Sosialisasi Taman Miniatur 99 Masjid Dunia, YAK Adakan Bukber dengan Media

0

JAKARTA – Sejarah Islam dan perkembangannya tidak lepas dari masjid. Masjid dinilai sebagai ruh lahirnya peradaban Islam. Yayasan Amanah Kita (YAK) di bawah pimpinan Hartono Limin bertekad dan memiliki cita-cita mulia untuk melestarikan budaya Islam dunia dengan membangun Taman Miniatur 99 Masjid Dunia (TM99MD). Untuk memperoleh doa restu serta dukungan, YAK mengundang awak media online berbuka puasa di kantornya yang beralamat di Jalan Gandaria Tengah III No. 13 Jakarta pada Rabu (15/5).

“Selama bulan ramadhan ini kita akan adakan beberapa pertemuan. Untuk bukber hari ini baru dengan media online,” ucap Hartono Limin saat ditemui JOL di ruang kerjanya.

Suasana buka bersama di Yayasan Amanah Kita (YAK). (Foto: Alim)

Ketua Umum Yayasan Amanah Kita juga menerangkan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini ialah untuk menjelaskan betapa pentingnya melestarikan budaya Islam skala dunia bukan hanya nusantara. “Inti dari pertemuan ini adalah menyampaikan rencana betapa pentingnya pelestarian budaya Islam dilakukan di negeri yang mayoritas muslim di dunia,” pungkas murid dari Habib Luthfi bin Yahya tersebut.

Melalui pertemuan tersebut, Hartono Limin ingin mengajak teman-teman media untuk mulai memikiran pelestarian budaya melalui pembangunan TM99MD. Sebab, kata Hartono Limin, terlalu besar dampak buruk yang terjadi apabila khazanah, sejarah dan budaya Islam tidak dihargai bahkan ditinggalkan dan tidak diindahkan.

Ia juga berharap dengan dibangunnya TM99MD akan mengembalikan sejarah dan budaya Islam sedunia yang selama ini kurang mendapat perhatian bahkan cenderung ditutupi atau dihilangkan. Selain itu, dengan adanya TM99MD juga akan mengajak warga muslim dunia untuk melestarikan sejarah dan budaya Islam.

Tim JOL bincang-bincang di ruang kerja Hartono Limin. (Foto: Alim)

Saat ditanya apa tantangan untuk membangun TM99MD saat ini, Hartono Limin mengaku belum mengetahui detailnya, hanya saja ia menemukan sebagian besar tidak mengerti dan sebagian tidak mau mengerti dan sebagiannya lagi bilang bahwa ini ide gila.

Hadir para awak media online seperti dari JATMAN Online, Kumparan, Kompas, Media Pol dan NU Online dalam pertemuan pertama tersebut. (eep)

Comments
Loading...