Safari Ramadhan di Jerman, Sisi Lain Ibadah Muamalah (1)

0

FRANKFURT – Tulisan ringan ini dibuat untuk mengisi liburan Minggu pagi di Griesheim, sambil memandang lingkungan yang hijau dan alam yang sejuk. Terasa nyaman seperti di pegunungan, sambil menunggu waktu syuruq.

Pernahkah Anda mencoba Safari Ramadhan dari masjid yang satu ke masjid lain, dari komunitas bangsa yang satu ke komunitas bangsa lain dan dari negara satu ke negara lain? Inilah salah satu pengalaman saya dan keluarga saat berada di berbagai negara yang berbeda maupun saat di tanah air pada saat bulan suci Ramadhan.

Ini adalah sisi lain dari ibadah Ramadhan yaitu ibadah sosial (muamalah) dalam rangka bersilaturrahim.

Jika kita ada kemauan dan semangat persaudaraan, saat berada dimana saja, akan dapat melakukan safari Ramadhan. Saya merasakan keindahan itu setiap kali Ramadhan, baik saat berada di tanah air, di negara-negara Arab, di Afrika, di India dan sekarang di Eropa.

Ketika berada di Eropa khususnya di Frankfurt Jerman, ada juga kesempatan untuk melakukan safari Ramadan ke komunitas muslim bangsa yang satu ke bangsa lain, umumnya masing-masing memiliki masjid dan ruang serba guna tempat berkumpul, melakukan kegiatan iftar dan ibadah bersama. Mungkin hal ini juga ada didapati di beberapa negara lain di Eropa maupun di luar Eropa.

Sifat dasar makhluk hidup khususnya manusia, ada kecenderungan senang berkumpul sesamanya karena memiliki kesamaan. Bagi manusia, berkumpul dengan orang sesuku, sebangsa dan seagama akan lebih terasa dekat, indah dan menyenangkan karena memiliki banyak kesamaan-kesamaan.

Kesamaan itu berupa cara pandang, bahasa, budaya, makanan, dan kisah kisah serta pengalaman, sehingga saat pertemuan berlangsung terasa lebih menyenangkan jika saling bercerita.

Di beberapa negara dan kota kota di Eropa, khususnya di Frankfurt Jerman, terbentuklah komunitas muslim Indonesia, Turki, Maroko, Pakistan, Bangladesh, Bosnia, dan lainnya. Masing- masing komunitas itu pada bulan Ramadhan biasanya mengadakan acara iftar dan shalat taraweh bersama.

Masing-masing komunitas muslim terbuka untuk menerima muslim yang lain jika ada saudaranya yang mau datang dan bergabung bersama mereka, dengan dasar itu kita bisa lakukan safari Ramadhan dari satu masjid ke masjid yang lainnya. (bersambung).

Penulis K.H. Abdul Munim SH, MH anggota Komisi PKU MUI bertugas di Jerman.
Sumber berita: https://www.tqnnews.com/?p=6509

Comments
Loading...