Silatnas MATAN Hasilkan Deklarasi Makassar, Jadikan Medsos Media Dakwah Thariqah

MAKASSAR – Silaturahim Nasional Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah atau Silatnas MATAN terselenggara dengan sukses dan penuh berkah, dimulai tanggal 2-4 Maret 2020 di Asrama Haji Sudiang Makassar.

MATAN dibawah pengarahan JATMAN adalah organisasi yang lain dari pada yang lain. Maulana Habib Lutfi bin Yahya, Rais ‘Aam JATMAN yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan mandat kepada seluruh kader MATAN untuk bergerak, bergerak, bergerak.

Hasan Habibi, Plt. Ketua Umum PP MATAN memberikan penafsiran pergerakan secara lahiriah dan batiniah. Pergerakan lahiriah organisasi harus berjalan dengan koordinasi, manajemen dan evaluasi program. Sedangkan pergerakan secara batiniah adalah mengambil keberkahan kepada mursyid dengan senantiasa menjalin hubungan keruhanian.

Terselenggaranya Silatnas pun tidak terlepas dari pergerakan lahir dan pergerakan batin. Adanya kegiatan Silatnas menunjukkan kader MATAN yang berdaya.

Foto bersama.

Berikut kutipan deklarasi Makassar yang disampaikan oleh Plt. Ketum PP MATAN.

“DEKLARASI MAKASSAR”

1. MATAN merupakan organisasi, yang mengemban mandat menebarkan ajaran ajaran thariqah, kaderisasi ahlith thariqah, memasyarakatkan ajaran tasawuf, memperkuat rasa cinta tanah air, mensyiarkan Islam rahmatan lil’alamin. MATAN sama sekali bukanlah alat politik praktis, bumper politik, dan kendaraan politik.

2. Oleh karenanya, MATAN akan merumuskan dengan baik model dakwah Islam yang mengedepankan metodologi dakwah sufistik yang damai, dengan pendekatan kasih sayang dan cinta, yang saat ini kurang terlihat.

3. Indonesia adalah rumah bersama, dengan keragaman keagamaan, kultural, adat istiadat, tradisi, yang sangat majemuk. Karenanya, MATAN sebagai rumah bersama anak bangsa bertugas untuk menjaga Indonesia sekaligus menjaga agama. Antara kebangsaan dan keagamaan tidak perlu dipertentangkan.

4. Salah satu produk perkembangan teknologi mutakhir adalah teknologi informasi dan komunikasi yang melahirkan revolusi media sosial. Saat ini, media sosial telah menjadi medan sirkulasi informasi berskala global, yang memungkinkan banjir informasi mengalir hingga ke semua penjuru pelosok dunia manapun. Hal ini merupakan rahmat sekaligus menyimpan potensi mafsadah (kerusakan) jika tidak diarusutamai oleh informasi yang mengandung kebenaran, ilmu, pengetahuan, serta kearifan-kearifan akhlakul karimah, Karena itu, MATAn mengajak semua kader MATAN untuk menjadikan medsos sebagai media dakwah thariqah.

5. MATAN melalui generasi muda, utamanya mahasiswa millenial harus mengambil peran di antaranya mengisi konten-konten narasi keagamaan yang inklusif, damai, transformatif, dan toleran, terutama di media sosial.

6. Salah satu tantangan kebangsaan kita adalah korupsi yang menggejala di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara kita. MATAN memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta berkontribusi membangun bangsa ini melalui kaderisasi kepemimpinan nasional yang bersih, berintegritas, dan berwatak anti koruptif.

Maulana Habib Luthfi bersama Menteri Agama, Fachrul Razi, Puang Makka, Gubernur Sulsel, dan Komisioner KPK Nurul Ghufron dan Plt Ketua PP MATAN Hasan Habibi.

7. MATAN diharapkan menjadi laboratorium kepemimpinan yang efektif, tempat Iahirnya para pemimpin yang mencintai agama sekaligus mencintai bangsanya, bukan pribadi yang terbelah.

8. MATAN diharapkan menjadi tempat bersemainya kader-kader yang mempunyai kapasitas dan kualitas yang mampu menjawab kebutuhan agama, masyarakat, bangsa dan negara. Profil generasi pekerja keras, jujur, tanggung jawab dan mempunyai kepekaan sosial.

9. Kekuatan bangsa terletak salah satunya dalam kedaulatan ekonominya. Untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dibutuhkan fondasi yang kuat yang berbasis pada ekonomi solidaritas di level masyarakat basis. MATAN merasa penting untuk terlibat dalam agenda strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat, sebagai ikhtiar menegakkan kedaulatan bangsa.

Allaahummahdinaat thariqal mustaqiim
Makassar, 4 Maret 2020 M/9 Rajab 1441 H

Penulis: Dr. K. M. Mahmud Suyuti, M. Ag.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...