Sekda 4 Gubernur yang Berkhidmah untuk NU itu Telah Wafat

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Rais Tsani Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto karena Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta melalui akun twitternya ikut menyatakan rasa duka atas meninggalnya Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

“Saudara kita, sahabat baik kita, pribadi shaleh yang amat baik itu yang selama ini bekerja bersama kita, telah dipanggil pulang ke rahmatullah,” kata Anies, Rabu (16/09/20).

Bang Ipul sapaannya, memiliki nama lengkap Dr. H. Saefullah, MPd. Lahir di Sungai Kendal Rorotan, Jakarta Utara pada 11 Februari 1964. Dengan kata lain sosok yang low profile ini wafat dalam usia 56 tahun.

Semasa hidupnya, almarhum menempuh pendidikan S1 di IKIP Muhammadiyah Jakarta, lalu S2 di Universitas Negeri Jakarta dan S3 di Universitas Padjajaran Bandung.

Pria yang ramah ini memiliki pandangan bahwa setiap manusia harus bermanfaat untuk sesamanya karena manusia memiliki kodrat sebagai pelayan bagi manusia lain.

Putera asli Betawi ini mengawali karir birokrat dari bawah hingga menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta sejak 11 Juli 2014. Artinya dia menjadi Sekda di empat Gubernur yang berbeda.

Sebelumnya, almarhum menjabat sebagai Walikota Jakarta Pusat sejak 2008 hingga 2014. Ayah empat anak ini yakni Fatwa Arifah, Islah Muttaqien, Mutia Khaerani dan Muhammad Syaifurrahman juga aktif di Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dan Palang Merah Indonesia.

Di tengah kesibukannya ia merupakan Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Beliau terpilih pada konferensi XIX PWNU DKI Jakarta Maret 2016. Di masa kepemimpinannya, ia banyak memberikan sokongan dan bantuan terhadap Nahdlatul Ulama tak terkecuali JATMAN DKI Jakarta.

Misalnya secara fisik, di eranya berhasil merenovasi Gedung PWNU hingga tegak berdiri setinggi empat lantai hanya dalam waktu singkat sekitar 8 bulan. Ia juga pernah mengatakan bahwa 26 % APBD DKI Jakarta ialah untuk pendidikan, maka jangan sampai warga NU tidak mendapatkan pendidikan. Sosoknya menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan Nahdlatul Ulama membangun umat di Jakarta.

Masa khidmahnya sejatinya hingga 2021, namun Allah telah mentapkan ajalnya semoga beliau husnul khatimah dan mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah Swt.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...