Tarekat Idrisiyyah Gelar Qini Nasional yang ke-142

TASIKMALAYA – Tarekat Idrisiyyah yang berpusat di Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya menggelar event Qini Nasional yang ke-142. Ribuan jamaah Tarekat Idrisiyyah berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti ajang empat bulanan tersebut pada Kamis (14/11).

Satu hari menjelang pembukaan Qini Nasional, penyelenggara mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zawiyah yang dihadiri ratusan pimpinan dan ustadz zawiyah (cabang/daerah) se-Indonesia. Semua berkumpul, berdiskusi dan melaksanakan rakor rutin 4 bulanan membahas problematika umat di masing-masing zawiyahnya sekaligus melahirkan beberapa rekomendasi solusi untuk diimplementasikan pengurus zawiyah dan jamaahnya.

Event Qini yang berarti “peliharalah aku’ dibuka secara resmi ditandai dengan shalat Maghrib secara berjamaah yang dihadiri sekitar 5000 jamaah. Acara dilanjutkan dengan pentas pidato oleh santri pesantren Idrisiyyah hingga waktu Isya tiba. Usai shalat Isya berjamaah, acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh 5 santri Ma’had lil Banin secara beriringan, para santri itu adalah Syahrul Abdillah, Ibnu Sidik Ali, Zaenal Ahyar, Irvan Aulia Sadili dan Husein.

Ir. Irfan Budiono, MM mewakili Pengurus Pusat Tarekat Idrisiyyah menyambut dengan hangat ribuan jamaah. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa Mursyid Tarekat Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman seringkali mengatakan bahwa manhaj tarekat (red: Idrisiyyah) akan menunjukkan futuh-nya di masa yang akan datang.

“Kita bisa lihat beberapa waktu lalu, pesantren kita mendapatkan kepercayaan yang luar biasa dari beberapa lembaga pemerintah dan non pemerintah di bidang ekonomi salah satunya,” ucap staff ahli tarekat itu.

Irfan melanjutkan, bahwa dengan tampilnya Mursyid Idrisiyyah sebagai pembicara ekonomi pesantren di hadapan 100-an pesantren besar Indonesia pada event International Syari’a Economic Festival (ISEF) 6th, Jakarta dan deklarasi Serikat Ekonomi Pesantren di Ponpes Idrisiyyah kemarin itu merupakan tanda-tanda kecil futuh-nya manhaj tarekat di kancah global.

“Nah, kita sebagai jamaah ahli tarekat Idrisiyyah, sudah siapkah menyambut datangnya futuh tersebut?” ujarnya.

Irfan juga mengajak jamaah menjadikan ajang Qini Nasional sebagai media penguatan ruhani dan jasmani.

“Jadikan ajang Qini Nasional sebagai media penguatan ruhani dan jasmani. Tentu dengan mengikuti bimbingan ilmu dan teknis beribadah selama 3 hari 3 malam dari guru kita Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman. Agar ketika futuh itu tiba, kita bisa menyambutnya dengan hati yang bersih,” katanya mengakhiri sambutan.

Selesai sambutan, seluruh jamaah dengan khidmat mengikuti tarbiyah hingga pukul 22.30 WIB dalam acara inti Qini Nasional hari ke-1 yakni majelis ilmu dan zikir berjamaah yang dipimpin langsung oleh Mursyid Idrisiyyah Syekh Muhammad Fathurahman.

Jamaah pun beristirahat tidur di aula-aula sekitar masjid agar nantinya dapat melanjutkan shalat tahajud pada dini harinya. Keseluruh prosesi pembukaan Qini Nasional itupun disiarkan LIVE melalui media streaming seperti Youtube, Facebook dan Radio FM/Streaming oleh media informasi digital pesantren Idrisiyyah. (rz/eep)

Komentar
Loading...