Tanah Mandar Punya Magnet Yang Membuat Para Alim Ulama Mengunjunginya

0

POLEWALIANDAR – “Carilah anak-anakku, magnet di Mandar ini, sebab para alim ulama sangat tertarik ke Mandar. Maka beruntunglah kalian yang lahir di tanah Mandar,” kata Habib Assayyid Abdurahim saat memberikan tausiyah penutupan Sultan 1.2 pada Ahad (4/8) lalu.

Kehadiran Habib Assayyid Abdurrahim As-Seggaf Puang Makka dalam program pengkaderan generasi muda tarekat Suluk MATAN atau disingkat Sultan 1.2 di Masjid At-Taubah Imam Lapeo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman Sulbar membuat para peserta Suluk semakin antusias dan bersemangat.

“Kehadiran Habib Puang Makka pada pengkaderan tarekat ini sungguh membuat antusias pesuluk di tanah Mandar,” ungkap Dr. KM. Mahmud Suyuti Ketua MATAN Sulawesi Selatan.

Habib Puang mengatakan bahwa tanah Mandar memiliki magnet. Magnet ini tidak dimiliki daerah lain khususnya di Sulsel dan Sulbar. Alasannya kata Rais Awwal Idarah Aliyah JATMAN sangat sederhana, yakni ulama-ulama dari luar Sulawesi selalu menanyakan tentang Mandar dan selalunya mengunjunginya.

Ulama paling berpengaruh di Sulsel tersebut menganalogikan tanah Mandar laksana gunung indah yang jauh dipandang dan membuat orang tertarik serta mengunjunginya. Namun terkadang orang-orang yang berada di sekitar gunung indah tersebut justru tidak menyadari akan keindahan gunung tersebut.

“Tidak mungkin ulama-ulama mau mengunjungi tanah Mandar jika tidak punya magnet. Carilah dan nikmatilah anak-anakku gunung indah ini. Gunung indah yang dimaksud adalah tanah Mandar,” seru Habib Puang Makka kepada peserta Sultan 1.2.

Sultan yang diadakan sejak tanggal 2 hingga 4 Agustus 2019 menghadirkan pemateri diantaranya Kiai Syibli Syahabuddin, Mursyid Tarekat Qadiriyah, Habib As-sayyid Abdurrahim As-Seggaf Puang Makka, Kiyai Ilham Saleh Tarekat Qadiriyah, Syekh Muhammad Rusmin Tarekat Naqsyabandiyah Haqqani, Syekh Abdul Aris Al-Bugisy tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, dan beberapa cucu KH Muhammad Tahir Imam Lapeo, Habib Ahmad Fadl al-Mahdaly dan beberapa ulama tanah Mandar. (eep)

Comments
Loading...