Teladani Rasulullah, Para Ulama Sufi Sangat Nasionalis

MALANG – “Para ulama sufi mendakwahkan Islam yang rahmatan lil’alamin dalam bingkai nasionalisme,” ucap KH. Dr. Kharisuddin Aqib, M.Ag., yang menjadi salah seorang narasumber dalam acara ‘Seminar Nasional: Islam dan Nasionalisme’ kerjasama antara JATMAN Jawa Timur dengan Universitas Islam Malang (Unisma) di Unisma, Sabtu (3/8).

Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah tersebut menyebutkan bahwa para sufi atau ulama pengamal tarekat kebanyakan adalah ulama yang pluralis transendental (toleran terhadap keragaman sebagai sunnatullah) yang harus dijunjung tinggi.

Membawakan materi “Nasionalisme Kaum Sufi”, Kiai Kharisuddin menyebutkan bahwa landasan para sufi dalam memperjuangkan tanah air adalah Rasulullah saw.

“Semangat cinta tanah air yang diperjuangkan oleh para sufi kebanyakan merujuk pada contoh yang dilakukan Rasulullah saw sebagai uswatun hasanah,” kata Dosen tetap PPs UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Penulis buku Al Hikmah, Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah tersebut juga mengatakan betapa Rasulullah mencintai Madinah. Sebagai negara yang dicintai, disayangi dan dilindungi oleh Rasulullah saw sebagai rumah bersama antar ras dan suku di bawah kebangsaan Madinah dalam ikatan piagam Madinah. (eep)

Komentar
Loading...