Silaturahim Tokoh Ulama Italia ke Zawiyah Idrisiyyah Jakarta

0

JOL, Batutulis – Pengurus Tarekat Idrisiyyah Zawiyah Cabang Utama Jakarta menerima kunjungan silaturahim dari ulama kharismatik dari Milan, Italia, Syekh Yahya Sergio Pallavicini, Kamis (3/5) di kantor sekretariat Zawiyah. Beliau adalah tokoh ulama dari Eropa khususnya di Italia, dan saat ini menjabat sebagai Presiden Komunitas Agama Islam Italia (co.re.is) .

Tiba di kantor Zawiyah sekitar pukul 16.00 WIB dengan didampingi oleh Direktur Markom Idrisiyyah, Bpk. Mara Umar, SE, CMW yang menjemputnya di hotel Grand Hyatt. Syekh Yahya kemudian diterima oleh Ustadz Hanhan Burhani, S.Pd.I dan jajaran pengurus lainnya. Keberadaan Imam Besar masjid Al-Wahid, Milan, Italia, di Indonesia dalam rangka menghadiri Wasatiyyah International Conference yang diadakan di Bogor sejak Senin (1/5/2018) lalu.

Kunjungannya ke Tarekat Idrisiyyah bukan tanpa sebab. 3 tahun lalu, Syekh Yahya Pallavicini telah dulu bersilaturahim dengan Mursyid Idrisiyyah Indonesia, Syekh Muhammad Fathurahman, M.Ag di tempat yang sama. Kunjungan kali ini dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyyah dan lebih khusus ukhuwah thariqiyyah dimana beliau adalah ahluth thariqah bersanad yang sama yakni dari Syekh Ahmad bin Idris Al Faasi Rodhiallahu’anhu.

Pertemuan berlangsung secara unofficial dan santai sekitar 2 jam. Syekh Yahya berbagi kisah perjalanan dakwahnya di belahan benua Eropa yang menurutnya secara karakteristik dan kultur berbeda dengan Asia khususnya Indonesia. “Berbeda dengan Indonesia yang mayoritas budaya Islami sudah melekat, dakwah di Italia harus lebih mengedepankan pendekatan logika. Ini yang menjadikan sulit untuk mengenalkan ilmu tasawuf atau hal yang spiritual disana. Menjadi tantangan tersendiri dalam mengenalkan ilmu zahir dan bathin secara bersamaan”, ujarnya bercerita.

Ia juga menyatakan sangat terkesan dan takjub dengan perkembangan dakwah Tarekat Idrisiyyah di Indonesia yang pergerakannya masif serta terstruktur dalam manajemen organisasi yang solid. Saat pengurus Zawiyah menunjukkan profil masjid dan pesantren Idrisiyyah di Tasikmalaya, ia pun berkomentar, “Alhamdulillah, barokallah this masjid has been established so fast. I remember last time I visited here, I had not seen any structure of the mosque on picture, it is a blessing”. Selain itu pun ia mengetahui adanya aktifitas kepemudaan SUFI’S  dengan seni bela diri silatnya, disamping gencarnya program-program Tarekat Idrisiyyah yang meliputi bidang ekonomi, pendidikan dan lainnya yang ia ketahui melalui internet.

Sempat juga beliau mengapresiasi nilai-nilai tasawuf yang diajarkan oleh Syekh Fathurahman di Indonesia. “Masya Allah it is interesting when people think about zuhud. Most people think they should leave the worldy life, but Syekh Fathurahman has taught ikhwan in Indonesia not to leave it, but to use the world to reach the blessings from Allah subhanhu wata’ala,” ujarnya.

Memasuki waktu shalat Maghrib, Syekh Yahya melaksanakan shalat berjamaah di masjid Al Fattah, Jakarta. Pada awalnya, seusai shalat Maghrib, beliau berencana menghadiri acara makan malam bersama beberapa menteri dan  pejabat Republik Indonesia di hotel Grand Hyatt. Namun ia memutuskan melanjutkan kegiatan ibadahnya terlebih dahulu  dengan membaca Al Qur’an (surah Yaasin) dan Dzikir bersama jamaah Idrisiyyah hingga waktu Isya tiba, barulah Syekh Yahya pamit kembali ke hotel. Syekh Yahya berharap dengan silaturahim kali ini mendapatkan keberkahan Allah serta memohon do’a dari ikhwan Idrisiyyah di Indonesia agar perjalanan dakwahnya mendapatkan kemudahan atas izin Allah serta menyampaikan balasan salam dari Syekh Fathurahman yang saat itu tidak dapat menemuinya karena sedang melaksanakan ibadah umroh bersama  sebagian murid-muridnya. [rz, aziz]

Comments
Loading...