Syaikh Dr. Hisyām Ungkap Cara Menemukan Guru Mursyid

0

JAKARTA – Syaikh Dr. Hisyām Kāmil Hāmid Musā memberikan amalan bagi seseorang yang belum memiliki syaikh atau guru mursyid yang mengantarkan dirinya kepada Allah. Hal itu disampaikan beliau pada saat mengisi kajian kitab dan Ijazah Sanad kitab Minhajul Arifin karya Imam Abū Hamid Muhammad Alghazālī di Zawiyah Arraudhah yang juga Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Arraudhah wa Zawiyah Syadziliyah Qodiriyah, Jl. Tebet Barat VIII No. 50, Jakarta Selatan (16/3).

Menurut ulama asal Kairo Mesir tersebut, segala hal memiliki thariq (jalan) baik dalam fiqh, aqidah, tasawuf, bahasa dsb. Seperti dalam fiqih ada thariq (jalan) Syafii dan Maliki, kemudian dalam aqidah ada thariq (jalan) Asy’ari dan Maturidiy, dalam arudh ada Khalily dan dalam nahwu ada Bashry dsb.

“Guru (syaikh) adalah jalan itu sendiri yang diikuti para murid (muridin) maka lazim bagi kita belajar dari para guru dalam segala hal, dan siapa yang belum memiliki guru maka gurunya adalah setan,” tegas murid dari Syaikh Ali Jum’ah tersebut.

Maka bagi siapa yang belum menemukan guru yang mengantarkan kepada Allah, Syaikh Hisyām menganjurkan bagi orang tersebut untuk membaca shalawat sebanyak 1000 kali, dengan rincian seratus pertama, kedua dan ketiga membaca shalawat seperti biasa. Sedangkan pada seratus keempat, kelima, keenam dan ketujuh membaca shalawat ibrahimiyah. Barulah pada seratus kedelapan, kesembilan dan keseribu membaca shalawat biasa kembali.

“Dalam waktu sekitar 10 hari maka Allah akan menganugerahimu guru yang mengantarkanmu pada Allah dan ini termasuk mujarrabat,” ucap Doktor lulusan Institut John Hever, Inggris.

Syaikh Dr. Hisyām Kāmil Hāmid Musā sendiri merupakan ulama muda yang cukup produktif, diantara karyanya, Al Minah Al Ilahiyyah Fil Adab Al Islamiyyah, Khulashah Al Anba Fi Qashash Al Anbiya’ Al Anwar Al Muhammadiyah Syarh Al Arba’in An Nawawiyah dan masih banyak lagi. (eep)

Comments
Loading...