddumi sedang berada di Pekalongan dalam rangka merumuskan persiapan Konferensi Internasional Sufi yang akan digelar pada pertengahan Maret mendatang. Konferensi tersebut digagas langsung oleh Rais Aam JATMAN, Maulana Habib Lutfi bin Yahya. (anizar/eep)

Comments
Loading...