Suka Silaturahim, Kiai Buchori Wafat Saat Ceramah

0

Malang – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang KH. Buchori Amin menghembuskan nafas terakhir saat berada di atas panggung saat memberikan ceramah di Pondok Pesantren Al Ishlahiyah, Singosari, Malang Jawa Timur, Sabtu (15/12).

Dalam video yang berdurasi 22 detik, Kiai Buchori terlihat berada di atas panggung. Kiai yang mengenakan baju putih duduk di atas sofa.

“Luli bejo, luli bejo, wong sing gak tahu kepetuk aku (Sangat beruntung, sangat beruntung. Orang yang tidak pernah bertemu Nabi Muhammad…),” begitulah kalimat terakhir yang menggantung dan terucap dari mulut Kiai yang dijuluki singa podium itu.

Usai mengucapkan kata-kata diatas, badan Kiai Buchori seperti terhuyung, mikrophone yang dipegangnya pun lantas jatuh. Beliau kemudian terhuyung ke belakang dan seperti bersandar pada kursi seperti orang tertidur.

Kejadian wafat Kiai Buchori saat itu disaksikan langsung oleh ratusan jamaah yang menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad Saw bertemakan “Nabi Muhammad Teladan Sejati”.

Kiai Buchori dikabarkan wafat pada pukul 14.30 WIB setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Muslimat Medical Center Singosari namun sudah tidak bisa diselamatkan.

Salah seorang sahabat almarhum, H. Ghufron Marzuki pun merasa sangat kehilangan dengan sosok yang sudah berteman dengannya sejak puluhan tahun lalu.

Dia pun mengenang masa-masa kebersamaan bersama dengan ulama kondang tersebut. Menurut Ghufron, Kiai  Buchori ulama yang selalu banyak menginspirasi. Meski menyandang status sebagai ulama, Kiai Haji Buchori tak pernah segan mendatangi rumah teman dan sahabatnya.

“Bahkan kalau ke rumah saya beliau selalu membawakan saya oleh-oleh. Padahal beliau ulama. Sementara saya kalau berkunjung ke rumah beliau tidak pernah membawakan apa-apa. Itulah beliau, sangat rajin bersilaturahim. Dan saya sangat kehilangan sosok beliau,” ungkap Ghufran mengenang kebaikan almarhum. (eep/imarah/pipit)

Comments
Loading...