Connect with us

Berita

Syu’biyyah Purwakarta Selenggarakan Musyawarah Kerja 2021

Published

on

Musyawarah Kerja 2021

Purwakarta, JATMAN.OR.ID: Idaroh Syu’biyyah Purwakarta Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menyelenggarakan Musyawarah Kerja 2021 di Pondok Pesantren al-Muhajirin 3 Citapen Sukajaya, Sukatani, Purwakarta, Sabtu (30/01) kemarin.

Musyawarah Kerja 2021 ini dihadiri oleh hampir seluruh jajaran pengurus majlis ifta, ifadliyyah, imdhoiyyah dan imdadiyyah Syu’biyyah Purwakarta dan perwakilan-perwakilan idaroh Ghusniyyah yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Nampak hadir pula Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta Drs. KH. M. Jhon Dien Th. SH. M.Pd., Wakil Rois Suriah PWNU Jawa Barat Dr. KH. Abun Bunyamin MA., Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemda Purwakarta Ir. H. Agus Rachlan Suherlan, MM., dan Kepala Kesbangpol Purwakarta Drs. Uus Usna M.Si.

Musyawarah Kerja 2021

Dalam sambutannya mewakili Bupati Purwakarta, Bapak Ir. H. Agus Rachlan Suherlan, MM. menyampaikan ucapan selamat serta mengapresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Musyawarah Kerja JATMAN Kabupaten Purwakarta tahun ini.

“Semoga pelaksanaan Musyawarah Kerja JATMAN Kabupaten Purwakarta tahun ini bisa lebih mengembangkan kiprah JATMAN di tengah masyarakat Purwakarta. Hal ini bertujuan untuk mendorong dan lebih meningkatkan spiritualitas masyarakat Purwakarta demi terwujudnya masyarakat yang lebih istimewa sesuai dengan harapan dan cita-cita kita bersama,” tuturnya.

“Eksistensi JATMAN Kabupaten Purwakarta harus terus dipertahankan agar dapat berperan secara maksimal pada pembinaan umat maupun partisipasinya terhadap pembangunan Purwakarta,” tambah Bapak Ir. H. Agus Rachlan Suherlan, MM.

Beliau juga mengimbau kepada seluruh pengurus dan anggota JATMAN Kabupaten Purwakarta agar dapat menghidupkan organisasi dengan berbagai program dan kegiatan sesuai dengan visi dan misi yang diamanatkan organisasi serta untuk dapat meningkatkan iman dan ketakwaannya kepada Allah SWT. “Semoga dapat menghasilkan program kerja yang mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, dan semoga ikhtiar kita bersama ini senantiasa diberkahi segala upayanya dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten Purwakarta.”

“Kehadiran JATMAN sebagai bagian dari masyarakat Purwakarta sangat dibutuhkan di tengah ujian yang sedang di berikan Allah kepada kita semua melalui pandemi Covid-19 yang juga belum mereda,” ujarnya mengakhiri sambutan.

Musyawarah Kerja 2021

Kepala kesbangpol Drs. Uus Usna M.Si. dalam sambutannya berharap semoga JATMAN Purwakarta semakin berkembang dan bisa menyentuh semua elemen masyarakat dalam mengajak kebaikan dan senantiasa menjaga keutuhan persatuan & kesatuan bangsa. “Dzikir tarekat ini yang bisa menjadi obat bagi ketenangan jiwa, sukses & berkah selalu buat JATMAN Purwakarta,” paparnya.

Drs. KH. M. Jhon Dien Th. SH. M.Pd. selaku Ketua MUI Purwakarta pun mengapreasiasi kegiatan dakwah thoriqiyyah yang dilakukan JATMAN Purwakarta dan senantiasa menjaga hubungan dengan berbagai elemen baik masyarakat pejabat dan organisasi lainnya.

KH. Anhar Haryadi selaku Rois JATMAN Syu’biyyah Purwakarta menyampaikan, “Khidmah kita di JATMAN jangan sampai kendor karena kita ini ialah khodimul ummah, mengajak masyarakat untuk berdzikir dengan metode dzikir tarekat yang muttasil sanadnya.”

Musyawarah Kerja 2021

Musyawarah Kerja 2021 ini dipimpin oleh Mudir Syu’biyyah Purwakarta, Zeni Rafli. Dalam paparanya beliau menyampaikan laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2020 dan rencana kegiatan di 2021 ini.

Peserta Musyawarah Kerja ini juga mengumpulkan donasi untuk korban bencana alam yang terjadi di banyak wilayah. Donasi ini selanjutkan akan diserahakan ke Idaroh ‘Aliyyah melalui Idaroh Wustho Jawa Barat.

Musyawarah Kerja 2021 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Yayan Mustofa (Katib Syu’biyyah Purwakarta).[ZR]

Berita

Peringati Hari Santri, PWNU DKI Jakarta akan Hadirkan Abah dalam Dzikir Akbar dan 1 Miliar Sholawat Nariyah

Published

on

Jakarta, JATMAN Online: Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2021, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta akan menggelar Dzikir Akbar pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 1 Miliar yang dipusatkan di Mesjid KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat, pada hari Kamis malam, 21 Oktober 2021.

Pembacaan Sholawat Nariyah itu dilakukan sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang kini telah melanda seluruh tanah air dan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) PWNU DKI Jakarta tahun ini mengangkat tema “Bertumbuh, Berdaya, Berkarya.” Tema tersebut dipilih sebagaimana tugas dan kewajiban para santri yang memiliki peran penting untuk menanamkan serta menjaga nilai-nilai keluhuran Akhlaqul Karimah dengan penuh keikhlasan kepada masyarakat terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang berkepanjangan saat ini.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan pandemi COVID-19, moment Peringatan HSN tahun ini, Dzikir Akbar pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 1 Miliar ini dilakukan secara serentak oleh seluruh kader dan pengurus Nahdatul Ulama ditingkat MWC dan Ranting NU yang ada di wilayah DKI Jakarta hingga seluruh pelosok Indonesia secara online maupun offline.

“Tentunya kita berharap dengan pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah, kondisi bangsa Indonesia saat ini dapat segera kembali pulih dari pandemi COVID-19”

Rencananya, pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah yang dipusatkan di Mesjid KH Hasyim Asy’ari akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, M.A., Rais Am Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’thabarah an-Nahdiyah (JATMAN) yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr. (H.C). Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH. Muhyiddin Ishaq, Ketua PWNU DKI Jakarta KH. Syamsul Ma’arif, serta para ulama dan habaib lainnya.[Tatang]

Continue Reading

Berita

Wujudkan Kader Militan, PK MATAN IAIN Cirebon Adakan Ta’aruf MATAN

Published

on

Cirebon, JATMAN Online: Pengurus Komisariat (PK) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon adakan pengkaderan formal yaitu Ta’aruf MATAN. Sabtu-Minggu, (16-17/10).

Kegiatan yang berlangsung dua hari itu mengusung tema “Mencetak Kader yang Unggul dengan Penguatan Nilai Ke-MATAN-an”. ini mengadakan Ta’aruf MATAN dengan menghadirkan lima pemateri, KH. Mustofa Rasjid, Sh, M. Pdi (Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Cirebon), Dr. KH. Suteja, M. Ag (Wadek III IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Pembina PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Syukron Ma’mun, S. Pd (Sekretaris IV PP MATAN), Muhammad Alwi, S. Pt, MM (Dosen UGJ Cirebon) dan M. Habiburrahman (Ketua PC MATAN Kota Cirebon).

Acara yang bertempat di PP Madinatunnajah Kota Cirebon ini dihadiri oleh KH. Abdul Mujieb selaku Idarah Syu’biyah JATAMAN Kota Cirebon, Kiai Munib Khumaedi selaku Mudir JATMAN Kota Cirebon, PC MATAN Kota Cirebon, PK MATAN UNU Cirebon, PKPT IPNU-IPPNU IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan segenap keluarga besar MATAN IAIN Cirebon.

Tidak hanya itu, peserta yang hadir sekitar enam belas orang tidak hanya diikuti oleh mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, tapi juga dari luar IAIN seperti, Institut Agama Islam Cirebon (IAI C), Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC), dan santri dari Pondok Pesantren.

Pembina PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. KH. Suteja, M.Ag menuturkan, bahwa jika menginginkan untuk bisa berkontribusi dalam ber-MATAN, MATAN itu bukan hanya sekedar Ta’aruf kemudian keluar, setiap kegiatannya harus diikuti juga.

“Makanya kalau pengen ente mau punya kontribusi dalam ber-MATAN. MATAN itu bukan hanya sekedar Ta’aruf kemudian keluar, Tidak. Harus ikut kajian-kajian dan sukur-sukur wiridannya juga di istiqomahkan”. Tuturnya.

Sementara, Ketua PC MATAN Kota Cirebon, Habiburrahman menegaskan agar Mahasiswa IAIN Syekh Nurjadi dapat menjadi pionir pembangunan MATAN di Cirebon.

“Mari bersama-sama kita membangun MATAN khususnya di kota Cirebon. Denga solid supaya adanya rasa saling memiliki antar anggota dan tingkatan. Jika terdapat masalah kemudian diselesaikan bersama maka akan mudah dilalui,” tegas Habiburrahman saat membuka kegiatan Ta’aruf.

Selain itu, Khumaedi NZ selaku Ketua PK MATAN IAIN Syekh Nurjati Cirebon menambahkan, bahwa di dalam MATAN bukan orang-orang suci, tapi orang yang bersama-sama belajar membersihkan hati.

“Hilangkan petisi bahwa MATAN berisi orang-orang suci, di dalam MATAN bukan orang-orang suci, tapi orang yang bersama-sama belajar membersihkan hati dengan nilai-nilai ketasawufan dan selalu mendekatkan diri kepada ulama melalui MATAN ini,” pungkasnya.

Pewarta : Aisyah
Editor : Maftuh

Continue Reading

Artikel

Model Manajemen Kepemimpinan Transformasional di Bidang Pendidikan

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Mutu proses pendidikan dianggap baik apabila sumber daya sekolah mampu mentransformasikan multi jenis masukan dan situasi untuk mencapai derajat nilai tambah tertentu bagi peserta didik. Hal-hal yang termasuk kerangka mutu proses pendidikan ini adalah kesehatan, keakraban, saling menghormati, kepuasan, dan lain- lain.

Hasil pendidikan dikatakan bermutu jika mampu melahirkan keunggulan akademik dan ekstrakurkuler pada peserta didik yang dinyatakan lulus untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan program pembelajran tertentu. Selain itu, mutu pendidikan dapat dilihat dari tertib administrasi.

Salah satu model kepemimpinan pendidikan yang diprediksi mampu mendorong terciptanya efektifitas institusi pendidikan adalah kepemimpinan transformasional. Jenis kepemimpinan ini menggambarkan adanya tingkat kemampuan pemimpin untuk mengubah mentalitas dan perilaku pengikut menjadi lebih baik dengan cara menunjukkan dan mendorong mereka untuk  melakukan  sesuatu yang kelihatan mustahil.

Konsep kepemimpinan ini menawarkan perspektif perubahan pada keseluruhan institusi pendidikan, sehingga pengikut menyadari eksistensinya untuk membangun institusi yang siap menyongsong perubahan bahkan menciptakan perubahan. Sejalan dengan yang diungkapkan O’ Leary (2021) menyatakan bahwa Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang digunakan oleh seorang manager bila ia ingin suatu kelompok melebarkan batas dan memiliki kinerja melampaui status quo atau mencapai serangkaian sasaran organisasi yang sepenuhnya baru.

Seiring dengan perubahan kepemimpinan kepala sekolah atau madrasah dalam hal ini pondok pesantren, karena aturan regulasi dari pemerintah melalui peraturan kementrian agama yang ada, maka manajemen kepemimpin juga akan mengalami perubahan. Pondok pesantren adalah salah satu model pendidikan Islam Khas Nusantara.

Secara garis besar metode pendidikan di Pesantren adalah penggabungan antara metode pendidikan modern dan tradisional. Penggabungan dua metode ini didasarkan pada tuntutan zaman, bahwa, kita tidak dapat mengelak dari tantangan, perkembangan, dan kemajuan zaman dengan segala perniknya, tetapi juga kita sepatutnya tidak melepaskan nilai-nilai tradisional yang biasanya mengajarkan tentang nilai-nilai luhur budaya dan agama.

Dr. Suryadi selaku Koordinator Program studi S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Al-Ashiriyyah Nurul Iman Parung Bogor, memberikan pelatihan terhadap kepala sekolah, guru, santri dan mahasiswa/I dari pondok pesantren tersebut, yang berjumlah 400 peserta via zoom (22/09).

“Ekspektasi pelatihan ini adalah Menjadikan pondok pesantren Sebagai role model dalam menerapkan model kepemimpinan transformasional bidang Pendidikan,” ungkap Suryadi.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diawali dengan Paparan secara Umum oleh Dr. Suryadi, dilanjutkan oleh dr. Santi Anugerahsari, SpM, M.Sc, FISQua (Kepala SMF Mata RSUD Koja)  menyampaikan materi tentang manajemen kepemimpinan di era covid: cara hidup sehat di era pandemic, dilanjutkan oleh  Nining Parlina, S.Pd. Gr., M.Si (Han) menyampaikan materi tentang Manajemen Kepemimpinan : praktik Mindfullness sebagai strategi Manajemen Stress dikalangan pendidik di era disrupsi.

Materi dilanjutkan oleh Rihlah Nur Aulia,MA (Dosen dan peneliti Fakultas Ilmu Sosial UNJ) memperkuat materi  dengan tema Karakteristik Kepemimpinan Transformasional di Lembaga Pendidikan Islam.  Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh pemateri dari kepala sekolah SMAN 36 Jakarta bapak Drs. Moch Endang Supardi, M.Si., M.Pd menyampaikan Materi tentang Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di persekolahan. Selanjutnya pemateri pamungkas dari kepala Sekolah SMAN 109 Jakarta menyampaikan materi tentang Kepemimpinan Transformasional dalam manajemen kesiswaan.

Pelatihan ini mendapatkan apresiasi dan antusiasme yang tinggi dari semua peserta, dibuktikan adanya pertanyaan mendalam dari tiap materi yang disampaikan oleh pemateri.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending