Connect with us

Daerah

Tiga Penyebar Agama Islam di Pantai Utara Lamongan

Published

on

Jika melihat jejak Islamisasi oleh walisongo di Pulau Jawa, jalur pantai utara adalah lokasi yang paling banyak ditemukan peninggalan-peninggalan arkeologi dan makam-makam para wali. Terhitung mulai dari makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syeikh Maghribi di Batang, Syeikh Maulana Jumadil Kubro di Semarang, Sunan Kalijaga dan Raden Patah di Demak, Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus, Sunan Bonang dan Syeikh Ibrahim Asmaraqandi di Tuban, Sunan Drajat dan Syeikh Maulana Ishak di Lamongan, Sunan Giri di Gresik hingga Sunan Ampel di Surabaya.

Terlepas dari seluruh nama-nama di atas, sebetulnya masih banyak lagi makam-makam wali yang belum disebutkan. Khususnya yang ada di sepanjang laut Jawa Kabupaten Lamongan. Selain makam Sunan Drajat dan Syeikh Maulana Ishak, adapula makam Sunan Sendang Duwur, Mbah Banjar serta Mbah Mayang Madu yang merupakan mertua Raden Qosim atau Sunan Drajat yang juga akan dijelaskan lebih detail dalam tulisan ini.

Mbah Mayang Madu adalah penguasa Jelag (pada saat itu masuk wilayah Majapahit) yang beragama Hindu. Pada suatu hari ada pendakwah dari Wilayah Banjar berkeinginan untuk mengunjungi Sunan Ampel. Setibanya laut Paciran, tiba-tiba perahu yang ditumpanginya karam dan ia nyaris tenggelam. Berungtunglah ia ditolong oleh ikan talang yang mengantarnya sampai tepi pantai. Di sana ia ditolong oleh Mbah Mayang Madu dan diperkenalkan tinggal di desanya. Karena berasal dari wilayah Banjar, maka dikemudian hari ia dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Banjar.

Mbah Banjar adalah pendakwah yang gigih menyebarkan Islam. Atas konsistensinya itu, Mbah Mayang Madu tertarik kepada ajaran yang dibawa dan kemudian masuk Islam. Keduanya sama-sama berdakwah ke masyarakat dengan mendirikan madrasah. Lambat laun pengikutnya mulai banyak sehingga mereka kewalahan untuk menanganinya dan membutuhkan tenaga pendidik lagi. Mbah Mayang Madu kemudian meminta Sunan Ampel untuk mengirimkan ulama dan membantunya berdakwah. Maka dikirimlah puteranya sendiri yaitu Raden Qosim ke Desa Jelag yang selanjutnya diangkat menjadi menantu Mbah Mayang Madu.

Diantara dakwah yang dilakukan oleh Mbah Mayang Madu, Mbah Banjar dan Sunan Drajat adalah memainkan alat musik gending untuk menarik masyarakat. Namun ketika musik gending dihentikan dan berlanjut dengan pengajian, masyarakat membubarkan dirinya. Begitulah yang terjadi berulang-ulang sehingga Raden Qosim nyaris kehabisan akal. Selanjutnya untuk mengantisipasi kegagalan yang terus-menerus, Raden Qosim kemudian berdoa kepada Allah agar senantiasa mengangkat derajat siapa saja yang mengikuti setiap pengajian yang diadakan. Allah mengabulkan doanya dan menggerakkan hati masyarakat untuk hadir dan menyatakan Islam. Sejak saat itulah kemudian Raden Qosim dikenal pula sebagai Sunan Drajat.

Jika dilihat dari jarak tempuhnya, letak makam ketiganya tidak jauh satu sama lain. Mbah Mayang Madu dimakamkan persis di belakang masjid Jelag, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kemudian menyeberangi Jalan Raya Deandels di sisi utara ada makam Mbah Banjar yang terletak di Desa Banjaranyar, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Adapun makam Sunan Drajat berada di arah selatan dari Jalan Raya Deandels, tepatnya Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Untuk mengenang jasa-jasa ketiga pendakwah tersebut, diperingatilah haul Mbah Mayang Madu, Mbah Banjar dan Sunan Drajat setiap akhir Bulan Sya’ban.

Cerita ini berdasarkan keterangan Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan.

Berita

Gus Ulil Abshar Melalui Ghazalia College Akan Dirikan Pesantren

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Pengampu Ngaji Tasawuf Kitab Ihya’ Online KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyampaikan bahwa dirinya akan mendirikan pesantren dalam bentuk fisik. Sebab, selama lima tahun terakhir ini Ngaji Ihya’ dan karya-karya Imam Ghazali yang lain berlangsung di bawah naungan Ghazalia College berlangsung secara virtual.

“Dalam waktu dekat, Ghazalia College akan membangun sebuah padepokan atau pesantren yang nyata di bumi. Sudah ada tanah seluas 1.000 meter persegi yang sedang saya incar di kawasan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat seharga 6,5 M (miliar rupiah),” tulis Gus Ulil di akun facebooknya, pada Sabtu (30/7) sore.

Hal ini merupakan rencana Gus Ulil yang sekaligus diniatkan untuk Tabarrukan dengan Tahun Baru 1444 Hijriah. Terkait nominal harga tanah tersebut, Gus Ulil pun mengaku belum tahu cara mendapatkan uang sebanyak itu. Namun, ia memiliki tekad untuk mewujudkan impian itu.

“Saya bersama dengan beberapa tim Ghazalia College sudah bertekad untuk merealisasikan rencana ini. Sudah saatnya Ghazalia College punya rumah sendiri di bumi, tidak melayang-layang terus di awan,” kata Gus Ulil.

Cendekiawan muslim yang besar di Pondok Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah ini juga memohon dukungan dari seluruh santri dan simpatisan yang selama ini mengikuti pengajian secara online. “Minimal adalah dukungan berupa wirid atau doa”, ujarnya.

Ia juga telah meminta restu dari mertuanya yang merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang itu kemudian mengijazahi sebuah amalan atau wirid untuk mendukung agar rencana ini terwujud.

“Membaca istighfar Astaghfirullahal ’Adzim minimal seratus kali setiap hari dan ditambah dengan shalawat semampunya dan sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU ini menekankan bhwa dengan membaca wirid tersebut, sudah sangat membantu mewujudkan pembangunan Pesantren Ghazalia College.

“Semoga rencana di awal tahun baru Hijriah ini mendapatkan keberkahan dan kemudahan. Aamiin,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Hadiri Cirebon Bershalawat, Ingatkan Pentingnya Sejarah

Published

on

Cirebon, JATMAN Online – Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menghadiri acara Cirebon Bershalawat dalam rangka Hari Jadi ke-653 Cirebon dan Haul Syekh Syarif Hidayatullah ke-469 di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (28/7) malam.

Habib Luthfi dalam tausyiahnya mengatakan kepada masyarakat Kota Cirebon jangan melupakan sejarah. Terutama sejarah perjuangan para wali yang menyebarkan ajaran Islam hingga pendiri bangsa di era kolonial yang memperjuangkan kemerdekaan RI.

Pasalnya, menurut Habib Luthfi, sejarah merupakan pondasi yang sangat penting bagi suatu bangsa demi mejaga kesatuan dan persatuan.

“Kalau melupakan sejarah, bisa repot. Orang akan luar biasa, karena tidak lepas dari sejarah,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI itu.

Ketua Forum Sufi Dunia tersebut menjelaskan melalui sejarah selain mengenang dan mengenal bagaimana perjuangan para pendahulu juga menjadi upaya untuk meneladani keluhurannya.

“Jika masyarakat mengerti dan menghargai sejarah maka bangsanya menjadi kuat serta persatuannya tidak mudah goyah. Karena mereka memahami betul karakter bangsanya, apalagi oleh berita hoaks yang sekarang banyak beredar,” ujarnya.

Habib Luthfi juga meminta masyarakat tidak saling ribut dengan sesama anak bangsa. Konflik semacam itu justru hanya membuat Indonesia mengalami kemunduran.

Padahal, negara lain sudah jauh melangkah, tetapi Indonesia hanya jalan di tempat jika warga negaranya sibuk hanya disebabkan berita hoaks.

“Hoaks itu dari dulu sudah ada, jadi harus diwaspadai, jangan kaget. Kita tidak boleh terpedaya berita hoaks, tetap jaga persatuan Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, menyampaikan ucapan syukur karena Cirebon Bersholawat disambut antusiasme warga Kota Cirebon dan sekitarnya.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon dan Haul ke-469 Sunan Gunung Jati,” ujar Nashrudin Azis.

Ia juga berharap, kegiatan Cirebon Bershalawat membawa keberkahan untuk Kota Cirebon.

“Semoga lantunan salawat yang kita sampaikan kepada Rasulullah SAW dapat membuka pintu keberkahan sehingga Kota Cirebon dapat menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi sebagaimana yang selama ini kita dambakan,” tuturnya.

KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengajak masyarakat Cirebon untuk tetap bergotong royong dan saling membantu dalam memulihkan perekonomian pasca Covid-19.

“Tema atau tagline Ngobeng Yuh dapat membangkitkan semangat gotong royong bagi masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya membangkitkan kembali perekonomian pasca Covid-19,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

JATMAN Resmikan Ureka Mart ke 11 di Ponpes Thoriqoh Bahrul Musyahadah

Published

on

OKU Timur, JATMAN Online – Ureka Mart ke-11 kembali diresmikan di Pondok di Pondok Pesantren Thoriqoh Bahrul Musyahadah di OKU Timur, Sumatera Selatan, pada Selasa (25/07).

Dalam peresmian tersebut hadir Mudir Tsani Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Aman Subagio, Pimpinan Pondok Pesantren KH Cholil, Ketua Pengurus Harian Pondok Pesantren H. Misnadi, Pengurus Idarah Wustho JATMAN Sumatera Selatan H. Mas’ud, Camat Semendawai Timur Sandra Bakti, Anggota DPRD, Lurah Semendawai Timur, Pimpinan Bank Mandiri OKU Timur dan Indogrosir Palembang.

Direktur Utama PT Ureka Indonesia Trie Handayani menyampaikan ucapan selamat telah resmi dibukanya Ureka Mart.

“Selamat atas dibukanya Ureka Mart di Pesantren Thoriqoh Bahrul Musyahadah, semoga berkah dan mampu menjaga nama baik Maulana Habib Lutfi bin Ali bin Yahya selaku inisiator program baik ini,” ujar Trie Handayani yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi & Wirausaha Dewan Masjid Indonesia (DMI) Tangerang Selatan.

Ketua Bidang Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Pengurus Lembaga Pendamping Proses Produksi Halal (LP3H) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2022 – 2025 ini menjelaskan mengenai Ureka Mart untuk kemandirian umat khususnya Pesantren.

“Ureka Mart adalah bentuk nyata Kemandirian Ekonomi di Pesantren dan tempat yang tepat untuk Pemberdayaan Santri menjadi Santripreneur yang tidak hanya juara beribadah namun juga kelak juara berbisnis,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Semendawai Timur Sandra Bakti menyampaikan akan selalu mendukung program-program pesantren.

“Kami mendukung penuh program yang sangat memperhatikan Pesantren ini. Harapannya tidak hanya di OKU Timur, namun juga di Pesantren Pesantren yang memerlukan perhatian PT Ureka Indonesia,” ujarnya.

Melalui sambutannya, Mudir Tsani Idaroh Aliyah JATMAN Aman Subagio menyampaikan salam dari Maulana Habib Lutfi bin Yahya kepada para pengurus dan para santri di Pesantren Thoriqoh Bahrul Musyahadah.

“Agar berkomitmen penuh menggerakkan roda ekonomi umat khususnya Pesantren,” ungkapnya.

Diketahui, Ureka Mart merupakan unit usaha Idaroh Aliyah JATMAN. Nama Ureka sendiri merupakan singkatan dari Umat Rejaning Karyo. Usaha ini mengembangkan warung modern atau koperasi. Ureka Mart yang bekerjasama dengan pesantren-pesantren di Indonesia di bawah naungan PT Ureka Indonesia serta Bank Mandiri dan Indogrosir.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending