Syaikh Fadhil: Landasan Tarekat Adalah Al Qur’an dan Sunnah

0

BANJARMASIN – “Hakikat landasan sebuah thariqah adalah Al-Qur’an dan Sunnah, maka siapapun yang bertentangan dari keduanya berarti dia telah keluar dari jalur thariqah,” kata Syaikh Syarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jilani saat mengisi Majelis Ilmi dan Dzikir Hadrah al-Qadiriyah dalam rangkaian rihlah dakwahnya di Banjarmasin.

Cicit Syaikh Abdul Qadir Jilani tersebut tiba di bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin pada Sabtu (7/9) yang disambut gembira oleh ahbab thariqah al-Qadiriyah al-‘Aliyah al-Mubarakah al-Jailaniyah binaan Habib Muhammad Taufik al-Jailani. Sebelum mengisi halaqah ilmiah, Syaikh Fadhil bersama rombongan mengunjungi Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Martapura, Kabupaten Banjar untuk berziarah ke makam Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Ulama sufi asal Turki tersebut menyampaikan bahwa jika seorang mursyid telah menyimpang maka dalam istilah tasawuf disebut “bãla fi udzunihi syaithan”, yang artinya kupingnya telah dipenuhi air seni setan.

Saat mengisi Majelis Ilmu, Syaikh Fadhil menyampaikan seputar hakikat tasawuf dan kriteria Mursyid dan murid dalam tarekat. Selain itu, beliau juga sempat berziarah ke Martapura, komplek pemakaman Tuan Guru KH. Zaini Abdul Ghani yang masyhur disebut Abah Guru Sekumpul.

Idealnya seorang ahli thariqah, sambung beliau, memiliki Pertama, Khuluq Muhammadiyah (Akhlak mulia baginda Rasul saw). Kedua, Shidqu Shiddiqiyah (Kejujurannya Abu Bakar Shiddiq ra.). Ketiga, ‘Adalatu Umariyah (Keadilannya Umar bin Khattab ra.). Keempat, Hilmu Usmaniyah (Kearifannya Utsman bin Affan ra.). Kelima, Syaja’atu wa Ilmul Haidariyah (Keberanian dan Ilmu Ali bin Abi Thalib kw.)

Dalam kesempatan itu, Syaikh Fadhil juga mengijazahkan shalawat wal aurad gubahan Sulthanul Auliya, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani kepada ratusan jamaah yang mengikuti Majelis Ilmu dan Dzikir Hadrah al-Qadiriyah. (eep)

Comments
Loading...