Connect with us

Berita

Sufisme Layak Dijadikan Mediator

Published

on

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) menyelenggarakan seminar online bertajuk Penguatan Nilai-Nilai Sufistik dalam Pembelajaran di Sekolah/Madrasah, Jumat, 6/11 kemarin, yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali pada ruang Zoom.

Dalam dekade terakhir ini konflik menjadi fenomena kontemporer yang melanda seluruh dimensi kehidupan manusia. Konflik dalam ragam rupanya baik ekonomi, politik bahkan antar peradaban sering membawa dan mengatasnamakan agama. Islam yang mengajarkan cinta kasih dan perdamaian didistorsi menjadi Islam yang mengajarkan konflik. Islam seringkali disebut-sebut sebagai motif utama gerakan radikalisme, ekstrimisme, fundamentalisme dan lain-lain. Disinilah pro-kontra itu dimulai. Sebab, Islam yang dipahami mayoritas adalah agama damai, terang KH. Z. Arifin Junaidi Ketua LP Ma’arif NU PBNU dalam paparannya.

Di era kehidupan modern yang penuh problem atas nama agama ini, sufisme layak dijadikan mediator bagi terciptanya masyarakat yang multi agama dan pemahaman agama yang rukun dan damai, imbuhnya.

Dalam kajian kontemporer, sufisme terbukti aktif mempopulerkan pendekatannya sendiri yang kompatibel dengan pluralisme, demokrasi, toleransi dan koeksistensi. Ajaran cinta, kasih dan sayang dalam sufisme adalah aspek-aspek yang paling sering disuarakan untuk mendialogkan Islam dengan kebutuhan hidup kontemporer khususnya di saat dunia dipenuhi oleh perang, pembunuhan dan penindasan. Kaum sufi memiliki cara sendiri dalam mengajarkan Islam yang penuh cinta kasih, jelasnya.

Pada seminar kali ini dihadiri oleh 2 pembicara lain yaitu Prof Dr. KH. Said Agil Siroj. MA. (Ketum PBNU) dan KH. Muhammamad Mansyur Hadziq (PP. Ushuluddin Salaman Magelang).

Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Didirikannya lembaga ini di NU bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan NU. Bagi NU, pendidikan menjadi pilar utama yang harus ditegakkan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri. Gagasan dan gerakan pendidikan ini telah dimulai sejak perintisan pendirian NU di Indonesia. Dimulai dari gerakan ekonomi kerakyatan melalui Nadlatut Tujjar (1918), disusul dengan Tashwirul Afkar (1922) sebagai gerakan keilmuan dan kebudayaan, hingga Nahdlatul Wathan (1924) yang merupakan gerakan politik di bidang pendidikan, maka ditemukanlah tiga pilar penting bagi Nadhlatul Ulama yang berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1334 H, yaitu: (1) wawasan ekonomi kerakyatan; (2) wawasan keilmuan, sosial, budaya; dan (3) wawasan kebangsaan.[Af]

Berita

Habib Luthfi Raih Pengharagaan Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme

Published

on

By

Semarang, JATMAN.OR.ID – Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mendapatkan penghargaan dari Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2020. Habib Luthfi diberikan langsung piagam dan sertifikat penghargaan di kediamannya di pekalongan pada Selasa (24/11) Sore.

Sebelumnya Habib Luthfi menerima penghargaan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang dalam bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan.

Gerakan dakwah cinta tanah air yang dilakukan oleh Habib Luthfi memiliki peran penting untuk menumbuhkan nasionalisme. Syiar Islam yang dibawanya terdapat karakteristik tersendiri sehingga mudah diterima semua kalangan. Berdasarkan perjuangannya itu, Jawa Pos Radar Semarang terpanggil memberikan apresiasi. Habib Luthfi menerima penghargaan untuk kategori Ulama yang Menggelorakan Nasionalisme dan NKRI.

Dikutip dari Jawa Pos Radar Semarang, terdapat hal menarik saat direksi dan manajemen Jawa Pos Radar Semarang ketika menemui Habib Luthfi di ruangannya. Ada kue spesial yang disuguhkan Habib Luthfi kepada tetamunya. Yakni, kue kamir.

Kemudian Habib Luthfi mempersilahkan rombongan Jawa Pos Radar Semarang untuk memakan kue kamir dan suguhan lainnya. “Monggo, silakan (dimakan), ini bukan sajen,” kata Habib Luthfi, dengan nada bercanda.

“Kalau di tempat saya, ini namanya kamir,” kata Iskandar, GM Jawa Pos Radar Semarang kepada Habib Luthfi sembari mencomot kamir dan melahapnya. Sugiyanto Wiyono, Manajer Komunikasi Bisnis Jawa Pos Radar Semarang, menimpali, “Kalau di tempat saya, ini namanya apem.”

Sugiyanto juga mencomot kue kamir yang tersuguh persis di depan Habib Luthfi. Bagaimana dengan Habib Luthfi? “Saya lebih suka menyebut apem. Soalnya ndak enak, kalau ada yang namanya Amir, terus Mir..Amir..ini makan kamirnya. Mosok Amir makan kamir,” canda Habib Luthfi, membuat yang mendengarnya spontan tertawa.

Habib Luthfi yang ramah dan sangat menghormati tetamunya, berulangkali mengingatkan jajaran manajemen Jawa Pos untuk memakan suguhan yang telah disediakan. “Monggo (dimakan), ini bukan sajen.” Lagi-lagi Habib Luthfi membuat para tetamunya tertawa mendengar candaannya. Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut, berlangsung hangat. Habib Luthfi banyak memberikan pitutur bijak.

Habib Luthfi diterima semua kalangan karena perilaku dan sifatnya menyesuaikan tamu yang hadir. Habib Lutfi juga selalu memberikan pesan-pesan yang damai kepada para tamunya.

Turut hadir dalam acara ini General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, Manajer Iklan Sugiyanto Wiyono, Manajer Keuangan Indah Fajarwati, Redaktur Pelaksana Ida Nor Layla, Redaktur Rizal Kurniawan dan karyawan lainnya. (ap)

Continue Reading

Berita

Perkuat Tim, JATMAN Online Adakan Pelatihan Desain Poster

Published

on

By

desain

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Tim redaksi JATMAN Online mengadakan pelatihan Desain Poster Dasar untuk para desainer relawan yang tergabung dalam Media Center JATMAN secara daring, Rabu malam, 25/11.

Ini adalah pelatihan ke-2 dari rangkaian pelatihan yang diselenggarakan JATMAN Online dalam rangka memperkuat pengelolaan media. Pelatihan pertama yang sudah dilakukan minggu lalu adalah tentang penulisan jurnalistik dasar bersama wartawan senior alumni Kantor Berita Antara.

desain

Kali ini mengangkat tema mendesain poster dengan cara mudah bagi pemula. Tema ini disampaikan dengan apik oleh Wakil Pemimpin Redaksi JATMAN Online, Mas Anam Addimaky. “Malam ini kita akan belajar menggunakan aplikasi Canva dan beberapa aplikasi pendukung lain untuk membuat poster,” terang Mas Anam.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 23 peserta dari berbagai daerah yang tergabung sebagai desainer relawan JATMAN Online. Peserta cukup antusias mengikuti sessi sampai akhir. Banyak pertanyaan diajukan dan Mas Anam melahapnya dengan mudah.

desain

“Semoga pelatihan ini dapat secara signifikan memperkuat tim pengelola portal berita JATMAN Online dan kemudian melahirkan banyak karya desain yang dibutuhkan,” harap Pemimpin Redaksi JATMAN Online, Muhammad Sutan Majolelo.[Af]

Continue Reading

Berita

Mengenang Pecinta Para Habib; Kyai Abdullah Saad

Published

on

By

KH. Abdullah Saad
Ketua Umum MATAN, DR. Hasan Chabibie, M.Si., di depan makam KH. Abdullah Saad.

Solo, JATMAN.OR.ID: Selasa, 17 November 2020, seorang Kyai, Pengasuh Pondok Pesantren al-Inshof, Solo, seorang murid kinasih Abah, seorang sahabat dan pengurus Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN), KH. Abdullah Saad dengan tenang menghadap Sang Kekasih.

Kita semua, baik selaku santri beliau, sahabat beliau seperjuangan di MATAN terhenyak mendengar kabar kepergian beliau. Betapa Kyai muda ini begitu cepat dipanggil Allah, Sang Pemilik Ruh.

Kita Sangat Kehilangan

Sabtu malam, 21 November 2020, MATAN Indonesia menggelar acara dengan tema Tahlil untuk Pecinta Haba’ib; KH. Abdullah Saad. Tahlil yang dipimpin langsung oleh Sekjend MATAN, Gus Rosyid, diikuti dengan khidmat oleh puluhan jamaah yang hadir secara daring.

Usai tahlil, satu persatu pengurus MATAN dan sahabat terdekat Yai Saad pun tak kuasa menahan cerita. Semuanya ingin mengenang waktu saat bersama beliau. Demikian pula Ketua Umum MATAN, Gus Hasan, mengawali ceritanya yang hanya beberapa saat bersama almarhum mengenang.

“Apapun, perintahkan kepada saya Gus, akan saya laksanakan,” kenang Gus Hasan menirukan permintaan almarhum saat bertemu pada Silatnas MATAN di Makassar waktu lalu. Kenangan singkat yang sangat sarat makna dan tauladan, tambahnya.

Tidak mau kalah, Kang Syukron Makmun, seorang pengurus teras MATAN dari Cirebon juga menceritakan kenangannya. Pesan yang paling saya ingat dari almarhum adalah nasihat tentang ketaatan kepada pemimpin. “Ketua yang restui siapa? Abah. Berarti perintah Ketua adalah perintah Abah, maka lihat sebagai Abah yang memberikan perintah,” paparnya menirukan.

KH. Abdullah Saad

Gus Dulloh, demikian almarhum dipanggil semasa hidupnya adalah murid kesayangan Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Beliau dikenal sangat senang membantu haba’ib. Tidak sedikit haba’ib dibuatkan tempat tinggal dan majelis untuk mengaji. Almarhum orang yang murah tangan membantu, terutama kepada dzurriyyah Rasulullah. Abah sangat sayang kepada almarhum. Setiap kali Abah menyelenggarakan kegiatan, Gus Dulloh tidak pernah absen membantu, dan jumlah bantuannya selalu lebih besar dari bantuan murid Abah yang lain. Sungguh sosok Gus Dulloh yang sarat tauladan. Semoga Allah memenuhi almarhum dengan rahmat di sana, amin.[Af]

Baca berita lain: Ratusan Warga Sindanglaut Laksanakan Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Saad

Continue Reading

Facebook

Trending