Connect with us

Berita

Sempat Terhenti, Pengajian Thoriqoh di Ponpes Futuhiyyah Kembali Aktif

Semenjak pemerintah pusat maupun daerah memberlakukan kebijakan karantina mandiri, harus bekerja dari rumah, harus belajar, ngaji, dan kegiatan apapun serba dilakukan dari rumah, maka dengan mematuhi peraturan tersebut, kegiatan ngaji atau tawajuhan thoriqoh sempat vakum beberapa pekan lamannya.

Published

on

Demak, JATMAN.OR.ID – Dalam kondisi Covid-19 yang tidak menentu ini, tidak kurang seribu jama’ah ibu-ibu Thariqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah (TQN) menghadiri rutinan tawajuhan di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Kamis (29/10). Setelah sempat terhenti beberapa bulan yang lalu akibat Pandemi Covid-19, kini akhirnya pengajian rutin TQN kembali aktif seperti biasanya.

Ngaji thoriqoh sendiri di ponpes Futuhiyyah Mranggen lebih dikenal dengan sebutan tawajuhan, yaitu ketika muridin atau muridat TQN, bertatap muka dan berdzikir bersama-sama dengan mursyid sesuai dengan apa yang diamalkan oleh Syeikh Muslih bin Abdurrahman bin Qoshidil Haq al-Maroqiy.

Rutinan ngaji thoriqoh disini terbagi dalam beberapa waktu, rutinan mingguan dan rutinan tahunan, adapun untuk yang mingguan dibagi menjadi dua waktu, yakni tiap hari senin pagi untuk jama’ah laki-laki (muridin), juga tiap hari kamis pagi untuk jama’ah perempuan (muridat), kemudian ada pula rutinan tahunan yang diadakan setahun sekali, kegiatan rutinan tahunan biasanya disebut dengan Tawajuhan Akbar, disebut Tawajuhan Akbar karena muridin dan muridat yang hadir tidak dari sekitar Mranggen saja, sebagaimana yang telah dilakukan setiap hari senin dan kamis, melainkan yang hadir adalah muridin-muridat dari Jawa Tengah, Jatim, Jabar dan luar pulau Jawa, adapun waktu pelaksanaannya yaitu setiap hari Senin terakhir pada bulan Jumadis Tsani.

Tawajuhan Akbar yang pernah dilaksanakan diluar Mranggen adalah di kota Malang yang dihadiri lebih dari 25 ribu muridin-muridat, di Gaya Baru Lampung dihadiri sekitar 7-8 ribu muridin dan muridat, sementara di Mranggen sendiri tahun 2013 dihadiri oleh lebih dari 15 ribu muridin-muridat bahkan tiap tahunnya jumlahnya terus meningkat, di Ciamis dihadiri sekitar 5 ribu muridin-muridat.

Di dalam dunia Thoriqoh Indonesia khususnya, nama Syeikh Muslih tentu tidak asing lagi dikalangan para mursyid maupun murid thoriqoh, karena beliau merupakan salah satu pendiri dari JATMAN dan pernah pula menjabat sebagai Ra’is ‘Am Jatman yang ke-3, selain itu beliau terkenal juga melalui karya-karya kitabnya, salah satu karyanya yang terkenal adalah Syarah manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jilani yaitu kitab “NURUL BURHANY”, yang sudah masyhur dibaca di pondok-pondok, di kampung, bahkan di perkotaan sekalipun oleh Santri-Santri, Ustadz, maupun Kyai, kegiatan tersebut biasanya sering disebut manaqiban, pembacaan kitab Nurul Burhaniy sendiri biasanya dibaca ketika mulai masuk malam tanggal sebelas dikalender Hijriyyah, atau sering dinamakan sewelasan (red:jawa).

Menurut penjelasan PROF. DR. KH. Abdul Hadi Mutohhar, MA, “Kegiatan thoriqoh disini sudah ada sejak lama, jauh sebelum kami(generasi ke-3) yaitu sejak Syaikh Muslih bin Abdurrohman lalu dilanjutkan oleh adiknya yaitu Syaikh Ahmad mutohhar bin Abdurrohman, hingga kini diteruskan oleh kami generasi ke-3 yang mengelola thoriqoh itu, sekarang ini jumlah muridin-muridat mencapai puluhan ribu.”

Disini kita mengadakan pertemuan rutin mingguan dan tahunan, rutinan mingguan setiap hari senin untuk jama’ah laki-laki, lalu setiap hari kamis untuk jama’ah wanita. Karena berjalan sudah sangat lama dan itupun tidak pernah libur, maka ketika pandemi Covid-19 meluas ke berbagai daerah, ini merupakan kendala yang cukup berat bagi kita, sejak Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan lockdown, kegiatan rutinan juga bai’at thoriqoh sempat terhenti beberapa minggu, dan sudah mulai dibuka kembali sejak 3 bulan yang lalu sampai sekarang, tambah Prof. Hadi.

“Dengan dibukannya tawajuhan mingguan, kita selalu upayakan dengan protokol Covid-19, misalnya didepan masjid kita pasangi dengan bilik untuk semprot disenfektan, lalu disediakan pula tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, kemudian juga dianjurkan agar selalu memakai masker.”

Beliau melanjutkan, “Bahwasannya ketika kita masuk masjid pun, kita akan melihat protokol itu tidak sepenuhnya berjalan, karena sebagian orang masih ada yang tidak menggunakan masker, akan tetapi alhamdulillah sampai sekarang kasus orang terjangkit itu belum ada. Terus terang saja, isu-isu yang beredar saat ini dimasyarakat seperti virus corona seolah-olah buatan tangan manusia dan ada yang menyebarkan secara sengaja, juga dengan banyaknya pasien-pasien yang sebetulnya tidak terjangkit Covid, tapi malah di Covid kan, itu juga menambah ketidakpercayaan masyarakat itu muncul, saya selalu bilang begini, kita semua ini adalah pasien, tugas dokter adalah yang menganjurkan sebagai ahli kesehatan, jika rasa percaya itu sudah hilang, maka kita harus percaya dengan siapa lagi kalo bukan dengan para ahli kesehatan, beliau menganalogikan kalau kita mempunyai penyakit gula darah, dokter pasti menganjurkan hindari makanan yang mengandung gula berlebih, kita percaya apa tidak, jika kita tidak percaya kan lucu, karena kita kan bukan dokter, kok tidak percaya anjuran dokter, semestinya kita yang masuk kategori pasien harus percaya, karena mereka  ahlinnya kesehatan dan mempunyai ilmunya.”

Dan yang terakhir beliau berpesan kepada masyarakat juga santri agar selalu mematuhi protokol covid-19, karena itu bagian dari ikhtiar untuk memutus mata rantai pandemi ini, beliau juga berpesan kepada para santri untuk tetap semangat dan istiqomah dalam mengaji walaupun dalam keadaan yang sulit seperti ini. [Arif Subhi]

Berita

132 Kader MATAN Menjadi Relawan Pustaka

Published

on

By

Jakarta, JATMAN.OR.ID: Sebanyak 132 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) mendaftar sebagai relawan pustaka pada perpustakaan digital JATMAN yang baru dibangun.

“Pustaka Digital JATMAN ini merupakan program kerja jangka panjang JATMAN Online dalam rangka mewujudkan visi menjadi referensi utama dan pertama tasawuf di Nusantara,” ungkap Muhammad Afdhol, inisiator pembuatan pustaka digital JATMAN.

Perpustakaan Digital JATMAN ini dibatasi pada koleksi dengan tema tasawuf dan turunannya. Ia sudah dapat diakses pada link https://pustaka.jatman.or.id. “Beberapa koleksi buku sudah dapat dibaca pengunjung,” imbuhnya.

Seluruh relawan pustaka melakukan inventarisasi koleksi tasawuf, baik koleksi berbahasa Indonesia, Arab maupun Inggris. Buku-buku yang sudah masuk list lalu disubmit ke dalam sistem pengelolaan koleksi. Sistem ini menggunakan aplikasi opensource Senayan versi terbaru yang dirilis oleh Slims.

Dari 132 relawan ini, dibentuk group-group kecil yang menangani bidang-bidang yang berbeda. Mulai dari tim inventarisasi, tim pengetikan dan tim admin yang melakukan submit. “Bila gedung JATMAN nanti sudah memungkinkan dan ruang pustaka juga sudah available, tidak menutup kemungkinan perpustakaan offline juga akan dibangun,” kata Afdhol. Pada waktunya nanti, relawan ini akan dibagi ke dalam beberapa group lain untuk menangani pengadaan buku dan perawatan koleksi.

Untuk menyesuaikan kemampuan relawan pustaka ini, Pengurus Pusat MATAN akan memberikan pelatihan tehnik pengelolaan dan manajemen perpustakaan. “Kita akan carikan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan skill dan pengetahuan pengelola perpustakaan JATMAN ini,” dukung Ketua Umum MATAN, DR. Hasan Chabibie, M.Si.[Red]

Continue Reading

Berita

Komunitas Umbul Teduh Ngaji Tasawuf

Published

on

By

Lampung, JATMAN.OR.ID: Adakan terus kajian-kajian tasawuf untuk meningkatkan spiritualitas kita, mahasiswa dan masyarakat, di tengah gencarnya infiltrasi paham radikalisme. Demikian disampaikan Pengelola Pondok Pesantren Manbaul Huda Batanghari, Gus Hamid pada acara pengajian spiritual PTT, Sabtu (21/11) di sekretariat Komunitas Umbul Teduh, Lampung.

Komunitas Umbul Teduh adalah salah satu komunitas yang ada di kota Metro, Provinsi Lampung secara rutin mengadakan ngaji tasawuf SPT PPT (Spiritual Para Pencari Tuhan) setiap malam Minggu. Pengajian ini dihadiri oleh beberapa komunitas mahasiswa di kota Metro, di antaranya Komunitas Santri Suluk, MATAN, Mahasiswa IAIN Metro Lampung dan juga dihadiri masyarakat sekitar.

Ngaji tasawuf ini nantinya akan terus diadakan sebulan dua kali setiap malam Minggu melalui pertemuan langsung di Komunitas Umbul Teduh.

“Ngaji Tasawuf SPT PPT ini pada dasarnya menjadi agenda rutin Komunitas Umbul Teduh untuk meningkatkan kualitas spiritual anggota yang berasal dari aneka berlatar belakang, akademisi, aktivis mahasiswa dan masyarakat,” jelas Direktur Komunitas Umbul Teduh, Lutfi Hakim.

Biasanya pengajian ini diisi dengan tema-tema filsafat dan tema sosial lainnya. Namun kali ini diperlukan kajian yang bersifat spiritual agar lebih dekat dengan Tuhan (taqorrub ilallah), tambah Lutfi.

Diawali dengan membaca Rotibul Hadadd, pengajian ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kesufian.

Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang bermanfaat dan dapat mengisi kekeringan spiritual masyarakat baik dari kalangan komunitas, aktivis mahasiswa dan masyarakat akademis yang selama ini lebih banyak mendapatkan kajian sosial dan filsafat saja.[Mukhlis Ardiyanto, Penanggung Jawab Ngaji Tasawuf SPT PPT Komunitas Umbul Teduh]

Continue Reading

Berita

Ratusan Warga Sindanglaut Laksanakan Shalat Ghaib untuk KH. Abdullah Saad

Published

on

By

Cirebon, JATMAN.OR.ID: Kabar meninggalnya salah satu ulama dari Solo, KH. Abdullah Saad menyebar begitu luas. Tidak hanya masyarakat Solo saja yang merasa kehilangan atas pulangnya Ketua Bidang II PP MATAN tersebut, ratusan penduduk Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Cirebon ikut merasa berduka.

Informasi tersebut datang dari salah seorang ustadz setempat, Oong Suparno (20/11). “Baru saja kami melaksanakan shalat Ghaib untuk Romo Yai Dulah Saad di Masjid Jami al-Iman Sindanglaut,” ungkapnya.

Ajakan shalat Ghaib tersebut disampaikan oleh perangkat Desa Sindanglaut, Kiai Ahmad Husaini kepada segenap jamaah shalat Jum’at. “Sebelum shalat Jum’at dimulai, Kiai Ahmad Husaini yang akan bertindak sebagai khatib menyampaikan kepada jamaah agar ikut serta melaksanakan shalat Ghaib untuk pengasuh Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan, Karanganyar Solo,” tambahnya.

Shalat Ghaib dan doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Mohammad Ichsan Aziz B.Sc., atau biasa disapa Kiai Ichsan, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hidayah Sindanglaut.

KH. Abdullah Saad bin Ali Ahmadi bin Nawi Marsidin merupakan salah satu murid Rais ‘Aam Idaroh Aliyah JATMAN, Maulana Habib Luthfi bin Yahya. Adapun buku-buku yang pernah beliau tulis, di antaranya adalah Kang Bejo jilid I dan II, Tahu Menceng,  dan Nalar Inshofi.

Beliau meninggal pada hari Selasa, 17 November 2020 pukul 19.20 WIB di RS Indriati Solo Baru. Jenazah dimakamkan pada hari Rabu, 18 November 2020 pukul 13.00 WIB di area pemakaman Pondok Pesantren al-Inshof Plesungan.[Yazid]

Continue Reading

Facebook

Trending