Syaikh Awadl Karim Al Aqli Safari Dakwah Pulau Jawa

Kediri – Daurah Ilmiyah li Ma’ahid al Islamiyah (DAIMI) Indonesia bekerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dan Majma’ Sufi ‘Am Sudan menyelenggarakan daurah ilmiyah bersama Syaikh Awadl Karim Al Aqli ke berbagai pesantren dan kampus di berbagai daerah khususnya Pulau Jawa.

Dalam kegiatan ini, Syaikh Awadl mengawali kunjungannya ke beberapa makam walisongo serta ulama di pulau Jawa, “Sebelum saya safari dakwah di pulau Jawa, saya harus minta izin terlebih dahulu dengan para wali-wali Allah di bumi Jawa,” ungkap ketua bidang keilmuan majma’ shufi ‘am.

Beliau menyempatkan diri bersilaturahmi di sela-sela daurahnya Rabu (28/11)  diantaranya dengan mengunjungi kediaman Gus Awis di Ponpes Darul Ulum Peterongan, Jombang, lalu KH. Sholahuddin Wahid di Tebu Ireng, Jombang, dan bertamu ke kediaman Ibu Nyai Churun Ain Malik Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras serta berziarah ke makam KH. Wahab Chasbullah ulama pahlawan nasional yang mengarang ya lal wathan.

Hari ini (29/11) beliau dijadwalkan akan mengisi Seminar dan memberikan ijazah hadits arbain dan musalsal bi awaliyah di Kediri. Kunjungan ulama sufi asal Sudan ini sudah dimulai sejak 22 November lalu dan akan berakhir 18 Desember 2018 mendatang. Syaikh Awadl akan melakukan dauroh ilmiyah ke pondok pesantren se-Jawa, diantaranya : Ponpes Al-Ibrahimi (Gresik), Ponpes Bumi al Quran (Wonosalam, Jombang), Ponpes Al-Amanah (Krian), Ponpes Lirboyo (Kediri), Ponpes Darul Ulum (Jombang), Ponpes Kiai Mojo (Jombang), Ponpes Bahrul Ulum (Jombang), Ponpes Mambaus Sholihin 2 (Blitar), Ponpes Al-Hidayat Ash-Shomadiyah (Pasuruan), Ponpes Al-Islahiyah (Malang), Ponpes Mambaus Sholihin (Gresik), Ponpes Dar Ulul Albab (Nganjuk), Ponpes Miftahul Ula (Nganjuk), Ponpes Al-Fath (Lasem), Ponpes Al-Anwar dan Nurul Anwar (Sarang), Ponpes Mathaliul Falah (Kajen), Ponpes Yanbuul Quran (Kudus), Ponpes Mambaul Hikmah (Kendal), Ponpes Darut Tauhid (Cirebon), dan Ponpes Asy-Syifa (Subang).

Tajul Mafachir mengatakan bahwasannya tujuan utama kegiatan ini, ialah dalam rangka apresiasi terhadap Islam dan segudang keilmuan di dalamnya secara umum. Dan secara khusus untuk menyambung geneologi sanad antara ulama Nusantara dan negara lain, terutama di Timur Tengah. “Doakan DAIMI tetap dawam dalam berjuang menyambung tali kebaikan itu,” tutur Ketua DAIMI tersebut.

Syaikh Awadl Karim Al Aqli sendiri merupakan Guru besar di Masjid Agung Kota Omdurman, Sudan, beliau juga ketua bidang keilmuan Majma Shufi Amm, serta dosen partisipan Studi Islam di Institut Maarij Amman, Jordan.

Beliau telah menerima lebih dari 100 ijazah serta riwayat kitab hadits dari ulama yang muktabarah, diantaranya: Syaikh Ali Jum’ah Mesir, Syarif Abd Razaq Mahmud Barakat yang meriwayatkan hadits Sayid Muhammad bin Alawi dan Syaikh Majdzub Mudatsir Al-Hijaz, Syaikh Abdul Adzim bin Abdul Haq Al-Makki yang meriwayatkan Hadits dari Syaikhul Hadits Zakaria Al-Kandahlawi dan Musnid Dunya Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Syaikh Ahmad Syafi’ (Rektor Universitas Islam Bangladesh) yang meriwayatkan Hadits dari Syaikh Husain Ahmad Madani, Syaikh Abdurrahman (Mufti Bangladesh) dari Husain Ahmad Al-Madani, Syaikh Muhammad Ali (Turki) dari An-Nabhani, Syaikh Muhammad Abdul Malik Al-Kamla’I dari Syaikh Abdul Fattah Abu Gidah, Dr. Yusri Rushdi Jabr dari Abdullah Al-Ghimari dan Syaikh Muhammad Yahya Al-Kittani.

Singkatnya, beliau akan melakukan daurah ilmiyah dan seminar di 23 pondok pesantren dan 5 universitas di pulau Jawa. (eep/ilman)

 

Komentar
Loading...