Tarawih Di Belanda Seperti Di Madinah

0

AMSTERDAM – Hanya di bulan Ramadhan saja ada shalat sunnah berjamaah yang menyatukan dan mengesankan, shalat tarawih. Tidak ada di bulan yang lain. Makanya sayang sekali, jika di bulan Ramadhan ini sampai tertinggal shalat tarawihnya. Rugi sekali, jika sebulan puasa ini, tidak pernah melakukan shalat tarawih. Usahakan sebisa mungkin untuk tetap mengikuti shalat sunnah tarawih berjamaah.

Dalam shalat sunnah, ada yang bisa dilakukan dengan berjamaah, ada juga yang dilakukan sendirian saja. Shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat wajib, baik qabliyah atau ba’diyah, itu adalah contoh shalat sunnah yang dilakukan sendirian, tidak dengan berjamaah. Sementara, shalat sunnah yang dilakukan dengan berjamaah banyak contohnya. Seperti shalat istisqa, shalat gerhana, shalat ‘id, dan shalat tarawih.

Program yang digagas oleh PPME al-Ikhlas Amsterdam dalam meramaikan dan menyemarakkan Ramadhan 1440 H ini adalah dengan saya untuk mendampingi jamaah sebagai imam dan pengisi kultum selama satu bulan penuh serta mendampingi pengajian ibu-ibu yang dilakukan setiap hari bada dzuhur pukul 14.00 – 16.00 waktu Amsterdam dan Talaqqi al Quran menjelang takjil pada pukul 19.30 – 21.00 waktu Amsterdam.

Selama Ramadhan ini Alhamdulillah semakin bertambah banyak jamaah yang ikut hadir berjamaah di Masjid al-Ikhlas. Bukan hanya dari diaspora Indonesia saja. Tetapi program buka puasa bersama setiap hari dan dilanjutkan dengan berjamaah shalat tarawih ini juga diikuti oleh diaspora Maroko, Turki, dan Mesir. Mereka mengaku senang berjamaah di sini, karena suara imamnya bagus dan sangat menyentuh ke hati. Bahkan ada yang mengatakan seperti di Madinah.

“Karena irama yang digunakan oleh Ustadz Khumaini Rosadi adalah iramanya Syeikh Khudzaifi (red-Imam Masjid Nabawi di Madinah),” ungkap Mustafa – Diaspora Mesir yang baru ikut kali pertama berjamaah di Masjid al-Ikhlas Amsterdam pada malam kedua taraweh ini.

Masjid al-Ikhlas Amsterdam didatangi oleh diaspora-diaspora negara lain karena memang letaknya yang strategis di tengah perkantoran dan sekolah renang. Jan Van Gentstraat – Badhovedorp. Mereka senang juga dengan tradisi takjil Indonesia yang bersama-sama makan ngumpul ngeriung dengan aneka macam masakan menu Indonesia. Mereka suka gorengan, lahap sekali makan nasi rawonnya, nambah lagi. hehe

“Kegiatan rutin ini diselenggarakan dalam rangka berbagi dan meningkatkan ibadah di bulan suci dengan bersedekah. Mengisi kesempatan Ramadhan karim ini dengan memperbanyak membaca al Quran. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai penyatu dan perekat persaudaraan antar sesama muslim dan sesama negara. Mewujudkan rasa kasih sayang dan senasib setanggungan,” tutur Hansyah Iskandar Putera, Ketua PPME al-Ikhlas Amsterdam periode 2019 – 2022.

Ustadz Tamsil yang merupakan Beestuur PPME al-Ikhlas Amsterdam, berharap semoga berkah Ramadhan terus memancar dan berkibar di Belanda. Terutama lagi untuk orang-orang Indonesia agar tetap semangat beribadah dan guyub rukun. orang-orang Mesir di Belanda saja senang berjamaah dengan orang Indonesia dan mengesankan di hati mereka, masa orang Indonesia di Belanda tidak mau ikut meramaikan masjidnya sendiri.

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I (TIDIM JATMAN)
TIDIM (Tim Inti Dai Internasional & Media) JATMAN

Comments
Loading...