Studium General dalam Haul Imam Aulia Maulaya Muhammad Al ‘Arabi Ad Darqawi qs. ke-201

0

Malang – 28 Oktober 2018. Haul Imam Aulia Maulaya Muhammad Al-‘Arabi Ad-Darqawi qs. ke-201 tengah dilangsungkan di Masjid Arraudhah Tangkil, Malang. Haul tersebut diadakan berbarengan dengan haul Hj. Nadhifa Maurisia binti Abdul Hamid ke-2.

Sejak pukul 09.00 WIB pagi, haul sudah dimulai dengan pembacaan awrad khas Thariqah Shiddiqiyah Darqowiyah Syadziliyyah, diantaranya Wadzifah Dzarruqiyyah dan Hizb Fath As-Shiddiqy serta zikir lainnya.

Jamaah dari Kabupaten Malang dan sekitarnya serta rombongan dari Jakarta terlihat khusuk dan khidmat mengikuti rangkaian acara haul tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan Studium General bertemakan tasawuf yang dimoderatori oleh Ali Syahbana, Lc, MA.

KH. M. Danial Nafis memaparkan bahwa, “tasawuf adalah implementasi dari ihsan. sedangkan Ihsan sendiri adalah bagian penting dari agama,” sebagaimana termaktub dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari. Hadis tersebut memuat percakapan antara Rasulullah Saw dengan Malaikat Jibril as yang menegaskan bahwa agama terdiri dari Islam, Iman dan Ihsan.

Beliau melanjutkan pembahasannya, bahwa seorang ahli thariqah adalah ahlus sunnah. Karenanya sebelum materi dimulai, beliau menghimbau kepada seluruh jamaah agar mengawalinya dengan shalat sunnah Dhuha.

Sebab menurut Muqaddam dan Khadim Zawiyah tersebut, bagi orang awam sunnah itu sunnah (artinya dianjurkan untuk dikerjakan namun boleh untuk ditinggakan), sementara bagi pengamal thariqah hal yang sunnah itu (seperti) wajib.

“Bagaimana kita merespon orang yang salah paham terhadap tasawwuf?” tanya salah seorang jama’ah yang hadir. “Maka itu Thariqah harus dilandasi ilmu. Agar tidak tertipu dengan orang yang memiliki kesaktian. Karena banyak yang mengaku bertarekat tapi hanya untuk kesaktian, tidak mau belajar al-Qur’an, hadis dan ilmu lainnya,” demikian jawab Mudir JATMAN Idarah Wustha DKI Jakarta menutup sesi tanya jawab. (eep/sidqy)

Comments
Loading...